
AMBON, cahaya-nusantara.com
Karateker Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Kota Ambon yang juga Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Ambon, Dessy Hallauw, SH., MH. memastikan pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) SOKSI Kota Ambon akan digelar setelah rangkaian perayaan HUT ke-61 Partai Golkar.
Ditemui di Gedung DPRD Kota Ambon, Selasa (7/10/2025), Hallauw menegaskan bahwa saat ini pihaknya terus melakukan konsolidasi internal sebagai langkah persiapan menuju Muscab. Namun, jadwal kegiatan tersebut disesuaikan dengan agenda besar Partai Golkar, mengingat SOKSI merupakan salah satu organisasi pendiri partai berlambang pohon beringin itu.
“Katong menyesuaikan dengan agenda agenda dari Partai Golkar karena sementara ini rata-rata SOKSI itu di-include masuk ke dalam panitia HUT Golkar baik di provinsi maupun kota. Jadi kemungkinan Muscab dilakukan setelah seluruh rangkaian HUT selesai,” jelas Hallauw.
Menurutnya, semula Muscab direncanakan berlangsung pada pertengahan Oktober 2025, namun karena adanya rangkaian kegiatan HUT Golkar ke-61, pelaksanaannya akan digeser ke awal November 2025.
“Sebenarnya sudah diagendakan pertengahan Oktober, tapi karena ada agenda rangkaian HUT Golkar, maka Muscab baru bisa dilakukan setelah itu,” tambahnya.
Soroti Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Selain membahas agenda organisasi, Hallauw juga menyoroti pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Ambon. Ia menyampaikan rasa prihatin terhadap sejumlah kendala teknis yang muncul di lapangan dan memberikan saran konstruktif bagi pemerintah daerah.
“Yang pasti Katong prihatin dengan kondisi yang terjadi. Saran dari Beta sebagai Ketua Karateker SOKSI Kota Ambon, mungkin pemerintah bisa memperbanyak lagi dapur dapur umum supaya potensi permasalahan bisa dikurangi,” ujarnya.
Hallauw menjelaskan, pelaksanaan MBG membutuhkan sistem pengawasan yang ketat dan perencanaan logistik yang matang. Ia menilai, satu dapur yang harus menyiapkan hingga 3.000 porsi makanan dalam waktu singkat tentu menjadi tantangan besar dari sisi waktu dan tenaga.
“Kalau satu dapur menyiapkan 3.000 ompreng dalam beberapa jam saja, itu sangat sulit dilakukan. Jadi pengawasan akan lebih tertata kalau jumlah dapur diperbanyak dan kapasitas per dapur dikurangi,” tegasnya.
Menurut Hallauw, langkah itu penting untuk memastikan kualitas dan ketepatan distribusi makanan kepada penerima manfaat program MBG. Ia berharap pemerintah kota dapat melakukan evaluasi menyeluruh agar tujuan utama program, yakni meningkatkan gizi masyarakat, benar benar tercapai.
“Prinsipnya, program ini sangat baik dan berpihak kepada rakyat kecil. Tapi pelaksanaannya perlu pengawasan dan manajemen yang lebih efektif,” pungkasnya.
Dengan semangat konsolidasi dan kepedulian sosial yang tinggi, SOKSI Kota Ambon di bawah kepemimpinan Dessy Hallauw terus menunjukkan komitmen dalam mendukung program program pemerintah dan Partai Golkar, sekaligus memperjuangkan kesejahteraan masyarakat Kota Ambon.(CN-02)
