
AMBON, cahaya-nusantara.com
Baru sepekan dipercayakan memimpin Polsek Nusaniwe, IPTU Rudy Ahab, SH langsung turun ke tengah masyarakat. Safari Kamtibmas menjadi langkah awalnya untuk membangun komunikasi sekaligus memperkuat sinergi dengan warga dalam menjaga keamanan di wilayah hukum Polsek Nusaniwe.
Safari Kamtibmas dilakukan Rudy saat menyambangi jemaat GPM Menara Kasih, Minggu (9/8/2026). Di hadapan Ketua Majelis Jemaat, barisan pelayan serta seluruh jemaat, Rudy menyampaikan pesan Kamtibmas sekaligus meminta dukungan sekaligus mengajak Masyarakat untuk bersama sama menjaga keamana dan ketertiban di lingkungan masing masing.
Rudy mengawali penyampaiannya dengan mengucapkan terima kasih kepada pihak gereja yang telah memberikan kesempatan kepadanya untuk berbicara di tengah jemaat.
Ia kemudian memperkenalkan kembali dirinya sebagai putra Mangga Dua, Nusaniwe. Sebelum dipercaya menjabat Kapolsek Nusaniwe, Rudy pernah mengemban tugas sebagai Kapolsek Amalatu dan Kapolsek Kisar.
“Puji Tuhan, satu minggu kemarin beta dipercayakan menjadi Kapolsek Nusaniwe,” ujar Rudy.
Menurut Rudy, safari Kamtibmas merupakan bagian dari upaya kepolisian untuk hadir langsung di tengah masyarakat, terutama di wilayah yang membutuhkan perhatian dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban.
Ia menyebut sejumlah kawasan di Nusaniwe yang selama ini dikenal memiliki potensi kerawanan. Namun, Rudy memilih memulai safari tersebut dari Mangga Dua karena memiliki kedekatan emosional sebagai bagian dari masyarakat setempat.
“Sebenarnya beta mau safari Kamtibmas ke wilayah yang dianggap rawan, yang terkenal dengan segitiga Bermuda kalau di Nusaniwe, Namun beta pikir karena beta bagian dari orang Mangga Dua, alangkah baiknya beta ada dan mulai dari Mangga Dua dulu,” katanya.
Rudy menegaskan, upaya menjaga Kamtibmas tidak dapat dibebankan hanya kepada polisi. Dukungan masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
Karena itu, ia meminta jemaat dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan serta segera membangun komunikasi dengan kepolisian apabila menemukan persoalan yang berpotensi mengganggu Kamtibmas.
“Beta hanya minta dukungannya,” tegas Rudy.
Ia menjelaskan, tanggung jawab menjaga keamanan di wilayah Nusaniwe merupakan amanah yang harus dijalankan bersama. Terlebih, kondisi keamanan suatu wilayah turut menjadi perhatian dan evaluasi terhadap jajaran kepolisian yang bertugas.
“Kapolsek orang Mangga Dua. Kemudian kalau wilayahnya kaco, istilahnya dianggap sebagai wilayah yang ekstrem, maka kapolseknya nanti ditegur,” ujarnya.
Rudy juga mengatakan, penguatan Kamtibmas melalui pendekatan kepada masyarakat sejalan dengan program Kapolda Maluku. Ia mencontohkan, pada Minggu pagi dirinya turut mendampingi Kapolda dalam kegiatan salat subuh di masjid belakang Rumah Sakit RST sebagai bagian dari upaya membangun komunikasi lintas elemen masyarakat.
Bagi Rudy, keberadaan polisi di tengah masyarakat bukan hanya ketika terjadi gangguan keamanan. Kehadiran polisi juga diperlukan untuk membangun komunikasi, mendengar persoalan warga, serta mencegah potensi gangguan sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.
Menutup penyampaiannya, Rudy kembali meminta dukungan jemaat GPM Menara Kasih untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan di Nusaniwe.
Ia berharap dukungan masyarakat dapat memperkuat kerja kepolisian sekaligus menciptakan Nusaniwe yang aman, tertib dan kondusif bagi seluruh warga.(CNmy)
