Ambon, Cahayanusantara12.com

Adanya pungutan liar yang terjadi di KM Sabuk Nusantara
43, sebagai pengelola kepala PELNI Ambon sengaja menghindar dari wartawan. Kepada
wartawan  J P salah satu penumpang Kapal Sabuk Nusantara 43 yang namanya
enggan di koran kan, Selasa (22/3). Menjelaskan adanya aksi pungutan liar yang
dilakukan oleh Oknum ABK Sabuk Nusantara ini sudah terjadi berulang kali dengan
menjual tiket jurusan Lakor Ambon, dua kali lipat yang dijual dari jurusan Ambon-Lakor,
namun pihak PELNI sengaja menutup mata. Menurutnya yang sangat disayangkan kalau
para ABK pada waktu menjual tiket di atas kapal mematok harga tiket dua kali
lipat, yang seharusnya harga dari lakor ke Ambon harusnya sama dengan harga
dari Ambon ke Lakor. Pasalnya menurutnya rute yang ditempuh oleh Sabuk
Nusantara 43 dari Ambon sama dengan yang di tempuh dari Lakor ke Ambon, tetapi
kenapa pada tiket dari lakor ke Ambon, para penumpang di patok harga dua kali lipat,
sementara harga dari Ambon ke Lakor sebesar 49 ribu rupiah, tetapi yang
didapatkan dari Lakor ke Ambon sebesar 110 ribu rupiah. Yang anehnya
menurut  J.P pada saat membeli tiket,  bukannya tiket Pelni yang
didapatkan sebagai bukti untuk menaiki kapal tersebut, tetapi yang didapatkan
hanya sehelai kwitansi yang bertanda Stempel KM Sabuk Nusantara 43. Yang
ditakutkannya adalah dengan didapatkannya kwitansi pada saat pembelian tiket
tersebut apakah nama calon penumpang tersebut masuk di dalam daftar penumpang
kapal tersebut, sehingga nantinya kalau ada kecelakaan pastinya bisa terdata. Tetapi
pada saat mendapatkan kwitansi tersebut para penumpang tersebut tidak melihat
kalau ABK tersebut mencatat nama mereka di dalam daftar penumpang, mereka hanya
diberikan kwitansi yang sudah diberi inisial nama. Dirinya menduga kalau memang
uang tiket para penumpang sebesar 110 ribu rupiah itu masuk kedalam saku oknum
ABK nakal tanpa memperdulikan keselamatan calon penumpang KM Sabuk Nusantara
43.
Sementara itu ketika dikonfirmasi Kepala PELNI Ambon,
sebagai penanggung jawab pengelola KM Sabuk Nusantara 43, tidak ada di tempat dan dijanjikan akan dipertemukan oleh Satpam, namun sampai berita dinaikan
tidak dapat ditemui dengan berbagai alasan. Walau pun wartawan dipanggil ulang
oleh Satpam untuk menemui Kepala PELNI, ketika mendengar penjelasan maksud dan
tujuan kedatangan dan dilaporkan,  Satpam kembali dan menjelaskan kalau
Kepala PELNI sementara istirahat tak dapat diganggu lagi.(CN-01)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *