AMBON, cahaya-nusantara.com

Kepala SMP Negeri 7 Ambon, Hasan Tuahuns, S.Pd., M.Pd mengatakan Juanito Nocolas Limba, siswa kelas IX SMP Negeri 7 Ambon berhasil menyabet Golden Winner dalam lomba National English And Science Olympic (NESO) 2023 yang dilaksanakan oleh lembaga GLOBAL HOUSE.

Demikian antara lain keterangan Kepsek Tuahuns kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin, 20/11/2023.

Dikatakan, ada beberapa kegiatan yang diikuti oleh peserta didik dari sekolahnya yang dilakukan secara online oleh sebuah lembaga yang namanya Global House, sebuah lembaga secara independen yang lepas dari pemerintah.
Lembaga ini membuat sebuah kegiatan lomba, yaitu lomba dalam bidang bahasa Inggris dalam bidang sains.

Menurutnya lembaga ini berkedudukan di Malang, Jawa Timur dan menggelar kegiatan secara online, dimana siswa di sekolahnya sekitar 20an orang ikut berlomba secara online yang mana semuanya diikuti dalam bahasa Inggris ternyata syukur Alhamdulilah, puji Tuhan  ternyata salah seorang siswa dari SMP Negeri 7 yakni Juanito Nocolas Limba, siswa kelas IX mendapat nilai yang hampir sempurna yakni memperoleh nilai 900 lebih dan mendapat sebuah medali yang namanya Golden Winner yang telah diserahkan kepada siswa yang bersangkutan dengan mengundang orangtua siswa untuk hadir di sekolah karena menurutnya keberhasilan siswa ini juga tidak lepas dari keterlibatan orang tua juga selain guru di sekolah.

“Jadi ini mereka tes online, mereka dapat sertifikat, ada mendapat medali dan salah satunya kita punya anak yang dapat medali yang namanya Golden Winner dan kemudian mendapat sertifikat, saya sudah serahkan untuk dia. “ujarnya sambil menambahkan bukan saja 20 orang akan tetapi ke depan akan ada banyak lagi yang mengikuti lomba ini dalam rangka untuk memajukan anak-anak ini.

Tuahuns berharap mudah-mudahan setelah anak ini bersama teman teman lulus dari SMP Negeri 7 mereka sudah punya kemampuan. Oleh sebab pihak sekolah selalu memberikan dorongan.

“Saya selalu dalam pertemuan, apel atau upacara saya sering memberikan motivasi, mudah mudahan bukan saja 20 orang ini saja, bila perlu semuanya ikut lomba untuk terbiasa dengan soal-soal yang dibuat secara nasional agar mereka punya kemampuan untuk menjawab tanpa ada bantuan dari satu pun guru

“Saya kemarin memberikan pengarahan kepada guru pendampingnya, berikan penguatan untuk mereka, ketika dalam tes atau lomba, biarkan mereka sendiri bekerja supaya untuk kita mengukur kemampuan anak dan kemampuan guru dalam memberikan pengetahuan, ilmu kepada anak.

Jadi Implementasinya saya sampaikan umtuk ibu-ibu dan bapak guru bahwa pengetahuan dan ilmu yang kita berikan bagaimana kalau kita menguji sesuai dengan kemampuan atau tidak siswa tergantung dari implementasi anak dalam mengikuti lomba.”pungkasnya.(CN-05)

By Editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *