AMBON, cahaya-nusantara.com – Kepala SMA Xaverius Ambon, RD. Pius Titirloloby mengatakan, ujian akhir sekolahnya akan digelar pada hari Senin, 21 Maret 2022 dan dilaksanakan di sekolah dalam bentuk daring.

Demikian antara lain penjelasan pastor Pius kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin, 14/3/2022.

Dikatakan, menyusul pengumuman Walikota Ambon untuk tatap muka kembali maka sejak hari Senin tanggal 7 Maret 2022 sekolah kembali melakukan aktivitas dengan tatap muka di sekolah. Dan setelah dilakukan evaluasi tentang tatap muka terbatas sejak Januari 2022 dengan memberlakukan dua sip dengan pengurangan menit per jam pelajaran yang diperkecil, namun setelah dievaluasi ternyata kurang maksimal karena waktunya sangat singkat. Oleh sebab itu setelah masuk kembali pada tanggal 7 Maret maka diberlakukan sistim blendit dengan cara siswa masuk 50 persen di sekolah sementara 50 persen lainnya tetap mengikuti pelajaran di rumah menggunakan daring. Dengan kata lain siswa yang masuk tatap muka belajar secara off line sedangkan yang berada di rumah belajar secara daring. Dengan demikian yang semula menit jam pelajaran hanya 30 menit akhirnya dengan sistim blendit maka dinaikan menjadi 50 menit per jam pelajaran


Dikatakan penambahan menit jam pelajaran ini dimaksudkan agar para guru memiliki kesempatan yang cukup untuk penjelasan materi dan juga pembentukan karakter siswa bisa maksimal.

Selanjutnya  menurut pastor kepsek, kesempatan ini, digunakan pula untuk persiapan ujian di.mana untuk ujian sekolah sendiri dibagi atas dua bagian yakni ujian praktek dan ujian teori. Dimana untuk ujian teori dilangsungkan berbasis online

Khusus untuk ujian praktek kata pastor kepsek, karena sejak awal telah diarahkan untuk ujiannya secara daring dari rumah sehingga para gurupun telah menyampaikan materi kepada siswa yang akan melakukannya dari rumah secara daring kemudian hasilnya dalam bentuk video akan diserahkan kepada guru mapelnya.Hal itu juga telah disampaikan kepada orangtua siswa dalam rapat bersama.

Sedangkan untuk ujian teori, kata Pastor telah ada penyesuain dari rencana semua secara daring dari rumah telah dirubah untuk dilaksanakan di sekolah dalam bemtuk daring juga. Khusus untuk satu atau dua siswa yang mengalami kesulitan androidnya akan disiapkan komputer di sekolah bagi mereka

Disebutkan mengingat jumlah siswa sebanyak 100 peserta ujian maka meteka akan dibagi dalam 5 ruang belajar sehingga satu ruangan akan menampung 20 peserta.

Menurutnya pelaksanaan daring di sekolah ini juga untuk mengantisipasi penggunaan kertas yang terkadang mahal sehingga jika dilakukan secara daring berbasis android maka akan lebih murah dan lebih mudah.

Kepada wartawan Pastor Titirloloby menjelaskan ujian teori akan berlangsung selama 1 minggu dan dimulai dari tanggal 21 Maret mendatang.(CN-01)

By Editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *