TANIWEL, cahaya-nusantara.com

Di tengah ketidakpastian dan duka yang menyelimuti warga Dusun Patahue, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menunjukkan sikap tegasnya sebagai pelopor solidaritas kemanusiaan. Pemkot Ambon tercatat sebagai pemerintah daerah kabupaten/kota pertama di Maluku yang secara langsung menyalurkan bantuan logistik kepada para korban konflik sosial di wilayah tersebut, Selasa (15/9/2026).

Bantuan diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Sosial Kota Ambon, drg. Wenddy Pelupessy, M.Kes, yang mewakili Wali Kota Bodewin M. Wattimena dan Wakil Wali Kota Ely Toisutta. Rombongan tiba di posko pengungsian Desa Taniwel setelah menempuh perjalanan laut menggunakan KMP Roka Tenda dari Pelabuhan Hunimua, Kabupaten Maluku Tengah. Kedatangan mereka disambut hangat oleh Camat Taniwel, Jeklin E. Niwele, beserta jajarannya.

Total bantuan yang dibawa meliputi kebutuhan pokok strategis, yakni dua ton beras, 100 karton mi instan, 100 kilogram gula pasir, 1.000 kaleng ikan sarden, serta 20 karton minyak goreng. Bantuan ini ditujukan untuk meringankan beban hidup 41 kepala keluarga atau sekitar 142 jiwa yang terpaksa mengungsi setelah 29 rumah mereka hangus terbakar dalam insiden konflik beberapa waktu lalu.

Dalam sambutannya, Wenddy Pelupessy menyampaikan pesan mendalam dari Wali Kota Ambon. Ia menjelaskan bahwa Wali Kota sangat berkeinginan hadir langsung, namun karena keterbatasan jadwal, ia ditugaskan untuk menjadi perpanjangan tangan pemerintah kota.

“Pak Wali Kota sangat prihatin dengan kondisi yang menimpa bapak dan ibu. Kita semua tidak menginginkan kejadian ini terjadi. Tetaplah sabar dan selalu berada dalam lindungan Tuhan,” ujar Wenddy sambil menyerahkan bantuan. Ia berharap bantuan ini dapat menjadi sedikit penopang bagi warga selama masa pengungsian hingga situasi kembali kondusif.

Camat Taniwel, Jeklin E. Niwele, mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam atas kepedulian Pemkot Ambon. Menurutnya, kehadiran bantuan dari luar daerah, khususnya dari Kota Ambon, memberikan semangat baru bagi para pengungsi yang sedang menghadapi masa sulit. “Bantuan ini sangat berarti untuk meringankan beban warga Patahue yang saat ini sangat membutuhkan uluran kasih,” katanya.

Langkah Pemkot Ambon ini menjadi simbol penting bahwa batas administratif tidak boleh membatasi rasa kemanusiaan. Di saat banyak pihak masih menunggu, Pemkot Ambon memilih untuk bertindak cepat, membuktikan bahwa solidaritas antar-wilayah di Maluku tetap hidup dan kuat meski dihadapkan pada tantangan konflik sosial. Warga Patahue kini berharap bantuan ini menjadi awal dari pemulihan trauma dan percepatan kembalinya stabilitas keamanan di dusun mereka.(CNmy)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *