
AMBON, cahaya-nusantara.com
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswi Universitas Pattimura (Unpatti). Claris Fransiska Lali Neka, S.P., lulusan Fakultas Pertanian Jurusan Agribisnis tahun 2026, berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00 dengan masa studi hanya 3 tahun 3 bulan. Capaian ini semakin istimewa karena ia merupakan penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.
Perjalanan Claris menuju keberhasilan tidaklah mudah. Berasal dari keluarga ekonomi menengah ke bawah, ia sempat ragu untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Bahkan, selepas lulus SMA, ia berencana langsung bekerja untuk membantu keluarga.
“Awalnya saya tidak berniat kuliah karena melihat kondisi ekonomi keluarga. Tapi papa meyakinkan bahwa saya bisa kuliah, dan itu menjadi semangat besar bagi saya,” ungkap Claris.
Kesempatan untuk melanjutkan pendidikan terbuka setelah ia mendapatkan informasi mengenai beasiswa KIP Kuliah melalui media sosial. Dengan tekad kuat, ia mendaftar dan memenuhi seluruh persyaratan yang dibutuhkan. Namun di awal perkuliahan, ia sempat dihadapkan pada tantangan biaya.
“Saat mengetahui UKT saya tiga juta, saya sempat menangis karena merasa terlalu berat. Tapi papa bilang tetap lanjut saja. Puji Tuhan, setelah itu saya dinyatakan lulus sebagai penerima beasiswa KIP,” tuturnya.
Selama menempuh pendidikan, Claris mengandalkan beasiswa KIP untuk membiayai kuliah sekaligus kebutuhan hidup. Ia menerima bantuan biaya hidup sekitar Rp5,7 juta per semester, sementara biaya UKT ditanggung langsung oleh program tersebut.
Tak hanya fokus pada akademik, Claris juga aktif dalam berbagai kegiatan kampus. Ia terlibat dalam penelitian bersama dosen di sejumlah wilayah seperti Sakarua, Hitu, hingga Tual. Selain itu, ia pernah menjabat sebagai Ketua Inkubator Bisnis Selada dan berhasil memperoleh pendanaan proposal sebesar Rp50 juta dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).
“Beasiswa ini bukan hanya membantu secara finansial, tapi juga membuka banyak kesempatan untuk berkembang. Itu yang memotivasi saya untuk terus berprestasi,” katanya.
Puncak kebanggaan Claris terjadi saat prosesi wisuda periode April 2026, ketika ia dipercaya mewakili wisudawan untuk menyampaikan pesan dan kesan. Pada momen tersebut, ia juga mendapatkan perhatian khusus dari Wakil Ketua MPR RI, Dr. Eddy Soeparno, S.H., M.H.
Dalam orasi ilmiah yang disampaikan di Auditorium Unpatti, Kamis (23/4/2026), Eddy Soeparno mengapresiasi perjuangan Claris yang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT) dan berhasil menyelesaikan studi dengan hasil gemilang.
“Ini bukti bahwa keterbatasan ekonomi bukan halangan untuk meraih pendidikan tinggi. Saya berkomitmen akan memperjuangkan beasiswa S2 bagi Ananda Claris. Jika tidak memungkinkan, saya siap membantu secara pribadi,” tegasnya.
Mendengar hal tersebut, Claris mengaku terharu dan tidak menyangka akan mendapatkan dukungan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister. Ia pun semakin mantap mengejar cita-citanya menjadi dosen.
“Saya ingin lanjut S2 dan menjadi dosen. Dulu sempat ragu, tapi sekarang saya yakin harus terus berjuang,” ujarnya.
Di akhir wawancara, Claris berpesan kepada generasi muda, khususnya yang berasal dari keluarga kurang mampu, agar tidak menyerah dalam mengejar pendidikan.
“Yakinkan diri bahwa selalu ada jalan. Jangan patah semangat, libatkan orang tua, dan yang paling penting jangan lupa berdoa,” pesannya.
Kisah Claris menjadi bukti nyata bahwa program KIP Kuliah mampu membuka akses pendidikan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu, sekaligus melahirkan generasi berprestasi yang siap berkontribusi bagi bangsa.(CNmy)
