AMBON, cahaya-nusantara.com

Kepala SMP Negeri 7 Ambon, Hasan Tuahuns, S.Pd., M.Pd mengatakan di kota Ambon hampir sebagian besar telah melaksanakan kurikulum Merdeka, termasuk SMP Negeri 7 sendiripun juga telah menerapkan kurikulum Merdeka namun baru untuk siswa kelas 7 karena untuk kelas 8 dan 9 masih mengikuti kurikulum K-13.

Demikian antara lain penegasan Kepsek Tuahuns kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin, 20/11/2023.

Dikatakan, di dalam kurikulum Merdeka itu ada kegiatan intra, ada kegiatan proses dan ada kegiatan yang namanya projek. Dimana projek di dalam kurikulum Merdeka itu disingkat menjadi P5 dimana projek itu sudah disiapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi sudah disiapkan lengkap dengan tema-temanya secara otomatis sudah ada tinggal sekolah itu memilih sesuai dengan kondisi sekolah.

“Nah itu ada sekitar 6 projek. Nah SMP Negeri 7 Ambon untuk semester ganjil ini terutama untuk kelas 7 karena kita di sini ada 2 kurikulum. Kurikulum K-13 untuk kelas 8 dan 9, kurikulum merdeka untuk kelas 7″ujarnya seraya menambahkan itulah yang dijalankan satu tema yakni Suara Demokrasi  dan menerapkannya dalam pemilihan ketua osis.

Menurutnya melalui tema tersebut siswa diajarkan bagaimana berorganisasi, bagaimana berdemokrasi.
Selanjutnya menurut Tuahuns kebetulan tema yang diangkat adalah demokrasi maka topik yang diangkat adalah pemilihan ketua OSIS dan wakil Ketua OSIS.

“Ini berarti anak diajarkan berorganisasi, bagaimana tata cara kita memilih seorang ketua OSIS

Nah dengan demikian tahapan-tahapan yang dibuat oleh fasilitator, mulai penjaringan bakal calon, kemudian bakal calon itu menyampaikan visi misinya. Kemudian bakal calon itu melakukan debat visi-misinya dengan kandidat yang lain. Kemudian sampai dengan pemilihan dan pada puncaknya adalah pelantikan atau pengukuhan” sambungnya.

Menariknya, menurut Kepsek, pada saat tahapan-tahapan itu dilalui maka fasilitator atau guru yang mendampingi itu menilai. Jadi dalam P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) bukan produk akhir yang dilihat melainkan tetapi prosesnya yang dilihat. Karena daalam proses bisa dilihat  bagaimana jalannya sampai dapatkan seorang ketua osis.

“Prosesnya kemana? Ini kan pembelajaran yang kita tangkap dari dari anak
 Oh ya? Mulai pertama penjaringan, anak diajarkan sehingga dari konteks yang kecil ini dalam lingkup satuan pendidikan dia boleh berasumsi, oh kalau bergitu di dalam bernegara itu seperti ini. Ya…betul, ini yang diajarkan, tata cara ini yang perlu diajarkan. Kemudian ada nilai yang kita tanamkan kepada anak” jelas kepsek Tuahuns sambil menunjuk salah satu nilai yang ditanamkan adalah tanggungjawab dan yang lain adalah berpikir kritis. Sebut saja ada 4 calon dan diantaranya calon yang mana yang memiliki visi dan misi yang akan dikembangkan di sekolah SMP negeri 7 sehingga pada saatnya siswa memberikan suara itu tepat pada calon yang tepat pula.

Selanjutnya kepada wartawan Tuahuns menjelaskan setelah melalui proses-proses yang ada maka Ketua osis yang terpilih untuk periode 2023/2024  adalah SARGIO da Costa yang berasal dari siswa kelas VIII.(CN-05)

By Editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *