Ambon,
cahaya-nusantara.co.id
cahaya-nusantara.co.id
Menyusul keresahan yang terjadi pada
masyarakat MBD umumnya dan khususnya di Kecamatan Kisar Utara di Wonrely yang
saban bulan dan saban tahun merasa dirugikan oleh tagihan rekening listrik,
kepada wartawan di Ambon, Kamis, 26/10, Markus Maromon meminta kepada Kepala
Kantor Wilayah PLN Maluku dan Maluku Utara agar dapat menertibkan petugas PLN
ranting Wonreli yang diduga nakal dalam mentapkan tarif listrik bagi pelanggan
yang dirasa sangat merugikan masyakat setempat.
masyarakat MBD umumnya dan khususnya di Kecamatan Kisar Utara di Wonrely yang
saban bulan dan saban tahun merasa dirugikan oleh tagihan rekening listrik,
kepada wartawan di Ambon, Kamis, 26/10, Markus Maromon meminta kepada Kepala
Kantor Wilayah PLN Maluku dan Maluku Utara agar dapat menertibkan petugas PLN
ranting Wonreli yang diduga nakal dalam mentapkan tarif listrik bagi pelanggan
yang dirasa sangat merugikan masyakat setempat.
Dikatakan, penarikan listrik yang dilakukan
oleh petugas PLN di kabupaten MDB umumnya dan khususnya masyarakat di pulau
Kisar tentang tarif listrik yang selama ini
terjadi dari bulan ke bulan, dan dari tahun ke tahun selama ini terjadi
terus menerus bahwa tarif listrik selama ini tidak rasional.
oleh petugas PLN di kabupaten MDB umumnya dan khususnya masyarakat di pulau
Kisar tentang tarif listrik yang selama ini
terjadi dari bulan ke bulan, dan dari tahun ke tahun selama ini terjadi
terus menerus bahwa tarif listrik selama ini tidak rasional.
Menurutnya dirinya termasuk korban terakhir
dimana dalam bulan Oktober ini pembayaran listrik sampai mencapai Rp. 2.316.000
dimana jika dibagi rata-rata untuk tiga bulan mencapai Rp. 772 ribu,- yang
dianggapnya tidak rasional dan dirasakan sebagai sebuah kejanggalan karena
biasanya yang dibayar setiap bulan adalah Rp. 162 ribu.
dimana dalam bulan Oktober ini pembayaran listrik sampai mencapai Rp. 2.316.000
dimana jika dibagi rata-rata untuk tiga bulan mencapai Rp. 772 ribu,- yang
dianggapnya tidak rasional dan dirasakan sebagai sebuah kejanggalan karena
biasanya yang dibayar setiap bulan adalah Rp. 162 ribu.
Kepada wartawan Maromon minta agar dapat
memperjuangkan nasib rakyat kecil yang ada di ada di pulau Kisar yang terkuras
habis melalui praktek-praktek jahat yang sementara dibuat oleh pegawai-pegawai
PLN di pulau Kisar.
memperjuangkan nasib rakyat kecil yang ada di ada di pulau Kisar yang terkuras
habis melalui praktek-praktek jahat yang sementara dibuat oleh pegawai-pegawai
PLN di pulau Kisar.
Selain itu Maramon juga meminta pihak-pihak
terkait lainnya untuk membantu memperjuangkan nasib rakyat kecil di daerah itu
sehingga jangan sampai rakyat dimiskinkan dengan cara praktek nakal dari aparat
PLN di daerah tersebut.
terkait lainnya untuk membantu memperjuangkan nasib rakyat kecil di daerah itu
sehingga jangan sampai rakyat dimiskinkan dengan cara praktek nakal dari aparat
PLN di daerah tersebut.
Ironisnya kata Maramon jika praktek nakal
seperti ini terus berlangsung dimana setiap bulannya ada kelebihan harga listrik
yang tidak rasional per satu KK maka dirinya tidak bisa membayangkan karena
sudah pasti akan ada milyaran rupiah yang diduga diselewengkan oleh aparat PLN
di Kisar yang pada gilirannya menguruas masyarakat yang sudah jelas-jelas
miskin di daerah itu.
seperti ini terus berlangsung dimana setiap bulannya ada kelebihan harga listrik
yang tidak rasional per satu KK maka dirinya tidak bisa membayangkan karena
sudah pasti akan ada milyaran rupiah yang diduga diselewengkan oleh aparat PLN
di Kisar yang pada gilirannya menguruas masyarakat yang sudah jelas-jelas
miskin di daerah itu.
Selanjutnya Maramon membandingkan harga
listrik yang dibebankan pada dirinya yakni 772 ribu rupiah itu dengan
pembayaran dari kantor Camat setempat yang saban bulannya tidak mencapai angka
200ribu rupiah menjadi sebuah fenomena yang perlu diperhatikan oleh PLN Wilayah
di Ambon.
listrik yang dibebankan pada dirinya yakni 772 ribu rupiah itu dengan
pembayaran dari kantor Camat setempat yang saban bulannya tidak mencapai angka
200ribu rupiah menjadi sebuah fenomena yang perlu diperhatikan oleh PLN Wilayah
di Ambon.
Menariknya kata Maramon saat dirinya meminta
kuitansi pembayaran dari pihak PLN yang menentukan harga listrik sebesar 2 juta
lebih itu tetapi petugas tidak memberikannya dengan alasan harus berkonsultasi
lebih dulu dengan PLN Cabang di Saumlaki. Dan menariknya lagi saat pihaknya
mendesak untuk diberikan kuitansi pembayaran akan tetapi petugas malah
mengancam akan memutuk jaringan listrik pada rumah Maramon. Oleh sebab itu
Maramon meminta keadilan dari pihak PLN Kantor Wilayah di Ambon untuk melihat
penderitaan masyarakat di pulau Kisar.(CN-02)
kuitansi pembayaran dari pihak PLN yang menentukan harga listrik sebesar 2 juta
lebih itu tetapi petugas tidak memberikannya dengan alasan harus berkonsultasi
lebih dulu dengan PLN Cabang di Saumlaki. Dan menariknya lagi saat pihaknya
mendesak untuk diberikan kuitansi pembayaran akan tetapi petugas malah
mengancam akan memutuk jaringan listrik pada rumah Maramon. Oleh sebab itu
Maramon meminta keadilan dari pihak PLN Kantor Wilayah di Ambon untuk melihat
penderitaan masyarakat di pulau Kisar.(CN-02)

