Ambon, cahaya-nusantara.co.id
Ketua Program Studi (Prodi) Pendidikan Luar Sekolah (PLS)
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unpatti Ambon selama 5 hari
melaksanakan program pengabdian
Masyarakat sebagai wujud dari Tri Dharma Perguruan Tinggi di desa Waraka
Kecamatan Elpa Putih, Seram Bagian Barat,
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unpatti Ambon selama 5 hari
melaksanakan program pengabdian
Masyarakat sebagai wujud dari Tri Dharma Perguruan Tinggi di desa Waraka
Kecamatan Elpa Putih, Seram Bagian Barat,
Demikian antara lain pengegasan Ketua Prodi, Drs. Semy
Lewantaur, M.Pd kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu, 1/11 seusai melepas
keberangkatan ke-51 mahasiswa bersama para pendampingnya ke Seram.
Lewantaur, M.Pd kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu, 1/11 seusai melepas
keberangkatan ke-51 mahasiswa bersama para pendampingnya ke Seram.
Dikatakan, program ini merupakan wujud dari salah satu
Tri Dharma Perguruan Tinggi, disamping Pendidikan dan Penelitian. Dan dalam
pelaksanaannya melibatkan mahasiswa dari seluruh angkatan serta dilaksanakan antara mahasiswa dan dosen,
meskipun diakuinya saat ini banyak dosen yang tidak berada di tempat karena
belajar dan tugas lainnya.
Tri Dharma Perguruan Tinggi, disamping Pendidikan dan Penelitian. Dan dalam
pelaksanaannya melibatkan mahasiswa dari seluruh angkatan serta dilaksanakan antara mahasiswa dan dosen,
meskipun diakuinya saat ini banyak dosen yang tidak berada di tempat karena
belajar dan tugas lainnya.
Menurutnya program ini dilaksanakan oleh Prodi dimana
para mahasiswa telah menyiapkan program yang akan dilaksanakan di desa tempat
dilaksanakannya kegiatan pengabdian. Hal ini diakui Lewantaur sebagai program
PLS dimana laboratorium dari PLS itu sendiri berada di dalam masyarakat. Lebih
tegasnya menurut Lewantaur program ini merupakan sebuah kerjasama dengan
desa-desa dalam rangka mensosialisasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat
disamping pemanfaatannya seperti apa?
para mahasiswa telah menyiapkan program yang akan dilaksanakan di desa tempat
dilaksanakannya kegiatan pengabdian. Hal ini diakui Lewantaur sebagai program
PLS dimana laboratorium dari PLS itu sendiri berada di dalam masyarakat. Lebih
tegasnya menurut Lewantaur program ini merupakan sebuah kerjasama dengan
desa-desa dalam rangka mensosialisasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat
disamping pemanfaatannya seperti apa?
“Jadi ini menyangkut kerjasama dengan desa-desa ini dalam
rangka pertama mensosialisasi pusat kegiatan masyarakat seperti apa?
Pemanfaatannya seperti apa? Dijadikan sebagai Lembaga untuk pendidikan
Masyarakat”, tegas Lewantaur sambil menambahkan Labaroratorium PLS ada di
masyarakat.
rangka pertama mensosialisasi pusat kegiatan masyarakat seperti apa?
Pemanfaatannya seperti apa? Dijadikan sebagai Lembaga untuk pendidikan
Masyarakat”, tegas Lewantaur sambil menambahkan Labaroratorium PLS ada di
masyarakat.
Menyoal tentang apakah program ini merupakan mata kuliah
seperti mata kuliah lainnya, Lewantaur mengatakan program pengabdian bukanlah
mata kuliah melainkan merupakan program Dharma Perguruan Tinggi sehingga
minimal dalam setiap semester harus satu kali dilaksanakan. Dengan demikian
program ini tidak terhitung dalam SKS bagi mahasiswa akan tetapi akan
diperhitungkan dalam penilaian prodi dimana prodi dinilai dengan aktivitas
seperti ini dan memiliki nilai tambah bagi prodi. “Jadi prodi itu
berkembang dalam hal-hal seperti ini”.ujar Lewantaur.(CN-02)
seperti mata kuliah lainnya, Lewantaur mengatakan program pengabdian bukanlah
mata kuliah melainkan merupakan program Dharma Perguruan Tinggi sehingga
minimal dalam setiap semester harus satu kali dilaksanakan. Dengan demikian
program ini tidak terhitung dalam SKS bagi mahasiswa akan tetapi akan
diperhitungkan dalam penilaian prodi dimana prodi dinilai dengan aktivitas
seperti ini dan memiliki nilai tambah bagi prodi. “Jadi prodi itu
berkembang dalam hal-hal seperti ini”.ujar Lewantaur.(CN-02)

