Promal, cahaya-nusantara.com
Bertempat di Halaman Kodam XVI/Pattimura, Jumat, 14/02/2020, Pangdam XVI/Pattimura, Mayjen TNI Marga Taufiq memimpin Upacara Gelar Operasi Gaktib dan Yustisi Polisi MiliterTahun Anggaran 2020.
Di kesempatan itu Pangdam membacakan sambutan tertulis Panglima TNI yang antara lain menyebutkan TNI dituntut untuk terus meningkatkan profesionalitasnya. Dimana salah satu ciri dari profesionalitas adalah disiplin yang tinggi dan salah satu upaya TNI dalam memelihara kedisiplinan yang tinggi tersebut melalui gelar Operasi Penegakan Ketertiban dan Operasi Yustisi.
Menurutnya, sebelum menegakkan disiplin, maka seluruh satuan dan personel POM TNI harus terlebih dahulu menguasai tugas dan tanggung jawabnya serta berdisiplin tinggi. Petugas tidak bersikap arogan di lapangan, namun harus tegas dan tidak ragu-ragu serta mengedepankan profesionalitas. Terapkan inovasi-inovasi baru gakkum yang dapat meningkatkan efektivitas dan optimalisasi pencapaian tugas pokok. Penguasan tugas dan tanggung jawab tidak hanya terbatas pada UU dan aturan yang berlaku, tetapi juga perkembangan lingkungan strategis yang berpengaruh.
Personel POM TNI harus memiliki wawasan dan pengetahuan yang luas serta terlatih, terus menerus berkoordinasi dengan instansi penegak hükum lainnya terkait setiap perkembangan yang ada, agar dapat mencegah terjadinya pelanggaran, mendeteksi secara cepat dan menegakkan hukum sesuai perundang-undangan yang berlaku.
Di antara perkembangan tersebut adalah paradoks kemajuan teknologi berupa meningkatnya kejahatan menggunakan teknologi dan komunikasi media sosial. Selanjutnya adalah tuntutan untuk memelihara netralitas di tengah kontestasi politik dalam rangka pesta demokrasi. Terlebih pada tahun 2020 ini, kita akan menghadapi Pilkada Serentak di 270 daerah. TNI berkomitmen dan memastikan bahwa pilkada tersebut harus dapat terlaksana dengan aman, Iancar dan sukses.
Pelaksanaan Operasi Gaktib dan Operasi Yustisi harus dikembangkan kearah peningkatan profesionalitas petugas dan Sübjek hükum melalui upaya edukasi. Hal ini karena esensi operasi adalah proses lanjutan dari upaya pencegahan dan penyelesaian pelanggaran hükum bagi prajurit dan PNS TNI. Dengan demikian kepatuhan terhadap norma, peraturan dan hukum dapat ditegakkan, baik atas kesadaran individü maupun secara struktural formal.
Hal ini sesuai dengan tema yang ditetapkan yaitu “Dengan Operasi Gaktib dan Operasi Yustisi TA 2020, Polisi Militer Siap Meningkatkan Ketaatan hukum, Disiplin dan Tata Tertib Prajurit Guna Membangun TNI yang Profesional dan Menjadi Kebanggaan Rakyat Menuju
Indonesia Maju.”
Penting saya ingatkan lagi, melalui operasi yang digelar ini, sasarannya adalah tercapainya budaya disiplin dan ketaatan pada aturan di lingkungan TNI yang terus meningkat. Segala upaya ini memerlukan dukungan dan kerja sama semua pihak, termasuk para pimpinan/Komandan karena para Pimpinan/Komandan-lah yang bertanggungjawab dan menjadi teladan ketaatan serta kedisiplinan seluruh bawahannya.
Peserta upacarayangsaya banggakan, sebelum mengakhiri sabutannya Panglima menyampaikan beberapa penekanan kepada seluruh prajurit TNI yaitu: Pertama, Prajurit agar meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta pegang teguh Sapta Marga dan Sumpah Prajurit sebagai landasan moral dalam pelaksanaan tugas,
Kedua, pegang teguh komitmen netralitas TNI dalam rangka Pilkada Serentak tahun 2020 sehingga pesta demokrasi dapat berjalan dengan aman, lancar, dan sukses.
Ketiga, sikapi secara cerdas perkembangan lingkungan strategis termasuk paradoks kemajuan teknologi, Keempat, patuhi aturan hukum yang berlaku dan segala bentuk perintah kedinasan serta hargai pelaksanaan tugas aparat penegak hukum di lapangan,
Kelima, para Komandan Satuan agar memberikan dukungan penuh demi suksesnya penyelenggaraan Operasi Gaktib dan Operasi Yustisi ini. Panglima TNI berharap kegiatan ini dapat membangun budaya taat hukum, disiplin dan tata tertib di lingkungan Prajurit TNI dan keluarga Besar TNI.(CN-01)

