AMBON, cahaya-nusantara.com

Usai resmi dilantik sebagai Ketua DPW Partai NasDem Maluku, Wakil Gubernur Maluku H. Abdullah Vanath, S.Sos., langsung menggulirkan program strategis bertajuk Kebun Partai. Program ini dirancang untuk mencapai kemandirian pembiayaan organisasi sekaligus menjadi motor penggerak ketahanan pangan dan ekonomi ekspor di Maluku.

Dalam sambutannya di Desa Liang,Kecamatan Salahutu , Minggu (27/9/2026), Vanath menargetkan setiap struktur partai memiliki lahan produktif. DPW Provinsi wajib mengelola minimal 20 hektar lahan, sementara DPD di 11 kabupaten/kota wajib menyiapkan 10 hektar.

“Kita tidak ingin partai terus dikeluhkan membebani negara atau masyarakat. Melalui kebun partai, kita akan mandiri secara finansial dan justru mensejahterakan rakyat,” tegas Vanath.

Salah satu fokus utama Kebun Partai adalah diversifikasi pohon aren (gamutu). Selama ini, nira aren di Maluku hanya diolah menjadi sopi (alkohol tradisional). Vanath berencana mengubahnya menjadi gula aren berkualitas tinggi untuk pasar ekspor ke Eropa dan Timur Tengah.

“Pohon aren sangat tahan terhadap kekeringan dan El Nino. Jika setiap desa di 1.200 lebih desa di Maluku menanam minimal 3 pohon, proyeksi pendapatan bisa mencapai setengah triliun rupiah. Ini jawaban konkret NasDem untuk mengentaskan kemiskinan petani,” jelasnya.

Selain aren, organisasi sayap wanita NasDem, Garnita Malahayati, ditugaskan memimpin gerakan penanaman 1.000 polybag cabai.Yang nantinya di bagikan kepada Petani dan nelayan . Langkah ini merupakan respons langsung terhadap instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga inflasi di bawah 3%, mengingat cabai merupakan komoditas penyumbang inflasi terbesar di Maluku.

Sebagai Ketua DPW Maluku ,Vanath melihat sinergi antara kebijakan pemerintah daerah dan kekuatan mesin partai sebagai kunci keberhasilan. “Ini bukan sekadar janji politik, tapi aksi nyata. Dari kebun partai, kita bangun kemandirian pangan dan ekonomi rakyat Maluku,” pungkasnya. (CNmy)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *