KabMALTENG, cahaya-nusantara.com

Tokoh Masyarakat Seram Utara, tepat di Kecamatan  Wahai, Tatang Takaendengan meminta PLN Masohi agar dapat memperhatikan pasokan listrik bagi masyarakat Seram Utara khususnya Kecamatan Wahai yang hingga kini belum bisa menikmati jasa listrik 24 jam sementara di sisi lain kebutuhan masyarakat untuk menggunakan jasa listrik semakin meningkat bahkan mendesak.

Demikian penjelasan Takaendengan kepada wartawan melalui saluran seluler langsung dari Wahai, Sabtu, 26/09/2020.

Dikatakan, sampai saat ini lampu di wahai belum menyala 24 jam di mana lampunya hanya menyala dari sore jam 6 sampai pagi jam 8, sedangkan hari Jumat dan hari Minggu lampu  menyala dari jam 6 sore sampai jam 2 siang; itu pun seringkali terjadi pemadaman. “Hampir semua kecanatan lampunya sudah menyala siang dan malam”ujarnya. sambil menambahkan di sisi lain masyarakat terutama siswa dan para mahasiswa kesulitan untuk belajar secara online karena perangkat pembelajaran berupa komputer, laptop dan HP Android mereka tidak bisa mengakses data sebagai akibat dari tidak adanya pasokan listrik di siang hari. Demikian halnya pelaku ekonomi yang juga menggunakan jasa PLN kesulitan berakses di siang hari.

Mirisnya menurut Tatang sudah pernah 2 kali masyarakat melakukan aksi demo ke kantor PLN Wahai akan tetapi tidak mendapat jawaban dari pihak menajemen PLN.

Menurutnya Di Seluruh Kecamatan di Seram hanya Kecamatan Seram Utara saja yang mengalami hal seperti ini sedangkan di kecamatan lainnya pasokan listrik sudah maksimal selama 24 jam sehari.”Yang jadi kasihan adalah para siswa dan mahasiswa yang saat ini dituntut untuk belajar online” sebut Tatang.

Kepada wartawan Tatang mengatakan pernah mendengar alasan yang disampaikan oleh pihak PLN yang kabarnya mesin PLN itu sudah tua akan tetapi sampai saat ini tidak ada upaya dari pihak PLN untuk menambah perangkat baru atau menambah daya dari PLN untuk memenuhi kebutuan warga.

Bahkan lebih aneh lagi kata Tatang. PLN Wahai yang merupakan Kecamatan tertua ini seakan-akan tidak diperhatikan oleh PLN tetapi sebaliknya, kecamatan Kobi dan Kobisonta yang merupakan.kecamatan baru lebih diprioritaskan oleh pihak manajemen PLN sehingga di kecamatan tersebut pasokan listriknya sudah maksimal 24 jam sedangkan Wahai masih tertinggal dalam hal pasokan listrik.

Anehnya masyarakat sudah pernah 2 kali melakukan aksi demo ke PLN Wahai akan tetapi pihak PLN tetap membisu dan tidak pernah memberikan jawaban kepada warga.

Menurutnya hingga kini pihak PLN semacam cuek terhadap kebutuhan masyarakat sehingga seakan-akan tidak ada solusi bagi kebutuhan masyarakat

Ditambahkan pula sikap cuek dari PLN ini tidak saja berdampak pada para siswa dan mahasiswa akan tetapi secara keseluruhan juga berdampak pada perkembangan ekonomi kerakyatan dari masyarakat setempat. Oleh sebab itu ia berharap PLN segera menampak. pasokan listrik di kecamatan tersebut agar bisa beroperasi 24 jam sehingga masyarakat bisa keluar dari keresahan yang saat ini melanda mereka.(CN-08)

By Editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *