AMBON, cahay-nusantara.com

Sejarah lahirnya Kota Ambon kembali menjadi bahan diskusi hangat dalam sebuah forum bertajuk “Ambon Menggugat” yang digelar oleh komunitas Babunyi.co. Acara ini berlangsung di Coffee Bahasa Basudara, Lateri, Kecamatan Baguala, pada Senin, (24/3/2025), menghadirkan perdebatan menarik mengenai tanggal yang benar sebagai hari jadi Kota Ambon,apakah 25 Maret 1576 atau 7 September 1575.

Alvin Talabessy, Koordinator Babunyi.co sekaligus penggagas diskusi ini, menuturkan bahwa keresahan mengenai tanggal lahir Kota Ambon sudah lama menggelitik pikirannya. Sejak kecil, ia sering mendengar cerita dari kakeknya, yang lahir pada 1925, bahwa ulang tahun Kota Ambon sebenarnya jatuh pada 25 Maret 1576, bukan 7 September 1575 seperti yang selama ini diperingati secara resmi.

“Opa pernah bilang ke saya: ‘Nyong, ulang tahun Kota Ambon itu sebenarnya bukan 7 September, tapi 25 Maret 1576’,” ungkap Alvin menirukan pernyataan kakeknya.

Namun, baru pada 2011 atau 2013, Alvin mulai menemukan bukti yang mendukung pernyataan tersebut. Ia membaca artikel yang ditulis oleh wartawan senior, Azis Tuni, yang menyoroti adanya anomali dalam penetapan Hari Ulang Tahun Kota Ambon. Diskusi kecil pun mulai berkembang, terutama di kalangan pegiat seni, melalui media sosial seperti Facebook.

Menurut hasil penelusuran Alvin dan rekan-rekannya, tanggal 25 Maret 1576 memiliki korelasi erat dengan pembangunan Benteng Nossa Senhora da Anunciada, yang kemudian berganti nama menjadi Benteng Victoria dan akhirnya New Victoria. Sejak saat itu, Alvin memutuskan untuk merayakan ulang tahun Kota Ambon secara pribadi pada 25 Maret dan mengampanyekan diskusi sejarah ini kepada lebih banyak orang.

Keinginannya untuk menggugah kesadaran publik sempat tertunda akibat pandemi COVID-19. Namun, upayanya tak surut, hingga akhirnya diskusi ini dapat terlaksana pada 2025 dengan menghadirkan dua narasumber utama, yakni akademisi dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Prodi Sejarah, Johan Pattiasina,S.Pd.,M.A serta wartawan senior sekaligus sastrawan, Rudy Fofid.

Acara ini juga dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Kota Ambon, termasuk Asisten I Bidang Kesra dan Pemerintahan, Dra. Selly S.P. Kalahattu, M.Si, serta Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata Kota Ambon, Esaf Malioy.

Diskusi ini diharapkan dapat membuka ruang kajian lebih luas untuk menelusuri kembali fakta sejarah lahirnya Kota Ambon serta mendorong pemerintah dan masyarakat untuk lebih kritis dalam memahami warisan sejarah daerah.

Sejauh ini, perdebatan mengenai tanggal lahir Kota Ambon masih berlanjut. Namun, satu hal yang pasti, upaya komunitas Babunyi.co bersama rekan rekannya telah membuka kembali diskursus sejarah yang mungkin selama ini terabaikan.(CN-02)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *