AMBON, cahaya-nusantara.com

Kepala SMP Negeri 7 Ambon, Hasan Tuahuns,S.Pd,M.Pd Mengatakan SMP negeri 7 salah satu SMP yang ditunjuk oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi sebagai sekolah Presisi yang dalam programnya mengacu pada program penguatan karakter yang bernuansa Seni yang tidak hanya untuk mata pelajaran seni saja akan tetapi untuk seluruh mata pelajaran di sekolah.

Demikian antara lain penjelasan Kepsek Tuahuns kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin, 20/11/2923.

Dikatakan, presisi itu untuk Kota Ambon itu diwakili oleh 4 sekolah SMP dan 2 SMA yaitu SMP Negeri 7 Ambon, SMP Negeri 10 Ambon, SMP Negeri 11 Ambon dan SMP Al Watan yang mewakili Maluku untuk menjalankan program presisi.

Menurutnya program presisi itu kalau dilihat hampir sama dengan P5 (Projek penguatan  Profil Pelajar Pancasila) dalam kurikulum Merdeka, hanya bedanya untuk presisi itu temanya atau topiknya dimunculkan oleh peserta didik itu sendiri sesuai dengan realita yang ada, apakah kondisi di lingkungan sekolah, ataukah di lingkungan masyarakat ataupun di lingkungan keluarga, sementara P5 itu temanya telah disiapkan oleh kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan teknologi tinggal sekolah memilih sedangkan presisi itu soal ide dan gagasan muncul dari siswa.

“Dengan demikian saya kira bagus sekali karena anak-anak kita punya kemampuan, punya keterampilan” ujarnya.

Menurutnya ketika memberikan pengertian dan penjelasan kepada siswa maka mereka akhirnya dapat menentukan beberapa topik, di antaranya masalah broken home yang seringbterjadi di lingkungan keluarga, di lingkungan masyarakat.

Menurutnya ide dan gagasan dari kelompok pertama ini sangat bagus saat mereka memaparkan materinya dimana dirinya menyaksikan secara langsung bersama dengan fasilitator yang ditunjuk dari kota.
Kemudian ada pula kelompok yang menyampaikan masalah buling atau kekerasan.

Menurutnya materi ini pun sangat bagus dipaparkan oleh kelompok kedua dimana hasil pemaparannya juga menggugah para guru dan tim fasilitator yang hadir sebab yang disampaikan oleh siswa adalah kenyataan yang sering terjadi.

Dan kelompok ketiga mengangkat masalah lingkungan dimana yang mereka soroti adalah terjadi pencemaran di mangrof di depan PLN Poka. Para siswa turun ke lokasi mengambil foto di lokasi dan ide itu mereka angkat dan dibawa dalam pemaparan di kelas.

“Hasil pemaparan ini yang akan kita teruskan kepada maayarakat bahwa inilah temuan dari siswa SMP Negeri 7 dan bagaimana kalau wilayah itu kita jadikan sebagai objek wisata sehingga ada kepedulian masyarakat untuk menjaga lingkungan supaya memberikan nuansa yang baik kepada kota imi secara umum” sambung Tuahuns.

Dijelaskan dalam bulan November ini akan datang tim dari jakarta untuk melakukan penilaian jika sekolahnya berhasil maka akan mewakili kota Ambon dan provinsi Maluku ke Jakarta nanti.(CN-05)

By Editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *