Ambon, cahaya-nusantara.com


Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku, Dumangar Hutauruk mengatakan, pada bulan September 2019 dari 82 Kota IHK di Indonesia. tercatat 12 kota mengalami Inflasi dan 70 kota mengalami deflasi.


Demikian antara lain penjelasan Hutauruk dalam konferensi pers di kantor BPS provinsi Maluku Selasa, 1/10.

Dikatakan, Kota Ambon mengalami deflasi sebesar 0.05 dengan IHK 134,10 dan kota Tual mengalami Inflasi sebesar 0.65 persen dengan IHK 159,92. Menurutnya, 10 (sepuluh) komuditas yang dominan memicu deflasi di kota Ambon daun melinjo,  angkutan udara, batu bata/batu tela, bawang merah, bayam, ketela pohon, kangkung, tomat buah, bawang putih dan wortel.


Sementara itu 10 (sepuluh) komuditas yang dominan memicu Inflasi di kota Tual adalah : angkutan udara, daun singkong, ketela pohon, enbal gepe, cabai rawit, bayam, ikan baronang, cumi-cumi, ikan selar/tude dan kangkung.


Menurut Kaban Inflasi tertinggi terjadi di kota Meulaboh sebesar 0,91 persen dengan IHK 139,48 persen dan inflasi terendah terjadi di kota Walampone dan kita Palopo sebesar 0,01 persen dengan IHK masing-masing sebesar 134,97 dan sebesar 136,36. Deflasi tertinggi terjadi di kota Sibolga sebesar 1,94 persen dengan IHK 144,61 dan deflasi terjadi di Surabaya sebesar 0,02 dengan IHK sebesar 137,13.


Selanjutnya menurut Hutauruk, pada September 2019 dari 82 kota IHK di Indonesia, IHK kota Ambon menduduki peringkat 61, Inflasi bulanan Kota Ambon menduduki peringkat 20, Inflasi tahun kalender kota Ambon menduduki peringkat 13, dan inflasi tahun ke tahun kota Ambon naik ke peringkat 3.


Sementara itu pada September 2019 IHK kota Tual masih tetap menduduki peringkat 1, Inflasi bulanan kota Tual menduduki peringkat 2, Inflasi tahun kalender kota Tuhan menduduki peringkat 17, dan Inflasi tahun ke tahun kota Tual naik ke peringkat 5.(CN-03)

By Editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *