
AMBON, cahaya-nusantara.com
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ambon, Robert Sapulette, menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon dalam menjamin akses kesehatan warganya melalui alokasi anggaran khusus. Pemkot telah menyiapkan dana sebesar Rp8,9 miliar dalam APBD 2026 yang ditujukan untuk mengaktifkan kembali status kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi puluhan ribu warga.
Hal ini disampaikan Sapulette saat membuka forum penguatan rekrutmen peserta JKN di Balai Kota Ambon, Rabu (23/9/2026). Ia menjelaskan bahwa meskipun cakupan pendaftaran JKN di Ambon sudah mencapai 98,25%, masih terdapat sekitar 78.291 warga yang statusnya non-aktif sehingga belum bisa mengakses layanan secara optimal.
“Anggaran Rp8,9 miliar ini adalah bentuk nyata perhatian Pemkot. Dana ini digunakan untuk membantu masyarakat, terutama kelompok kurang mampu, agar iuran mereka terbayar dan akses kesehatan mereka tidak terhambat,” ujar Sapulette.
Sapulette menekankan bahwa target Universal Health Coverage (UHC) bukan sekadar angka statistik di atas kertas. Dengan dukungan dana tersebut, Pemkot berharap dapat mengaktifkan kembali puluhan ribu peserta yang selama ini terkendala administrasi atau pembayaran.
“Jangan sampai ada warga Ambon yang takut berobat karena alasan biaya. Dengan alokasi dana ini, kita pastikan jaminan kesehatan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.(CNmy)
