AMBON, cahaya-nusantara.com

Di tengah laju cepat era digitalisasi pendidikan, SMA Kristen YPKPM Ambon mengambil langkah berani yang tak hanya mengikuti arus, tapi juga mengarahkan arah. Sekolah ini kini mencuat sebagai satu-satunya mitra resmi Google Indonesia di Provinsi Maluku dan tengah bersiap meraih predikat prestisius Google Reference School.

Namun bukan sekadar soal teknologi. Di balik derap modernisasi, sekolah ini justru memelopori pendekatan yang memadukan transformasi digital dengan penguatan nilai literasi konvensional. Program unggulan bertajuk “SERASI” (Sehari Berliterasi) menjadi wajah utama dari komitmen tersebut.

“Anak-anak hari ini memang tumbuh bersama teknologi, tapi mereka juga tetap butuh pijakan nilai,” ujar Kepala SMA Kristen YPKPM Ambon, Donal Wolter Dias, saat ditemui usai menerima kunjungan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku, Jumat (25/7/2025).

SERASI: Satu Hari untuk Kembali ke Buku.

Lewat program SERASI, para siswa didorong untuk meninggalkan layar sejenak dan kembali meresapi buku bacaan fisik baik yang dibawa dari rumah maupun dipinjam dari perpustakaan sekolah. Kegiatan ini dijadwalkan rutin setiap pekan.

Namun membaca saja tidak cukup. Seusai sesi membaca, para siswa diajak mengikuti tantangan menarik seperti kuis, permainan edukatif, hingga diskusi interaktif yang mengangkat isi bacaan mereka.

“Kami ingin membentuk kemampuan berpikir kritis, menumbuhkan keberanian berpendapat, dan tentu saja meningkatkan pemahaman mereka atas bacaan,” lanjut Dias. “Ini adalah bentuk literasi yang hidup bukan hanya sekadar membaca, tapi menghidupkan isi bacaan dalam aktivitas belajar.”

Menjadi Modern Tanpa Melupakan Akar.

Di saat banyak institusi pendidikan terpaku pada digitalisasi penuh, SMA Kristen YPKPM justru memilih jalur integratif. Teknologi dimanfaatkan secara maksimal, namun budaya literasi konvensional tetap dijaga.

“Digitalisasi adalah keniscayaan. Tapi kami tidak ingin anak-anak hanya pintar secara teknologi tapi hampa nilai,” tegas Dias.
“Program SERASI adalah jembatan antara dua dunia modernitas dan kearifan lokal.”

Langkah ini sejalan dengan upaya sekolah menuju pengakuan sebagai Google Reference School, sebuah predikat yang mengharuskan institusi menerapkan ekosistem pembelajaran digital secara menyeluruh dan berdampak.

Konsistensi SMA Kristen YPKPM Ambon dalam menjaga keseimbangan antara literasi digital dan budaya baca fisik menjadi teladan yang langka. Di saat buku fisik seringkali dianggap ketinggalan zaman, sekolah ini justru menghidupkannya kembali sebagai bagian integral dari pendidikan karakter.

“Anak-anak Maluku harus jadi generasi yang adaptif terhadap zaman, tapi tetap punya akar yang kuat. Kami ingin mereka cakap secara teknologi, namun juga peka terhadap nilai, sosial, dan budaya,” tutup Dias penuh keyakinan.

Dengan semangat ini, SMA Kristen YPKPM Ambon membuktikan bahwa masa depan pendidikan tidak tercabut habis dari nilai-nilai luhur. Justru lewat harmonisasi antara teknologi dan budaya literasi, sekolah ini telah menyalakan nyala baru dalam dunia pendidikan Indonesia.(CN-02)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *