Ambon, cahaya-nusantara.com

Upaya meningkatkan kompetensi kader terus dilakukan Badan Pengurus Cabang (BPC) Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Ambon Masa Bakti 2026–2028. Melalui Bidang Agraria Maritim, organisasi ini menyelenggarakan Pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bertema “Penerapan Pengelolaan Lingkungan di Industri” yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting, Jumat (31/7/2026).

Pelatihan tersebut menjadi salah satu program kebijakan Bidang Agraria Maritim yang dipimpin Ketua Bidang Leonard Manuputty bersama Sekretaris Bidang Radhy Ayal. Kegiatan dirancang untuk memperluas wawasan kader mengenai penerapan sistem K3, pengelolaan lingkungan hidup, serta pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di sektor industri sebagai bekal menghadapi dunia kerja.

Praktisi lingkungan hidup industri, Andreas Ronaldo Pratama Lakafin, S.ST., M.Sc., hadir sebagai pemateri utama. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa pengelolaan lingkungan hidup tidak dapat dipisahkan dari aktivitas industri modern karena berkaitan langsung dengan keberlanjutan usaha, keselamatan pekerja, serta perlindungan ekosistem.

Mengacu pada Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Andreas menjelaskan bahwa pengelolaan lingkungan dilakukan melalui enam tahapan, yakni perencanaan, pemanfaatan, pengendalian, pemeliharaan, pengawasan, dan penegakan hukum. Menurutnya, seluruh tahapan tersebut harus berjalan secara terpadu agar pencemaran maupun kerusakan lingkungan dapat dicegah secara efektif.

Selain aspek regulasi, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai tata kelola limbah B3. Andreas menerangkan bahwa lokasi penyimpanan limbah wajib memenuhi berbagai persyaratan teknis, seperti berada di kawasan yang aman dari banjir maupun bencana alam lainnya, memiliki kondisi tanah yang memenuhi standar, serta berada di bawah pengawasan pihak yang bertanggung jawab.

Ia juga memaparkan berbagai jenis fasilitas penyimpanan limbah B3, mulai dari bangunan penyimpanan, kontainer, silo, tangki hingga waste pile dan waste impoundment. Setiap fasilitas tersebut, katanya, harus didukung dengan sarana keselamatan seperti peralatan P3K, perlengkapan penanganan tumpahan limbah, fasilitas pemadam kebakaran, serta perangkat tanggap darurat lainnya guna meminimalkan risiko kecelakaan maupun pencemaran lingkungan.

Menurut Andreas, penerapan K3 seharusnya tidak hanya dipandang sebagai kewajiban untuk memenuhi regulasi, tetapi menjadi budaya kerja yang mampu menciptakan lingkungan industri yang aman, sehat, produktif, dan berkelanjutan.

Pelatihan berlangsung interaktif. Kader dan anggota aktif GMKI Cabang Ambon memanfaatkan sesi diskusi untuk mengajukan berbagai pertanyaan terkait implementasi K3 di dunia kerja, pengelolaan limbah B3, hingga peluang berkarier di bidang keselamatan kerja dan lingkungan hidup.

Ketua Cabang BPC GMKI Ambon Masa Bakti 2026–2028, Renno L. Z. Patty, memberikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, pengembangan kapasitas kader melalui pelatihan profesional merupakan langkah nyata organisasi dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas.

“GMKI harus mampu melahirkan kader yang tidak hanya memiliki kemampuan berpikir kritis, tetapi juga kompetensi profesional yang dibutuhkan masyarakat dan dunia kerja. Pelatihan seperti ini menjadi investasi penting dalam membangun kualitas kader yang siap memberi kontribusi bagi gereja, bangsa, dan negara,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Agraria Maritim BPC GMKI Ambon, Leonard Manuputty, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen bidangnya dalam menghadirkan program yang berorientasi pada pengembangan kompetensi kader.

Ia menjelaskan bahwa Bidang Agraria Maritim tidak hanya berfokus pada kajian isu-isu strategis seperti agraria, kemaritiman, lingkungan hidup, maupun Proyek Strategis Nasional (PSN), tetapi juga ingin membekali kader dengan kemampuan praktis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

“Kami ingin menghadirkan keseimbangan antara kemampuan berpikir kritis terhadap berbagai persoalan kebangsaan dengan peningkatan kompetensi profesional. Harapannya, kader GMKI Ambon memiliki bekal pengetahuan, keterampilan, dan integritas sehingga mampu bersaing di dunia kerja sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan yang berkelanjutan,” kata Leonard.

Melalui pelatihan tersebut, BPC GMKI Ambon berharap lahir kader-kader yang tidak hanya memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan hidup dan keselamatan kerja, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang profesional, adaptif, serta berdaya saing dalam menjawab tantangan pembangunan nasional. (CNi)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *