cahaya-nusantara.co.id
Jumat, 3/11, Program Studi(Prodi) Bimbingan Konseling (BK) Fakultas Keguruan
dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unpatti Ambon kembali menggelar Seminar Nasional
dengan Tema “Praksis Bimbingan dan Konseling Berwawasan Laut-Pulau Bagi
Kemaslahatan Peserta Didik” yang dibuka secara resmi oleh Dekan FKIP Unpatti,
Dr. Theresia Laurens, M. Pd.
antara lain mengatakan kegiatan seminar bukan merupakan sebuah aktivitas
rutinitas dalam proses akademik tetapi
bahwa yang paling penting adalah makna dari kegiatan seminar.
tentunya mempunyai tujuan, sebuah tujuan
dimana yang pertama adalah ada sebuah komunikasi ilmiah yang terjadi antara
narasumber dengan peserta seminar.
dan Konseling Berwawasan Laut Pulau Bagi Kemaslahatan Peserta Didik” baginya
merupakan sesuatu yang perlu dikaji lebih mendalam karena tema di atas
mengandung dua kata penting yang dilihatnya, pertama bagaimana peran BK dengan
substansi keilmuannya dikaitkan dengan lingkungan yakni kondisi geografis
wilayah Maluku yang 90 persen dikelilingi oleh laut sebagai prnghubung antar
pulau-pulau di Maluku.
berkembang dalam sebuah pola ilmiah
pokok bina mulia kelautan yang dirumuskan dalam berbagai visi, baik visi
universitas maupun fakultas dengan mencirikan visinya itu dengan pokok wawasan
kepulauan atau berbasis laut-pulau.
dalam visi maka untuk prodi yang lain agak mudah sementara bagi prodi BK harus
merumuskan sebuah kajian yang bisa dioperasionalisasikan dalam pembelajaran atau bisa dalam mata kuliah-mata kuliahnya.
Di mana melalui mata kuliah tersebut nanti bisa dikaji, untuk dimasukkan ke
dalam semua pernyataan yang memberikan alasan
mengapa visi prodi juga terkait
dengan wawasan laut-pulau.
dikaitkan dengan peranan BK maka tentunya sebagai sebuah layanan atau sebuah program layanan bagi peserta
didik maka disitulah peran bapak ibu dosen
dan mahasiswa dan para pakar BK untuk bisa mengkaji lebih mendalam layanan seperti apa yang akan diberikan
kepada peserta didik untuk bisa memahami karakteristik kewilayahan provinsi
Maluku sehingga para peserta didik baik
level Perguruan Tinggi maupun di level
pendidikan dasar dan menengah itu bisa melihat manfaat dari BK dalam kaitannya dengan kehidupan keseharian mereka.
Sementara itu Ketua Prodi BK FKIP
Unpatti Ambon, Drs. Nick Hukubun, M.Pd dalam keterangannya kepada wartawan
seusai acara pembukaan kegiatan Seminar Nasional mengatakan, seiring dengan
visi dan misi FKIP yakni berbasis Laut-Pulau sehingga dalam seminar kali ini
berfokus dari Kepulauan Kei dimana dirinya selaku Ketua Program Studi dan Dr.
Patris Rahabav, M.Si juga hadir sebagai narasumber dimana dirinya menyoroti
dari hukum adat Larvul-Ngabaal sebagai satu budaya yang perlu dipelajari
sehingga kelak generasi muda yang akan datang mengetahui nilai-nilai tersebut
memiliki makna pencegahan agar tidak terjadi hal-hal yang merugikan banyak
orang. Hal ini disebabkan karena sesuai karakteristik di Maluku Tenggara dan
kota Tual saat ini bukan saja orang Kei yang menempati Kepulauan itu tetapi juga orang-orang lain yang juga datang
di daerah itu sehingga jika mereka memahami budaya yang ada di daerah itu maka
saling menghormati sehingga menciptakan kerukunan di antara mereka.
Sebagai contoh, Hukubun mengatakan
pihaknya belajar dari peristiwa masyarakat membuat sasi pada jembatan Usdek
dimana berdampak bagi masyarakat umum juga warga pendidikan dan juga pemerintahan di daerah itu. Oleh
sebab itu pihaknya menyoroti dari segi pendidikan dimana nilai-nilai budaya itu
harus dihargai akan tetapi di sisi lain nilai budaya yang harus berlaku pada
hukum positif akan tetapi kurangnya kesadaran warga masyarakat sehingga membawa
dampak yang luas yang pada gilirannya tidak disadari jika banyak orang yang
menjadi korban akibat penempatan sasi itu.
Rahabav juga menyayikan tentang budaya setempat tetapi dikaitkan dengan
pluralisme yang ada di daerah Kepulauan Kei. Intinya adalah seminar ini
mengangkat budaya yang perlu dilestarikan akan tetapi bersamaan dengan itu
harus pula memperhatikan kebhinekaan dan
pluralisme yang ada dalam masyarakat.
Ketua panitia dalam laporannya mengatakan tujuan dari pelaksanaan seminar nasional adalah untuk memantapkan
pemahaman peserta seminar, mengenai konsep laut-pulau dalam layanan BK,
disamping untuk memasyarakatkan Layanan
BK melalui praksis BK pada kehidupan nyata di sekolah, masyarakat, berbangsa
dan bernegara bagi kemaslahatan peserta didik.(CN-02)





