ProMaluku, cahaya-nusantara.com
Kepala SMA Negeri 7 Ambon, Laurens Makatipu mengatakan kegiatan di SMA Negeri 7 Ambon setelah kota ambon dilanda dengan Pandemi Covid-19 pada tahun ajaran yang lalu akhirnya dapat diselesaikan termasuk penilaian akhir tahun ajaran dengan menyesuaikan dengan menggunakan daring maupun luring dan oleh karena kondisi pandemi virus Covid-19 yang hingga kini masih berlanjut maka pihaknya telah mengatur proses KBM-nya dengan kondisi yang ada di kota Ambon yang hingga kini masih diberlakukan PSBB baik yang merah, oranye, Kuning dan sebagainya itu sehingga setelah melalui inventarisasi keberadaan siswa dan guru terutama yang menggunakan HP Android dan jika perangkat komputer serta laptop maka sekolah akhirnya memutuskan KBM dalam tahun ajaran 2020/2021 dilakukan dalam beberapa bentuk yakni Daring dan Luring serta kombinasi antara Daring dan Luring.
Demikian antara lain penjelasan Kepsek Makatipu kepada wartawan di ruang kerjanya beberapa waktu lalu.
Dikatakan, dengan memperhatikan kondisi kota Ambon di mana SMA Negeri 7 berada dimana masih terdapat zona merah dan zona oranye dan lain sebagainya yang belum memungkinkan agar dilakukan proses belajar mengajar dengan cara tatap muka langsung sehingga berdasarkan petunjuk-petunjuk dari pemerintah dan arahan dari dinas pendidikan sehingga dalam perencaan sekolah akhirnya menyesuaikannya dengan terlebih dahulu melakukan inventarisasi berbagai persoalan baik siswa maupun guru dan juga dari sisi dukungan sarana prasarana yang tersedia dan akhirnya dari hasil inventarisasi ditemukan ada siswa yang memiliki fasilitas yang bisa memungkinkan proses Daring tetapi ada juga siswa yang tidak memiliki fasilitas itu sebagai contoh ada yang memiliki HP Android yang didukung oleh ketersediaan jaringan dan juga data akan tetapi ada pula yang tidak memilikinya. Di sisi lain ada guru yang sudah mahir menggunakan peralatan komputer dan HP android dalam proses belajar mengajar secara online dengan berbagai aplikasi yang ada akan tetapi ada pula yang belum menguasainya.
Dikatakan berdasarkan inventarisasi itu kemudian diputuskan proses atau KBM di sekolahnya dilaksanakan dengan menggunakan Daring dan Luring tetapi juga Daring dan Luring bagi siswa-siswa tertentu.
Disebutkan khusus untuk siswa yang memiliki HP Android dan Laptop bisa mengikuti Daring akan tetapi mengalami kesulitan dalam hal pulsa data dan juga jaringan Oleh sebab itu dalam menerapkan sistim Daring di sekolahnya menempuh dua pendekatan yakni bagi mereka yang memiliki sarana dan pulsa data yang cukup maka langsung saja dengan Daring untuk mengikuti virtual dan sebagainya akan tetapi bagi yang memiliki Android dimana tetapi tidak memiliki pulsa data atau kondisi jaringan yang tidak tersedia maka kepadanya digunakan aplikasi berbasis digital selain virtual dibuatkan LMS dimana tidak dalam.bentuk virtual tapi materinya bisa dikirim lewat WA. “Untuk Yang daring kita gunakan kombinasi virtual dan LMS”ujarnya sambil menambahkan untuk yang luring mengingat sebaran siswa yang tinggal mulai dari Poka sampai di Laha sehingga bagi mereka dibagikan buku paket dengan bantuan LKS yang dibuat oleh guru mata pelajaran sehingga mereka belajar sesuai LKS yang disediakan dan setiap satu minggu atau dua minggu sekali mereka kembali ke sekolah dengan yang yang diberikan oleh guru-gurunya.
Menariknya menurut Kepsek Makatipu, bagi mereka yang belajar Daring yang ingin memakai paket sebagaimana siswa yang belajar Luring maka sekolah menyiapkan juga kepada mereka.
Kepada wartawan Kepsek juga menjelaskan dari hasil inventarisasi kebutuhan siswa itu diperoleh sekitar 30 persen siswa yang belum memiliki Persyaratan ketersediaan pulsa data sehingga sekolah dapat membantu mereka. Demikian juga para gurunya dimana sekolah membagi pulsa data sebanyak Rp. 100.000 bagi mereka untuk membantu dalam proses atau KBMnya. (CN-01)

