Ambon, cahaya-nusantara.com
Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya Ambon, Drs. Rusly Manorek mengatakan pihaknya tetap mendukung apa yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi Maluku terutama tetap bersinergis dengan bidang Pariwisata di dinas Dikbud Provinsi Maluku.
Demikian antara lain penjelasan Manorek kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin, 26/8. Dikatakan, ada sejumlah provinsi di Indonesia telah membentuk dinas Pariwisata dan Kebudayaan terlepas dari dinas Pendidikan. Sementara untuk provinsi Maluku hingga kini masih menjadi satu dengan nomenklaturnya masih sesuai dengan yang ada di Kementerian pusat yakni Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Menurutnya soal tetap bergabung atau berdiri sendiri menjadi dinas Pariwisata dan Kebudayaan dikembalikan kepada pihak dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi Maluku, mengingat hal tersebut memerlukan kajian-kajian yang mendalam dari dinas Pendidikan dan kebudayaan provinsi. Sementara bagi Balai Pelestarian Nilai Budaya Ambon selaku UPT pusat di daerah tetap bekerjasama dan bersinergis dengan bidang pariwisata dan kebudayaan di kantor dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi Maluku.
“Pada prinsipnya apapun yang dilakukan di sana, di daerah, kami sebagai UPT Pusat tetap bersinergis dengan bidang kebudayaannya, apalagi kalau sudah jadi dinas, lebih mantap lagi” ujarnya. Menurutnya sampai saat ini pihaknya tetap bersinergis dengan bidang Kebudayaan di dinas pendidikan.
Kepada wartawan Manorek mengatakan dengan adanya sinergitas yang terjalin antara UPT yang dipimpinnya dengan bidang kebudayaan di Dikbud Provinsi Maluku diharapkan supaya kebudayaan yang ada di provinsi Maluku ini terlestari dan juga ada langkah-langkah untuk melestarikan budaya.karena saat ini sudah ada UU nomor 5 tahun 2017 tentang kemajuan kebudayaan dimana di dalamnya telah ada aturan untuk menjadi strategi kebudayaan itu dari daerah; dari kabupaten kota yang harus mengidentivikasikan permasalahan dan apa yang harus dilakukan kemudian dihimpun oleh provinsi menjadi strategis provinsi yang selanjutnya dibawa ke tingkat nasional untuk menjadi strategi kebudayaan. nasional.
Menurutnya hal itu akan dilakukan bersama di daerah dan tergantung bagaimana cara mengemasnya. Sementara untuk menjadi dinas sendiri atau tetap bergabung dengan kementerian Pendidikan Manorek menyerahkan sepenuhnya kepada dinas provinsi, tetapi yang jelas pihaknya tetap bersinergis dengan bidang Kebudayaannya.(CN-01)

