Ambon, cahaya-nusantara.com
Mengacu pada Sistim belajar kelas SKS di SMP Negeri 6 Ambon yakni sistem 3, 2, 1 yakni 3 hari belajar di ruang kelas, 2 hari belajar di luar ruangan kelas dan 1 hari belajar di rumah bersama orangtua, maka Sabtu, 29/02/2020 Komite Kelas Sains SMP Negeri 6 Ambon mengajak orangtua siswa kelas Sains SMP Negeri 6 khususnya kelas VII menggelar pendidikan karakter bagi 27 siswanya dengan tujuan menumbuhkembangkan emosional serta mengembangkan mental dan spiritual serta kerakter siswa di lokasi rohani Katolik di desa Airlow Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon.
Kegiatan ini dibuka oleh Asisten 2 Setda Kota Ambon, Drs. Roberth Silooy. M.Si
Kepada wartawan di lokasi Airlow usai kegiatan belajar Ketua Komite Kelas VII Sains, Bernard Fanulene mengatakan, kegiatan ini merupakan komitmen dari orangtua siswa dalam mendukung inovasi pendidikan yang dilakukan oleh pihak sekolah SMP Negeri 6 Ambon saat ini menerapkan pendidikan Sains dengan sistim kelas SKSnya.
Dikatakan sistem pendidikan sebagus apapun tetapi sangat perlu adanya kolaborasi dengan semua pihak yang punya kepentingan di dalamnya, dalam hal ini orangtua memiliki peran penting untuk mendukung soal pendidikan anak terutama dalam membantu sekolah dan guru.
Lebih dari itu menurut Fanulene jika sekolah berjalan sendiri dalam program inovasi pendidikan maka mengalami keterbatasan sehingga orangtua perlu hadir untuk memberikan dukungan.
Oleh sebab itu tujuan utama dari kegiatan ini adalah bagaimana peserta didik yang masuk dalam program Sain itu dalam perkembangan harus terjaga keseimbangan antara kemampuan intelektual dari sisi sains tapi juga dari sisi mental yang nampak dalam karakternya. “Jadi cerdas dari ilmu pengetahuan, tapi juga memiliki sikap yang baik.
Sementara itu Kepala SMP Negeri 6 Ambon, Drs. Tjanje Mahulette, M.MPd di tempat yang sama mengatakan ini adalah program yang dilaksanakan oleh SMP Negeri 6 Ambon sebuah program baru yang dinamakan program Sistim Kredit Semester atau kelas sistim SKS dimana kelas ini adalah kelas di tahun yang kedua sementara kelas yang pertama telah siap untuk mengikuti ujian nasional di bulan April yang akan datang.
Menurutnya untuk kelas SKS yang baru ini mulai tahun ajaran baru mereka melaksanakan proses pembelajaran dengan sistem 3, 2. 1 dimana 3 hari itu belajar di ruang kelas kemudian dua harinya turun ke lapangan. dimana mereka bisa ke tempat-tempat dimana terjadinya proses perputaran ekonomi kemudian juga di instansi-instansi tertentu sehingga mereka dibawakan dengan instrumen tertentu sehingga nanti mereka membuat identifikasi-identifikasi terhadap masalah-masalah yang ada di dalam seluruh kehidupan lalu kemudian mendata dan membuat laporan sampai dengan membuat kesimpulan, kemudian langkah terakhirnya mereka mempresentasikan laporan mereka.
Selanjutnya menurut Mahulette diharapkan selama 2 hari siswa turun ke lapangan ini secara riil siswa menemukan perbandingan antara teori dan konsep yang diajarkan selama 3 hari di ruang belajar dengan kenyataan-kenyataan yang terjadi di lapangan.
Kemudian pada hari Sabtu biasanya dikembalikan kepada orangtua untuk pembinaan-pembinaan karakter; pembinaan spiritual, tapi bisa juga dalam bentuk melibatkan anak-anak, orangtua serta guru turun ke lokasi-lokasi spiritual.
Ia menambahkan diharapkan anak-anak kelas SKS ini mereka betul-betul memiliki selain teori dan konsep tetapi mereka juga memiliki potensi-potensi yang perlu dikembangkan di lapangan.(CN-01)

