Kepala SMA Negeri 4 Ambon – Laurens Makatipu, S.Pd

Ambon, cahaya-nusantara.com – Kepala SMA Negeri 4 Ambon Laurens Makatipu, S.Pd, M.Pd mengatakan pelaksnaan ujian Akhir sekolah di SMA Negeri 4 Ambon dari hari pertama sampai jumat, 25/3/2022 berlangsung dengan aman dan lancar dan diharapkan keadaan ini berlangsung sampai dengan Selasa, 29/3/2022.

Demikian antara lain penjelasan Kepsek Makatipu kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat, 25/3/2022.

Dikatakan, semua berjalan baik dimana guru dan siswa semuanya berada di sekolah tepat pada waktunya kecuali pada hari pertama ada beberapa siswa yang datang terlambat namun hari-hari selanjutnya semuanya berjalan lancar termasuk para siswa pun sudah berada di sekolah tepat pada waktunya.

Menurutnya  selain kesiapan para guru dan siswa dalam menghadapi ujian kali ini pun ditunjang dengan kesiapan peralatan yang meskipun masih terasa kurang akan tetapi tetap diusahakan untuk menjawab kebutuhan siswa saat menghadapi ujian.”Situasipun aman dari hari ke hari meskipun pada saat tertentu ada ganguan dari kistrik yang padam.namun untungnya kita melakukan 299 ujian dengan sistim offline, ujarnya.

Selanjutnya kepada wartawan Kepsek menjelaskan selama ujian berlangsung sebagian besar siswa hadir tepat pada waktunya dan hanya satu dua siswa yang kadangkala terlambat.

Dari sisi pelaksnaan ujian, kata Kepsek setelah mempertimbangkan berbagai hal terutama dari sisi peralatan dan juga ketersediaan data dan perangkat android bagi siswa maka sekolahnya menempuh kebijakan melaksanakan ujian dalam bentuk offline dimana jika dibandingkan antara jumlah siswa dan peralatan komputer yang tersedia maka diputuskan untuk  melaksanakan ujian dalam 3 sesi perhari. “Sistem atau pelaksnaannya, kita menggunakan sistim offline, memang ada beberapa pilihan waktu itu, apakah daring,  di sekolah sebagai menggunakan android atau komputer atau pensil kertas atau kita berbasis komputer offline” jelasnya sambil mengakui pertimbangan sekolah yakni jika digelar dalam bentuk daring maka ada masalah khusus bagi benerapa siswa yang tidak memiliki perangkat dan masalah umum yakni ketersediaan pulsa data bagi siswa sehingga pihaknya tidak memilih ujian daring dan juga tidak memilih cara ujian dengan menggunakan pinsil kertas dan kemudian menyiapkan perangkat dan memutuskan untuk menggelar ujian dengan cara menggunakan komputer dengan sitem offline.

Terkait dengan kebijakan yang diambil maka tersedia di sekolah 100 unit komputer siap pakei dengan beberapa cadangan lainnya dengan demikian maka jumlah siswa sebanyak 299 orang dibagi dalam 3 sesi ujian.(CN-05)

By Editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *