
AMBON, cahaya-nusantara.com
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, PT Bank Pembangunan Daerah Maluku dan Maluku Utara (Bank Maluku Malut) justru mencatatkan kinerja gemilang. Hingga Oktober 2026, bank daerah ini membukukan pertumbuhan laba sebesar 9 persen secara year-on-year (yoy).
Direktur Utama Bank Maluku Malut, Syahrisal Imbar, menyatakan optimisme tinggi bahwa momentum positif ini akan berlanjut hingga akhir tahun. Ia menargetkan pertumbuhan laba akan menembus angka dua digit, sebuah pencapaian yang signifikan mengingat sebagian besar perbankan nasional sedang mengalami koreksi kinerja.
“Alhamdulillah kinerja Bank Maluku Malut sampai Oktober ini menunjukkan hal yang menggembirakan. Lebih baik dari tahun lalu, setara year-on-year kami, laba kami tumbuh sembilan persen. Mudah-mudahan sampai akhir tahun kami bisa meningkatkan sampai peningkatan di atas dua digit,” ungkap Syahrisal dalam sambutannya usai pembukaan Gerai UMKM di kantor pusat, Rabu (21/10/2026).
Syahrisal mengakui bahwa capaian ini tidak lepas dari dukungan penuh pemegang saham, termasuk Gubernur Maluku, serta strategi bank yang fokus pada sektor riil dan efisiensi operasional.
Kinerja positif ini menjadi landasan kuat bagi Bank Maluku Malut untuk semakin agresif mendukung pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Bagi Syahrisal, UMKM bukan sekadar objek kredit, melainkan mitra strategis yang harus dibantu untuk “naik kelas”.
Dalam rangka HUT ke-65, bank meluncurkan sejumlah program konkret untuk mewujudkan harapan tersebut:
Akses Modal Murah: Bank kembali menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga rendah 6 persen sejak Juli 2026. Selain itu, tersedia promo penurunan suku bunga pinjaman umum sebesar 2–3 persen khusus periode HUT,
Akses Pasar Melalui Gerai UMKM: Pembukaan gerai UMKM di kantor pusat dan cabang-cabang Bank Maluku-Maluku Utara bertujuan memberikan wadah pemasaran bagi produk lokal. “Ini adalah wadah bagi produk-produk lokal untuk dipasarkan. Kami ingin mereka tumbuh, naik kelas, dan meningkatkan omzet,” tegas Syahrisal.
Ekspansi ke Luar Daerah:Ke depan, Bank Maluku-Malut berkomitmen tidak hanya mendampingi UMKM di tingkat lokal. Bank siap membiayai pelaku usaha lokal untuk mengikuti pameran di luar daerah, seperti Contoh Bank Maluku-Malut fasilitasi UMKM ke Bali, guna memperluas jangkauan pasar produk Maluku dan Maluku Utara,Kemudahan Digital: Untuk mempercepat realisasi harapan tersebut, bank mengimplementasikan Loan Origination System (LOS) berbasis digital. Sistem ini memungkinkan pengajuan kredit UMKM diproses dalam hitungan detik, menghilangkan hambatan birokrasi yang selama ini sering dikeluhkan pelaku usaha kecil.
Syahrisal menekankan bahwa semua langkah ini merupakan wujud dari tema HUT ke-65, yaitu “Sinergi Basudara, Bakti untuk Negeri”. Bank berupaya menciptakan ekosistem di mana pertumbuhan finansial bank berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat.
“Kami tidak menghamburkan anggaran untuk hura-hura. Sebaliknya, kami mengalokasikan dana untuk hal-hal positif yang langsung dirasakan masyarakat, khususnya pelaku UMKM,” pungkasnya.
Dengan kombinasi kinerja keuangan yang sehat dan dukungan produktif bagi UMKM, Bank Maluku Malut berharap dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang lebih inklusif dan berkelanjutan.(CNmy)
