
AMBON, cahaya-nusantara.com
Pelantikan H. Abdullah Vanath sebagai Ketua dewan pimpinan (DPW) Partai NasDem Maluku bukan sekadar seremonial pergantian kepemimpinan, melainkan simbol kembalinya seorang petani pala ke arena politik setelah sempat vakum. Dalam pidatonya yang emosional di Desa Liang,kecamatan Salahutu, Minggu (27/9/2026), Vanath yang kini juga menjabat sebagai Wakil Gubernur Maluku menceritakan perjalanan politiknya yang sempat surut sebelum akhirnya menemukan wadah perjuangan di NasDem.
“Saya pernah kalah, lalu memutuskan mundur dan tinggal di hutan bertahun-tahun dan Tidak Mau Terlibat dalam Politik. Tapi survei tahun 2024 menunjukkan nama saya masih masuk 3 besar calon gubernur. Itu tanda bahwa rakyat masih meminta saya berjuang. Karena itu, saya masuk NasDem bukan untuk jabatan, tapi karena ini adalah kendaraan perjuangan yang kuat yang selama ini kita cari,” kenangnya.
Vanath menegaskan bahwa NasDem kini adalah kapal yang sedang bergerak maju dan tidak mungkin mundur. Dengan status sebagai pemenang kedua di Provinsi Maluku dan kekuatan 41 kursi legislatif serta fraksi utuh di sejumlah daerah, ia melihat ini sebagai modal besar sekaligus tanggung jawab berat.
Kepada kader di 11 kabupaten/kota, dari Buru hingga Tanimbar, ia berpesan bahwa era mencari dukungan KTP secara sporadis sudah berakhir. “Hari ini kita su ada partai. Kamong (kalian) tidak perlu ragu lagi. Mari gunakan kendaraan partai yang sudah terlatih ini untuk meneruskan perjuangan memajukan Maluku,” seru Vanath dengan semangat.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada pendahulunya, Hamdani Laturua, dan keluarga besar NasDem yang telah membangun fondasi kuat sehingga ia bisa mengambil alih kendali dengan mesin partai yang sudah hidup dan bergerak. Sebagai Wakil Gubernur, ia berkomitmen menggunakan posisinya untuk memperkuat basis massa partai di seluruh pelosok Maluku. (CNmy)
