Ambon, cahaya-nusantara.co.id
Dari 2 Kota IHK di Provinsi Maluku Kota Ambon
mengalami Deflasi sebesar 2.08 persen dengan IHK 128.03 dan Kota tual mengalami
Deflasi sebesar 2.05 persen dengan IHK 151.21. Demikian penjelasan Kepala Badan
Pusat Sttatistik (BPS) Provinsi Maluku Dumangar Hutahuruk dalam konfrensi Pers
yang dilaksanakan Senin (4/9) di Aula BPS Provinsi Maluku.
Menurutnya Inflasi tertinggi terjadi di Kota
Loksumawe sebesar 1.09 persen dengan IHK 125.68 dan Inflasi terendah terjadi di
kota Batam sebesar 0.01 persen dengan IHK sebesar 129.50 sementara untuk
Deflasi tertinggi terjadi di kota Ambon sebesar 2.08 persen dengan IHK 128.03
dan terendah terjadi di Kota Samarinda sebesar 0.03 persen dengan IHK sebesar
133.21.
Ia menambahkan Dari 82 Kota IHK di Indonesia,
pada Agustus 2017 IHK Kota Ambon menduduki peringkat 52, Inflasi bulanan Kota
Ambon menduduki peringkat 82, Inflsai tahun Kalender kota A5mbon menduduki
peringkat 65, serta Inflasi tahun ke tahun Kota Ambon menduduki peringkat 62.
Dari  82 Kota IHK di Indonesia, pada
Agustus 2017 IHK Kota Tual menduduki peringkat pertama, Inflasi Bulanan Kota
Tual menduduki peringkat 81, Inflasi Tahun Kalender kota Tual menduduki
peringkat pertama, serta Inflasi tahun ke Tahun Kota Tual menduduki peringkat
pertama.
Inflasi tahun kalender Kota Ambon Bulan
Agustus 2017 sebesar 1.73 persen dan Inflasi tahun ke tahun {Agustus 2017
terhadap Agustus 2016} sebesar 3.19 persen. Sedangkan untuk Inflasi tahun
Kalender kota Tual Bulan Agustus 2017 menurutnya sebesar 7,91 persen dan
Inflasi tahun ke tahun {Agustus 2017 terhadap Agustus 2016} sebesar 9,47
persen, sedangkan Deflasi di kota Ambon terjadi pada dua kelompok pengeluaran
dengan deflasi tertinggi pada  kelompok  bahan makanan sebesar 7.16
persen dan Deflasi terendah pada kelompok transport, Komunikasi dan Jasa
keuangan sebesar 1.76 persen.
Ditambahkan kalau Inflasi terjadi pada 5 kelompok
pengeluaran dengan Inflasi tertinggi pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok
dan tembakau sebesar 0.46 persen dan Inflasi terendah pada kelompok perumahan,
Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar sebesar 0.02 persen.
Deflasi di kota tual terjadi pada 3 kelompok
pengeluaran dengan Deflasi tertinggi pada kelompok bahan makanan sebesar 4.86
persen dan deflasi terendah pada Kelompok perumahan, Air, Listrik, gas dan
bahan Bakar sebesar 0,09 persen. Inflasi terjadi pada 3 kelompok pengeluaran
dengan nilai Inflasi tertinggi pada kesehatan sebesar 0,69 persen dan Inflasi
terendah pada kelompok sandang sebesar 0,15 persen.(CN-02)

By Editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *