Ambon,
Cahayanusantara12.com
Cahayanusantara12.com
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku, Ir.
Diah Utami, M.Sc, mengatakan, Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Maluku pada
Februari 2016 adalah sebesar 103,83, atau naik sebesar0,27 persen dibanding
Januari 2016 yang tercatat sebesar 103,55. Peningkatan ini disebabkan oleh naiknya indeks harga yang diterima
petani (It) sebesar 0,49 persen, lebih tinggi dari kenaikan indeks harga yang
dibayar petani (Ib) yang hanya mencapai 0,21 persen. Demikian antara lain
penegasan Utami kepada wartawan dalam konferensi pers di kantor BPS provinsi
Maluku di Passo Ambon, Senin, 1 Maret 2016. Dikatakan, Capaian NTP tertinggi
pada Februari 2016 masih terjadi di sub sektor hortikultura sebesar 114,17
sedangkan NTP terendah terjadi di sub sektor tanaman perkebunan rakyat sebesar
97,23. Menurutnya, Peningkatan NTP pada Februari 2016 disumbangkan oleh naiknya
NTP pada 4 sub sektor yakni tertinggi pada sub sektor perikanan sebesar 1,17
persen, sub sektor peternakan sebesar 0,70 persen, sub sektor tanaman pangan
sebesar 0,51 persen dan terendah sub sektor hortikultura sebesar 0,14 persen. NTP
Provinsi Maluku tanpa Sub Sektor Perikanan Februari 2016 sebesar 103,43 atau naik sebesar 0,16 persen dibanding Januari 2016 yang tercatat
sebesar 103,26. Pada Februari 2016, terjadi inflasi perdesaan diProvinsi Maluku sebesar 0,28 persen, disebabkan oleh naiknya indeks pada beberapa kelompok
pengeluaran yakni tertinggi kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau
sebesar 0,57 persen, diikuti kelompok bahan makanan sebesar 0,47 persen,
kelompok kesehatan sebesar 0,38 persen, kelompok pendidikan, rekreasi &
olahraga sebesar 0,19 persen, dan kelompok sandang sebesar 0,05 persen. Sedangkan
kelompok transportasi dan komunikasi dan kelompok perumahan mengalami
deflasi perdesaan masing-masing sebesar 0,16 persen dan sebesar 0,35 persen. Nilai
Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Provinsi Maluku pada Februari 2016 tercatat sebesar 119,62 atau naik sebesar 0,59 persen dibanding
Januari 2016 yang tercatat sebesar 118,91.(CN-01)
Diah Utami, M.Sc, mengatakan, Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Maluku pada
Februari 2016 adalah sebesar 103,83, atau naik sebesar0,27 persen dibanding
Januari 2016 yang tercatat sebesar 103,55. Peningkatan ini disebabkan oleh naiknya indeks harga yang diterima
petani (It) sebesar 0,49 persen, lebih tinggi dari kenaikan indeks harga yang
dibayar petani (Ib) yang hanya mencapai 0,21 persen. Demikian antara lain
penegasan Utami kepada wartawan dalam konferensi pers di kantor BPS provinsi
Maluku di Passo Ambon, Senin, 1 Maret 2016. Dikatakan, Capaian NTP tertinggi
pada Februari 2016 masih terjadi di sub sektor hortikultura sebesar 114,17
sedangkan NTP terendah terjadi di sub sektor tanaman perkebunan rakyat sebesar
97,23. Menurutnya, Peningkatan NTP pada Februari 2016 disumbangkan oleh naiknya
NTP pada 4 sub sektor yakni tertinggi pada sub sektor perikanan sebesar 1,17
persen, sub sektor peternakan sebesar 0,70 persen, sub sektor tanaman pangan
sebesar 0,51 persen dan terendah sub sektor hortikultura sebesar 0,14 persen. NTP
Provinsi Maluku tanpa Sub Sektor Perikanan Februari 2016 sebesar 103,43 atau naik sebesar 0,16 persen dibanding Januari 2016 yang tercatat
sebesar 103,26. Pada Februari 2016, terjadi inflasi perdesaan diProvinsi Maluku sebesar 0,28 persen, disebabkan oleh naiknya indeks pada beberapa kelompok
pengeluaran yakni tertinggi kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau
sebesar 0,57 persen, diikuti kelompok bahan makanan sebesar 0,47 persen,
kelompok kesehatan sebesar 0,38 persen, kelompok pendidikan, rekreasi &
olahraga sebesar 0,19 persen, dan kelompok sandang sebesar 0,05 persen. Sedangkan
kelompok transportasi dan komunikasi dan kelompok perumahan mengalami
deflasi perdesaan masing-masing sebesar 0,16 persen dan sebesar 0,35 persen. Nilai
Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Provinsi Maluku pada Februari 2016 tercatat sebesar 119,62 atau naik sebesar 0,59 persen dibanding
Januari 2016 yang tercatat sebesar 118,91.(CN-01)
