Uskup
Mandagi : Kejaksaan Tinggi Jangan Takut Tekanan-tekanan yang
Ada, Kenapa
Mesti Takut Penegakan Hukum Harus Ditegakan
Ambon,
cahayanusantara12.com

Mencermati adanya fakta penangan berbagai
masalah korupsi di Maluku,
terutama kasus
Korupsi Bank Maluku yang melibatkan sejumlah petinggi
di Maluku di satu sisi dan di sisi lain adanya
fenomena penekanan dari
berbagai pihak
yang ingin mempertahankan statusnya bahkan terkesan
ingin melarikan diri dari kenyataan dengan menggunakan
berbagai alibi
dan cara mulai dari yang
santun sampai pada yang tidak santun dan
radikal,
maka pemimpin spiritual Gereja Katolik Keuskupan Amboina
Monseugneur (Mgr) .P.C. Mandagi, MSC buka suara
sembari menyampaikan
pesan-pesan moralnya
untuk mendukung proses penegakan Hukum guna
memberantas penjahat-penjahat atau koruptor-koruptor yang merugikan
masyarakat Maluku sekaligus menyerukan
pertobatan bagi para penjahat
atau
korupsi berserta kaum keluarga dan kroni-kroninya yang secara
tidak sadar membela keluarganya yang bersalah selaku
koruptor.
Ditemui
di ruang kerjanya di Keuskupan Amboina, Jl,Pettimura, Jumat
Pekan lalu,
Uskup Diosis Amboina yang barusan kembali dari kunjungan
Pastoralnya di Wilayah Kabupaten Maluku Tenggara dan
Kota Tual itu
mengatakan, dirinya sangat
mendukung upaya penegakan Hukum di Maluku
terutama
upaya Kejaksaan Tinggi Maluku untuk memberantas korupsi di
Maluku. Dikatakan,
dirinya selaku tokoh agama meminta dan menghimbau agar
Kejaksaan Tinggi coba untuk menyelesaikan masalah
Korupsi Bank Maluku
yang kini telah
menahan sejumlah orang dan jangan takut dengan
tekanan tekanan yang ada. Bahkan Uskup mempertanyakan kenapa Kejaksaan
harus takut, menurutnya penegakan hukum harus
ditegakan.
“Saya sebagai tokoh
agama  meminta, menghimbau bahwa Kejaksaan Tinggi
Maluku coba untuk  menyelesaikan masalah dan jangan
takut dengan
tekanan-tekanan yang ada,
kenapa musti takut, penegakan hukum harus
dilaksanakan”
tegas Uskup sembari menambahkan bila ada demo-demo yang
seolah-olah membela mereka yang terlibat, polisi harus
ambil tindakan.
Menariknya
Uskup menghimbau agar polisi harus juga bertindak tegas
terhadap mereka
yang melakukan aksi-aksi membela para koruptor karena
menurut Uskup di Republik ini tidak ada yang kebal
hukum, sebaliknya
siapa yang bersalah harus
dihukum, meskipun demikian uskup juga
mengingat
agar setiap tindakan dan langkah untuk menangani para
koruptor dan mereka yang membela para koruptor
haruslah pula memiliki
bukti-bukti dan
janganlah mengadili tanpa bukti.
Selanjutnya,
menurut Uskup kalau ada bukti maka Kejaksaan tidaklah
boleh takut
untuk mengatakan tidak bagi pembela atau pendemo bahwa
mereka harus dihukum, dan dihukum sesuai dengan
perbuatan mereka,
karena menurut orang
nomor satu di Gereja Katolik Keuskupan Amboina
ini, Negara rusak karena  korupsi dan Provinsi Maluku juga rusak
karena adanya korupsi, untuk itu sebagai orang
beragama, masyarakat
harus melawan para
pendukung  koruptor yang selalu melakukan demo
untuk melawan penegakan hukum serta mendukung 
penegakan Hukum yang
saat ini sementara
di tegakan di Maluku.
Sementara
itu secara khusus terhadap para pendemo, Mandagi mengatakan
kalau 
mereka yang mendukung para koruptor tersebut mereka bukan orang
beragama tetapi adalah orang-orang kafir , tidak ada
guna mereka ke
Gereja, ke Masjid,
dan  berdoa kepada Tuhan sementara kejahatan yang
dilakukan oleh saudara mereka, mereka bela belanya.
Lebih tegas lagi Uskup mengatakan para pendemo
yang mendukung koruptor
itu berdosa bahwa
mereka suka kejahatan dan mereka tidak boleh mengaku
dirinya sebagai orang beragama, karena lebih tepatnya
mereka adalah
orang kafir, Cuma karena
saudara mereka lalu mereka bela, bahkan
mungkin
hanya karena hubungan saudara kemudian mereka bela.
Seharusnya
pendukung para koruptor tersebut haruslah bangga kalau
lewat
hukuman mereka bisa mengoreksi saudara mereka, sehingga bisa
bertobat karena sudah merugikan Negara, tetapi apabila
para Koruptor
tersebut dibela terus maka
mereka sudah melibatkan diri dalam
kejahatan.

Untuk itu
dirinya sangat mendukung tugas Kejaksaan untuk melakukan
penegakan hukum,
dan dirinya meminta agar jangan penegak hukum di
negara ini selalu di persalahkan, karena akhir-akhir ini penegak hukum selalu tertangkap tangan pada beberapa kasus
yang terjadi
belakangan ini. Pemimpin Spiritual umat Katolik ini juga minta kepada
par Jaksa untuk
melaksanakan tugasnya dengan
baik, dan jangan mau disuap karena saat
ini
banyak sekali operasi tangkap tangan.
Ia
mengharapkan seluruh masyarakat Maluku saat ini mendukung penegakan
hukum yang sementara ditegakan di Maluku, serta
tidaklah boleh takut
dengan adanya demo
dan kepada para Jaksa untuk tidak terpengaruh
dengan adanya  isyu-isyu yang disebarkan oleh orang yang tidak
bertanggung jawab.,”Itu biasa dan harus diterima
oleh para Jaksa, semua pemimpin begitu
kalau
tidak disukai mereka dibuat cerita-cerita miring, yang penting
para Jaksa itu benar, dan kalau benar jalan terus,
pastinya akan
berhasil ,”Ungkap Mandagi.
Uskup Mandagi jug minta kepada  seluruh
Masyarakat Maluku, agar kalau
ingin
Maluku Maju janganlah ada koruptor, dan kalau Maluku mau maju
janganlah  ada koruptor, pemerintahan harus
bersih, harus ada
penegakan  hukum
dan Kalau Maluku mau maju harus ada pula
persaudaraan.(MM-6)

By Editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *