Buru, cahaya-nusantara.com
Wakil Ketua MUI Kabupaten Kepulauan Buru, Dr Djunaidi Rupelu, SE, M.Si dalam relisnya kepada media ini, Senin, 30/9 antara lain mengatakan, merasakan apa yang dirasakan Masyarakat Maluku terkhusus Masyarakat Kota Ambon, Masyarakat Kabupaten SBB dan Masyarakat Kabupaten Maluku Tengah yang mengalami musibah akibat bencana alam yang berupa Gempa Bumi dengan kekuatan 6,8 SR, sehingga banyak saudara kita yang terkena dampak, baik yang mengalami kerusakan rumah hingga harus mengungsi dan yang lebih menyedihkan lagi ada basudara yang menderita luka-luka bahkan ada yang dipanggil Tuhan sehingga “Saya selaku wakil MUI Kabupaten Buru menghimbau agar kegiatan Tasyakuran Pelantikan Dewan dan HUT Kabupaten Buru Ke XX dilaksanakan secara sederhana”ujarnya.
Selanjutnya,Rupelu mengajak untuk bersyukur pada Tuhan karena pada hari ini akan dilantik Anggota Dewan masa jabatan 2019-2024,”Marilah kita semua menjadi pelaku sejarah pada bidang pengabdian masing-masing dan mari kita ikuti saudara/i kita yang akan melanjutkan tugas dan pengabdian kepada masyarakat,daerah,bangsa dan negara”katanya. Sebagai wakil ketua MUI kabupaten Buru dan sebagai Anggota Dewan purnabakti sekaligus sebagai pribadi Rupelu mengucapkan selamat dan sukses kepada Anggota Dewan yang baru dilantik,serta ucapan terima kasih kepada OPD dan Staf sekertariat yang menjadi mitra selama menjabat sebagai Anggota Dewan dan kepada masyarakat kabupaten Buru yang dilayani selama berkarya sebagai wakil rakyat.
Khusus untuk perayaan HUT kabupaten Buru tgl 12 oktober 2019 nanti, Rupelu mengajak agar dilaksanakan secara sederhana mengingat banyak saudara kita yang mengalami bencana gempa bumi di kota Ambon,Kabupaten SBB dan Kabupaten Maluku tengah yang menyebabkan, ada rumah warga yang rusak berantakan bahkan ada yang sampai meningal dunia. Dikesempatan itu Rupelu mengajak seluruh” Masyarakat Kabupaten Buru untuk mendoakan keselamatan daerah Maluku khususnya Buru, Bangsa dan Negara dari berbagai musibah dan ancaman bencana yang akhir-akhir ini sering menimpa bangsa Indonesia”. (CN-07)

