Ambon,
cahaya-nusantara.co.id
cahaya-nusantara.co.id
Kepala Bidang
Pendidikan Pendidikan Khusu dan Layanan Khusus (PKLK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi
Maluku Yahya Balyanan mengatakan dari seluruh peserta O2SN yang mengikuti kegiatan O2SN tingkat nasional
di Medan, hanya satu siswa SD berkebutuhan khusus asal Kabupaten MTB yang
berhasil mengharumkan nama Maluku di tingkat nasional dengan meraih medali mas
untuk lomba lari jarak 80 meter.Demikian antara lain penjelasan Balyanan kepada
wartawan di ruang kerjanya, Senin, 18/09.
Pendidikan Pendidikan Khusu dan Layanan Khusus (PKLK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi
Maluku Yahya Balyanan mengatakan dari seluruh peserta O2SN yang mengikuti kegiatan O2SN tingkat nasional
di Medan, hanya satu siswa SD berkebutuhan khusus asal Kabupaten MTB yang
berhasil mengharumkan nama Maluku di tingkat nasional dengan meraih medali mas
untuk lomba lari jarak 80 meter.Demikian antara lain penjelasan Balyanan kepada
wartawan di ruang kerjanya, Senin, 18/09.
Dikatakan anak-anak berkebutuhan khusus yang dikirim
oleh Provinsi Maluku mewakili Provinsi Maluku ke event O2SMN tingkat nasional
yang mengikuti beberapa mata lomba yang akhirnya keluar sebagai juara 1 dan
merebut medali emas adalag seorang siswa putri SD dan kabupaten Maluku Tenggara
Barat (MTB) yang menuarai lomba lari jarak 80 meter.
oleh Provinsi Maluku mewakili Provinsi Maluku ke event O2SMN tingkat nasional
yang mengikuti beberapa mata lomba yang akhirnya keluar sebagai juara 1 dan
merebut medali emas adalag seorang siswa putri SD dan kabupaten Maluku Tenggara
Barat (MTB) yang menuarai lomba lari jarak 80 meter.
Menurutnya, sebagai
pemerintah daerah keberhasilan ini disambut dengan gembira dan merupakan sebuah
kebanggaan tersendiri mengingat prestasi ini diukir oleh seorang anak yang
berkebutuhan khusu dimana ada perwakilan
dari SMP dan juga SMA akan tetapi yang justru berhasil meraih medali emas
adalah seorang siswi di tingkat SD.
pemerintah daerah keberhasilan ini disambut dengan gembira dan merupakan sebuah
kebanggaan tersendiri mengingat prestasi ini diukir oleh seorang anak yang
berkebutuhan khusu dimana ada perwakilan
dari SMP dan juga SMA akan tetapi yang justru berhasil meraih medali emas
adalah seorang siswi di tingkat SD.
Disebutkan meskipun
satu orang yang berhasil meraih juara 1 akan tetapi ia telah mengharumkan nama
Maluku di kancah nasional.
satu orang yang berhasil meraih juara 1 akan tetapi ia telah mengharumkan nama
Maluku di kancah nasional.
Ditambahkan dengan
adanya prestasi gemilang yang diraih oleh anak berkebutuhan khusus ini pihaknya
selalu memberikan semangat kepada para
pendamping dan lebih khusu kepada anak sehingga teman-temannya yang lain juga
bukan saja di MTB tapi yang berada di kabupaten lainnya juga menjadikan keberhasilan ini sebagai spirit
dan penyemangat agar ke depan juga bisa menampilkan yang terbaik juga bukan
saja pada kegiatan yang sama akan tetapi pada kegiatan lainnya seperti Futsall dan bulu tangkis atau kegiatan cerdas cermat atau pun berbagai
kegiatan lainnya.
adanya prestasi gemilang yang diraih oleh anak berkebutuhan khusus ini pihaknya
selalu memberikan semangat kepada para
pendamping dan lebih khusu kepada anak sehingga teman-temannya yang lain juga
bukan saja di MTB tapi yang berada di kabupaten lainnya juga menjadikan keberhasilan ini sebagai spirit
dan penyemangat agar ke depan juga bisa menampilkan yang terbaik juga bukan
saja pada kegiatan yang sama akan tetapi pada kegiatan lainnya seperti Futsall dan bulu tangkis atau kegiatan cerdas cermat atau pun berbagai
kegiatan lainnya.
Kepada wartawan
balyanan juga menjelaskan untuk 11 kabupaten kota di Maluku belum seluruh
kabupaten memiliki sekolah anak berkebutuhan khusu karena 4 di antara 11
kabuipaten dan kota di Maluku saat ini belum memiliki sekolah untuk anak
berkebutuhan khusus meskipun secara fisik gedung sebagaimana 7 kabupaten dan
kota lain telah memiliki gedung, keempat kabupaten dan kota tersebut juga telah
memiliki gedung sekolah anak berkebutuhan khusus akan tetapi hingga sekarang
gedung-gedung tersebut belum difungsikan untuk sekolah anak berkebutuhan
khusus, bahkan ada gedung yang justru dipergunakan oleh pemerintah kabupaten untuk
dinas dan badan lain di daerahnya dan bukan untuk sekolah berkebutuhan khusus
sebagainana tujuan pembangunannya.
balyanan juga menjelaskan untuk 11 kabupaten kota di Maluku belum seluruh
kabupaten memiliki sekolah anak berkebutuhan khusu karena 4 di antara 11
kabuipaten dan kota di Maluku saat ini belum memiliki sekolah untuk anak
berkebutuhan khusus meskipun secara fisik gedung sebagaimana 7 kabupaten dan
kota lain telah memiliki gedung, keempat kabupaten dan kota tersebut juga telah
memiliki gedung sekolah anak berkebutuhan khusus akan tetapi hingga sekarang
gedung-gedung tersebut belum difungsikan untuk sekolah anak berkebutuhan
khusus, bahkan ada gedung yang justru dipergunakan oleh pemerintah kabupaten untuk
dinas dan badan lain di daerahnya dan bukan untuk sekolah berkebutuhan khusus
sebagainana tujuan pembangunannya.
Menurutnya keempat
kabupaten tersebut, masing-masing kabupaten SBT, Kebupaten Kepulauan Aru,
Kabupaten, Maluku Barat Daya dan Kota Tual.
kabupaten tersebut, masing-masing kabupaten SBT, Kebupaten Kepulauan Aru,
Kabupaten, Maluku Barat Daya dan Kota Tual.
Menurutny Balyanan
belum adanya sekolah tersebut di keempat wilayah kabupaten dan kota di Maluku
itu akibat dari belum adanya tenaga guru, disamping belum seriusnya pemerintah
kabupaten dalam memperhatikan sekolah tersebut. Padahal sesuai aturan yakni UU Nomor
8 tahun 2016 tentang penyandang distabilitas mengisyaratkan sampai satu siswa
saja di salah satu daerah memiliki hak untuk memperoleh pendidikan.
belum adanya sekolah tersebut di keempat wilayah kabupaten dan kota di Maluku
itu akibat dari belum adanya tenaga guru, disamping belum seriusnya pemerintah
kabupaten dalam memperhatikan sekolah tersebut. Padahal sesuai aturan yakni UU Nomor
8 tahun 2016 tentang penyandang distabilitas mengisyaratkan sampai satu siswa
saja di salah satu daerah memiliki hak untuk memperoleh pendidikan.
Oleh sebab itu
balyanan berharap pemerintah Kabupaten kota agar serius dalam memperhatikan
sekolah-sekolah anak berkebutuhan khusus ini.
balyanan berharap pemerintah Kabupaten kota agar serius dalam memperhatikan
sekolah-sekolah anak berkebutuhan khusus ini.
Sebagai tambahan
Balyanan mengatakan dalam waktu dekat keempat kabupaten kota yang belum
memiliki sekolah bagi anak berkebutuhan khusus di Maluku bakal menerima bantuan
agar secepatnya menyediakan sekolah bagi anak yang berkebutuhan khusus itu.(CN-02)
Balyanan mengatakan dalam waktu dekat keempat kabupaten kota yang belum
memiliki sekolah bagi anak berkebutuhan khusus di Maluku bakal menerima bantuan
agar secepatnya menyediakan sekolah bagi anak yang berkebutuhan khusus itu.(CN-02)
