
AMBON, cahaya-nusantara.com
Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon resmi memperkuat kemitraan strategis dengan Pemerintah Selandia Baru melalui program New Zealand Maluku Energy Transition and Skills (NZMATES) Fase 2. Dalam audiensi yang berlangsung di Balai Kota Ambon, Senin (14/9/2026), kedua belah pihak sepakat untuk berkolaborasi dalam pengembangan energi terbarukan, pengelolaan lingkungan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) aparatur daerah.
Kunjungan Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, Phillip Taula, ini merupakan bagian dari peluncuran program kerja sama lima tahun (2026–2031) yang melibatkan Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM. Menariknya, Kota Ambon ditunjuk sebagai lokasi kantor operasional Program Management Office (PMO) NZMATES, yang didukung oleh konsorsium institusi Selandia Baru dan Yayasan Mercy Corps Indonesia.
Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, menyambut positif inisiatif ini. Ia menekankan bahwa sebagai wilayah kepulauan, Ambon memiliki ketergantungan tinggi pada pasokan energi yang stabil dan bersih. “Kota Ambon sangat terbuka untuk bekerja sama. Transisi ke energi terbarukan bukan hanya soal lingkungan, tapi juga kebutuhan vital untuk ketahanan energi pulau-pulau kecil,” ujar Wattimena.
Selain isu energi, pertemuan tersebut juga menyoroti tantangan pengelolaan sampah. Wali Kota mengungkapkan bahwa produksi sampah harian di Ambon saat ini mencapai sekitar 300 ton. Angka ini memang belum memenuhi ambang batas minimal 1.000 ton per hari yang dibutuhkan untuk menerapkan teknologi waste-to-energy (sampah menjadi energi). Namun, Pemkot tetap berkomitmen menangani persoalan sampah, terutama sampah maritim yang mencemari pesisir, melalui kolaborasi dengan berbagai pihak termasuk LSM internasional.
“Meski skala sampah kita belum cukup untuk pembangkit listrik tenaga sampah, kami akan terus berinovasi dalam penanganan limbah, khususnya yang berdampak pada laut,” jelasnya.
Di sisi peningkatan kapasitas manusia, Duta Besar Phillip Taula mengumumkan ketersediaan 65 kuota beasiswa dan short course bagi staf pemerintah daerah. Program ini dirancang untuk membekali aparatur sipil dengan keahlian teknis dan manajerial terkini dalam transisi energi dan pembangunan berkelanjutan.
Audiensi juga menyentuh isu strategis lainnya, seperti penyediaan air bersih yang terkendala kondisi geografis Ambon, serta pentingnya menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat yang majemuk. Melalui kemitraan ini, Pemkot Ambon berharap dapat mempercepat transformasi menuju kota yang lebih hijau, tangguh, dan memiliki birokrasi yang kompeten di mata internasional.(CNmy)
