AMBON, cahaya-nusantara.com

Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menegaskan bahwa pengembangan identitas sebagai City of Music harus berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi kreatif. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ambon, Robert Sapulette, menekankan pentingnya sinergi antara dunia musik dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk membangun ekosistem kota yang berkelanjutan dan inklusif.

Pernyataan ini disampaikan Sekda saat membuka secara resmi Festival Musik dan UMKM Tahun 2026 bertema “Hope: Harmoni of Peace” di halaman Gudang Bulog, Air Salobar, Sabtu malam (19/8/2026). Acara yang diselenggarakan oleh Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Ranting Teratai, Jemaat GPM Kategorial Pniel ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara elemen masyarakat, seni, dan ekonomi.

Dalam sambutan tertulis Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, yang dibacakan oleh Sekda Robert Sapulette, disebutkan bahwa status Ambon sebagai anggota UNESCO Creative City Network bidang musik sejak 2019 bukan sekadar gelar prestisius, melainkan tanggung jawab besar.

“Pengakuan UNESCO membawa tantangan untuk terus memastikan musik dan kreativitas tumbuh serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Membangun Ambon sebagai Kota Musik tidak cukup hanya dengan mempertahankan identitas, tetapi juga harus membangun ekosistem yang memberikan ruang bagi seni, komunitas, dan UMKM untuk berkembang bersama,” ujar Robert.

Ia menjelaskan bahwa festival ini sejalan dengan program prioritas Pemkot Ambon dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif. Dengan mempertemukan musisi, pelajar, mahasiswa, dan pelaku UMKM dalam satu wadah, musik tidak hanya dinikmati sebagai hiburan, tetapi juga menjadi penggerak roda ekonomi lokal.

“Saya berharap Hope Festival tidak berhenti sebagai acara seremonial, tetapi menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan dan menghadirkan pesan damai. Musik adalah bahasa universal yang bisa menyatukan kita,” tambahnya.

Robert juga menyampaikan apresiasi kepada AMGPM dan seluruh panitia pelaksana. Ia mengajak generasi muda untuk menjadi “garam dan terang” dengan tidak hanya mengandalkan talenta, tetapi juga memberikan manfaat bagi sesama melalui karya dan kreativitas.

“Mari kita jaga musik, jaga persaudaraan, dan jaga perdamaian. Karena Ambon bukan hanya tempat kita tinggal, tetapi Ambon adalah rumah kita bersama,” pungkasnya.(CNmy)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *