
AMBON, cahaya-nusantara.com
Menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 pada 25 Oktober 2026, PT Bank Pembangunan Daerah Maluku dan Maluku Utara (Bank Malut) menghadirkan sejumlah “kado istimewa” bagi nasabah dan masyarakat. Direktur Utama (Dirut) Bank Maluku-Malut, Syahrisal Imbar, secara resmi mengumumkan penurunan suku bunga kredit secara permanen serta rencana peluncuran kode respons cepat Indonesia (QRIS) mandiri milik bank daerah tersebut.
Pengumuman ini disampaikan Syahrisal saat ditemui awak media di Kantor Pusat Bank Malut, Ambon, Selasa (20/10/2026). Ia menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen bank untuk terus tumbuh dan memberikan manfaat nyata bagi perekonomian daerah.
Salah satu poin utama yang menjadi sorotan adalah kebijakan penurunan suku bunga kredit. Syahrisal menekankan bahwa penurunan ini bukan sekadar promosi jangka pendek, melainkan kebijakan strategis yang berlaku seterusnya.
“Ini adalah good news atau berita baik bagi masyarakat. Kami menurunkan suku bunga kredit pinjaman, dan ini berlaku seterusnya, bukan hanya sesaat. Harapan kami, dengan bunga yang lebih terjangkau, intermediasi kredit dapat meningkat dan mendukung pertumbuhan usaha masyarakat,” jelas Syahrisal.
Keputusan ini diambil seiring dengan optimisme manajemen terhadap membaiknya perekonomian nasional serta situasi politik dan keamanan (Kamtibmas) yang kondusif, sehingga memungkinkan bank untuk melakukan ekspansi bisnis dengan lebih agresif namun tetap prudent.
Selain soal bunga, Bank Malut juga tengah menyelesaikan perizinan untuk meluncurkan QRIS mandiri. Selama ini, banyak nasabah Bank Malut yang bertransaksi menggunakan kode QR (barcode) milik bank lain, sehingga dana transaksi tersebut masuk ke rekening bank eksternal.
Dengan adanya QRIS mandiri, uang hasil transaksi nasabah akan langsung masuk ke kas Bank Malut.
“Selama ini nasabah kami hanya tapping di barcode bank lain, uangnya masuk ke sana. Sekarang kami akan meluncurkan QRIS sendiri. Ini penting agar likuiditas tetap terjaga di Bank Malut dan berkontribusi langsung bagi daerah,” ungkap Syahrisal.
Untuk menjangkau masyarakat di wilayah yang lebih luas tanpa biaya operasional pembukaan cabang yang tinggi, Bank Malut juga akan mengembangkan layanan agen perbankan atau ‘Laku Pandai’.
Syahrisal menjelaskan, melalui sistem ini, Bank Malut tidak perlu membuka cabang fisik di setiap lokasi, tetapi cukup menggandeng agen-agen terpercaya yang dapat melayani transaksi dasar seperti setoran dan penarikan tunai. Hal ini sejalan dengan strategi pengembangan teknologi digital bank untuk memperluas jangkauan pelayanan.
Di tengah fokus pada pengembangan bisnis, Bank Malut juga tidak melupakan tanggung jawab sosialnya. Menyikapi kondisi kekeringan dan kabut asap yang melanda beberapa wilayah, bank daerah ini telah menyalurkan bantuan Air bersih senilai Rp200 juta.

Bantuan tersebut berupa distribusi air bersih ke berbagai titik kritis, serta pembagian masker dan sembako kepada panti asuhan dan kelompok masyarakat rentan.
“Kami berharap perekonomian makin membaik dan situasi Kamtibmas mendukung. Dengan langkah-langkah strategis ini, kami yakin Bank Malut bisa terus tumbuh dan memberikan dampak positif bagi Maluku dan Maluku Utara,” tutup Syahrisal.
Perayaan HUT ke-65 Bank Malut akan mencapai puncaknya pada 25 Oktober 2026 mendatang, di mana berbagai program unggulan ini diharapkan mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.(CNmy)
