Ambon,
cahaya-nusantara.co.id
cahaya-nusantara.co.id
Ketua jurusan Teknik sipil poltek negeri
Ambon Lenny Leuhery,ST.MT, mengatakan bahwa Kegiatan inovasi di tingkat
nasional untuk mahasiswa yaitu pembuatan Gasebo tradisional di mana kenaren itu
ada 15 politeknik yang ikut bertanding . Kemudian ada 4 politeknik saja yang
masuk final, untuk final dari politeknik sipil negeri Ambon mendapat juara 1.
Pesertanya 1 tim yang terdiri dari 4 mahasiswa yaitu: Amir Bin Dena, Steven
Latuihamallo, Novi Sialana dan Ram Dan beserta 2 pendamping yaitu: Willem
Gaspersz,SST.MT dan Jacob Tamaella,ST. Gasebo itu seperti bangunan kecil yang
dibuat sedemikian rupa dan dibuat menarik, unik dan indah.
Pelaksanaan lomba pada tanggal (16/11),
sebelum kita mengirimkan mahasiswa untuk lomba pertama kita sudah bekali mereka
dengan apa yang mereka dapat di jurusan mereka masing-masing. Kami sebagai
dosen kami merasa bangga dengan apa yang sudah mereka capai, minimal apa yang
telah kami bekali pada masiswa kami itu tidak sia-sia dan untuk taraf tingkat
nasional itu anak-anak kami tidak ketinggalan kalo mereka itu bisa dan ini
merupaka inofasi bagi teman-teman yang lain untuk kedepannya bisa lebih maju
lagi. Keempat orang yang mengikuti lomba mereka masing-masing ada yang dari
semester 3 dan ada juga yang dari semester 5.
Ambon Lenny Leuhery,ST.MT, mengatakan bahwa Kegiatan inovasi di tingkat
nasional untuk mahasiswa yaitu pembuatan Gasebo tradisional di mana kenaren itu
ada 15 politeknik yang ikut bertanding . Kemudian ada 4 politeknik saja yang
masuk final, untuk final dari politeknik sipil negeri Ambon mendapat juara 1.
Pesertanya 1 tim yang terdiri dari 4 mahasiswa yaitu: Amir Bin Dena, Steven
Latuihamallo, Novi Sialana dan Ram Dan beserta 2 pendamping yaitu: Willem
Gaspersz,SST.MT dan Jacob Tamaella,ST. Gasebo itu seperti bangunan kecil yang
dibuat sedemikian rupa dan dibuat menarik, unik dan indah.
Pelaksanaan lomba pada tanggal (16/11),
sebelum kita mengirimkan mahasiswa untuk lomba pertama kita sudah bekali mereka
dengan apa yang mereka dapat di jurusan mereka masing-masing. Kami sebagai
dosen kami merasa bangga dengan apa yang sudah mereka capai, minimal apa yang
telah kami bekali pada masiswa kami itu tidak sia-sia dan untuk taraf tingkat
nasional itu anak-anak kami tidak ketinggalan kalo mereka itu bisa dan ini
merupaka inofasi bagi teman-teman yang lain untuk kedepannya bisa lebih maju
lagi. Keempat orang yang mengikuti lomba mereka masing-masing ada yang dari
semester 3 dan ada juga yang dari semester 5.
Untuk politeknik memang ada prestasi
mahasiswa tapi untuk bidang keahliannya baru pertama kali kita cacat bahwa baru
pertama kali lomba antar mahasiswa itu kami dapat dan mendapat juara satu.
Sementara itu direktur politeknik Negeri Ambon ir. Jhon K Elwarin, ST.MT,
mengatakan bahwa poltek negeri ambon memang jarang mengikuti lomba di tingkat
nasional, tapi nyatanya kita bisa mendapat juara 1 dan itu merupakan sebuah
kesuksesan yang patut diberikan jempol bagi mahasiswa-mahasiswa yang sudah
berjuang sampe bisa ke tingkat nasional.
Sebagai motifasi untuk yang lain kita
harus memberikan penghargaan bagi mahasiswa yang ikut lomba, karna mereka mereka
tidak gampang bisa membawa politeknik negeri ambon ke tingkat nasional, untuk
mempertahankan ini kita harus lebih maju lagi untuk memberikan suport seperti
itu. Saya sebagai pimpina saya memberikan mereka bebas biaya uang kuliah selama
1 semester.

Sementara itu wakil direktur bidang
akademik ir. Julius Buyang, ST.MT, mengatakan bahwa kegiatan ini dalam rangka
menginplementasikan teori-teori maupun praktek-praktek yang dapat di kelas
maupun di bengkel lalu di inplementasikan dalam bentuk lomba. Kalo penjelasan
ibu Kajur itu bahwa ada tahapan-tahapan yang dibuat, artinya mereka mengikuti
lomba astra administrasi bagaimana menghitung anggaran kemudian itu mereka
lolos di bagian administrasi lalu pelaksanaannya di sana , artinya penerapan
atau cara belajar yang iuta sampaikan pada mereka juga tidak kala dengan apa
yang di dapati oleh potek-poltek di daerah lain, sehingga ini patut kami
banggakan, dengan demikian saya ucapkan terimakasi kepada direktur karena sudah
mensuport anggaran. Tahun ini kita mencoba untuk ada 3 jurusan, 2 jurusan
memang belum berhasil tapi bukan itu persoalan prestasinya. Tapi bagaimana
mereka melihat situasi di luar untuk nanti mereka kembalikan ke kampus
politeknik. Tentunya ada koreksi sedikit bagi mereka yaitu proses bajar mereka,
penerapan praktek, nah ini sudah dibuktikan oleh jurusan teknik sipil.(CN-02)
harus memberikan penghargaan bagi mahasiswa yang ikut lomba, karna mereka mereka
tidak gampang bisa membawa politeknik negeri ambon ke tingkat nasional, untuk
mempertahankan ini kita harus lebih maju lagi untuk memberikan suport seperti
itu. Saya sebagai pimpina saya memberikan mereka bebas biaya uang kuliah selama
1 semester.

Sementara itu wakil direktur bidang
akademik ir. Julius Buyang, ST.MT, mengatakan bahwa kegiatan ini dalam rangka
menginplementasikan teori-teori maupun praktek-praktek yang dapat di kelas
maupun di bengkel lalu di inplementasikan dalam bentuk lomba. Kalo penjelasan
ibu Kajur itu bahwa ada tahapan-tahapan yang dibuat, artinya mereka mengikuti
lomba astra administrasi bagaimana menghitung anggaran kemudian itu mereka
lolos di bagian administrasi lalu pelaksanaannya di sana , artinya penerapan
atau cara belajar yang iuta sampaikan pada mereka juga tidak kala dengan apa
yang di dapati oleh potek-poltek di daerah lain, sehingga ini patut kami
banggakan, dengan demikian saya ucapkan terimakasi kepada direktur karena sudah
mensuport anggaran. Tahun ini kita mencoba untuk ada 3 jurusan, 2 jurusan
memang belum berhasil tapi bukan itu persoalan prestasinya. Tapi bagaimana
mereka melihat situasi di luar untuk nanti mereka kembalikan ke kampus
politeknik. Tentunya ada koreksi sedikit bagi mereka yaitu proses bajar mereka,
penerapan praktek, nah ini sudah dibuktikan oleh jurusan teknik sipil.(CN-02)


