AMBON, cahaya-nusantara.com

Bertempat di Kezia, Sabtu (20/12/2025), Pemerintah Kota Ambon meresmikan penyaluran air bersih ke wilayah yang selama puluhan tahun belum tersentuh layanan dasar tersebut.
Program ini menjadi bagian dari realisasi Program Prioritas Pertama dalam 17 Program Unggulan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon periode 2025–2030.

Peresmian dilakukan langsung oleh Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, bekerja sama dengan Perumda Tirta Yapono. Momentum ini disambut antusias oleh masyarakat setempat yang selama ini harus berjuang memenuhi kebutuhan air bersih secara mandiri.

Acara peresmian turut dihadiri Direktur Perumda Tirta Yapono, anggota DPRD Kota Ambon, pimpinan OPD lingkup Pemkot Ambon, serta warga Kezia yang menjadi penerima manfaat program tersebut.

Wali Kota menegaskan bahwa penyediaan air bersih bukan sekadar janji politik, melainkan komitmen nyata pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Janji kami tentang 17 program prioritas bukan hanya disampaikan saat kampanye, tetapi menjadi komitmen resmi Pemerintah Kota Ambon. Salah satunya memastikan warga yang selama ini belum menikmati air bersih, kini mulai terlayani,” ujar Wattimena.

Ia mengungkapkan, hingga saat ini Pemkot Ambon telah membuka enam titik akses air bersih di berbagai wilayah, sementara pengerjaan jaringan masih terus berlangsung di kawasan Amori.

Menurutnya, salah satu capaian yang patut disyukuri adalah adanya warga yang telah bermukim lebih dari 20 tahun di Ambon, namun baru pertama kali merasakan layanan air bersih dari pemerintah.

“Hari ini akses utama sudah tersedia. Tinggal pemasangan jaringan ke rumah-rumah warga. Sampai akhir tahun ini, sekitar 2.000 kepala keluarga telah menikmati akses air bersih,” jelasnya.

Wattimena menambahkan, pengelolaan air bersih sepenuhnya akan dilakukan oleh Perumda Tirta Yapono dengan sistem meteran, sehingga pembayaran disesuaikan dengan jumlah pemakaian.
Pemerintah Kota Ambon juga memberikan kebijakan relaksasi biaya pemasangan, termasuk skema cicilan bagi masyarakat kurang mampu. Bahkan, Wali Kota mengajak pihak-pihak yang memiliki kemampuan ekonomi untuk turut membantu sesama warga.

“Kalau ada yang mampu, bisa membantu satu rumah atau lebih. Ini bagian dari semangat gotong royong, saling membantu antarwarga,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa pengelolaan oleh PDAM akan meminimalisir potensi konflik antarwarga yang kerap terjadi akibat pengelolaan air secara swadaya.

“Kalau sudah dikelola PDAM, tidak ada lagi baku malawang. Prinsipnya jelas, pakai jasa berarti wajib membayar sesuai ketentuan,” tegas Wali Kota.
Tantangan Wilayah Ketinggian
Terkait masih adanya wilayah yang puluhan tahun belum terjangkau air bersih, Wali Kota mengakui tantangan utama terletak pada keterbatasan sumber air serta tingginya biaya distribusi, terutama untuk daerah dengan kontur pegunungan.

Meski demikian, Pemkot Ambon berkomitmen melanjutkan perluasan jaringan air bersih ke wilayah-wilayah lain, termasuk kawasan Benteng dan daerah-daerah dengan kondisi geografis sulit.
Ke depan, pemerintah daerah juga membuka peluang kerja sama dengan investor guna mempercepat penuntasan persoalan air bersih di Kota Ambon.
Program ini mendapat respons positif dari masyarakat. Salah satunya disampaikan Joni Siahainenia, Ketua RW 007 Kampung Siwang, yang menyampaikan apresiasi atas perhatian nyata pemerintah setelah lebih dari dua dekade warganya hidup tanpa akses air bersih.

“Kami sangat antusias. Realisasi ini bahkan melampaui ekspektasi kami. Setelah lebih dari 20 tahun, akhirnya ada perhatian nyata dari pemerintah,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, Kampung Siwang berada di ketinggian sekitar 400 meter di atas permukaan laut, yang sebelumnya dianggap mustahil dijangkau jaringan PDAM.

“Dulu rasanya tidak mungkin PDAM bisa sampai ke sini. Tapi hari ini, yang tidak mungkin akhirnya menjadi kenyataan,” ujarnya.

Saat ini, sekitar 135 rumah telah terdata sebagai penerima manfaat, dengan potensi bertambah hingga 150 rumah di RT 04 dan RT 05 RW 07. Warga berharap setelah proses sosialisasi selesai, seluruh persyaratan dapat dipenuhi agar layanan air bersih dapat berjalan berkelanjutan.

“Atas nama warga, kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Ambon, Perumda Tirta Yapono, dan seluruh OPD terkait. Air bersih akhirnya mengalir di tempat kami,” tutup Joni.(CN-02)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *