Ambon,Cahayanusantara12.com
Minggu (20/9) pagi bertempat di Madrasah
Aliyah Negeri (MAN) 1 Ambon, kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama
Provinsi Maluku Fesal Musaad berkesempatan membuka pelaksanaan Woorkshop dan
Upgrading Akreditasi Madrasah. Menurutnya kegiatan yang dilaksanakan pada saat
ini sangatlah penting dan diharapkan kegiatan ini tidak bersifat kegiatan yang
seremonial saja, karena kegiatan Akreditasi ini bukan baru dilaksanakan tetapi
setiap tahun dilaksanakan. Diharapkan agar kegiatan hasil Woorkshoop ini dapat
menjadi perenungan dan bisa memacu kinerja untuk melihat persoalan akreditasi
Madrasah yang sampai saat ini belumlah tuntas. Ia menambahkan kalau salah satu misi
di Kementrian Agama adalah meningkatkan kualitas pendidikan agama dan
keagamaan, dan itu merupakan tujuan di kementrian agama untuk mewujudkan insan
Indonesia yang cerdas kompentetif dan berakhlak mulia.
Aliyah Negeri (MAN) 1 Ambon, kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama
Provinsi Maluku Fesal Musaad berkesempatan membuka pelaksanaan Woorkshop dan
Upgrading Akreditasi Madrasah. Menurutnya kegiatan yang dilaksanakan pada saat
ini sangatlah penting dan diharapkan kegiatan ini tidak bersifat kegiatan yang
seremonial saja, karena kegiatan Akreditasi ini bukan baru dilaksanakan tetapi
setiap tahun dilaksanakan. Diharapkan agar kegiatan hasil Woorkshoop ini dapat
menjadi perenungan dan bisa memacu kinerja untuk melihat persoalan akreditasi
Madrasah yang sampai saat ini belumlah tuntas. Ia menambahkan kalau salah satu misi
di Kementrian Agama adalah meningkatkan kualitas pendidikan agama dan
keagamaan, dan itu merupakan tujuan di kementrian agama untuk mewujudkan insan
Indonesia yang cerdas kompentetif dan berakhlak mulia.
Dengan diwujudkan generasi yang berilmu , beriman
dan berakhlak mulia merupakan domain kementrian agama dan kementrian pendidikan
dan kebudayaan itu merupakan tanggung jawab bersama.
dan berakhlak mulia merupakan domain kementrian agama dan kementrian pendidikan
dan kebudayaan itu merupakan tanggung jawab bersama.
Sementara terkait dengan Akreditasi menurut Musaad,
Madrasah yang belum terakreditasi, itu merupakan pukulan telak bagi Madrasah tersebut
, karena inti Akreditasi tersebut untuk melihat kelayakan sekolah tersebut dalam
kerangka mencerdaskan bangsa. Diakuinya kalau Madrasah yang tersebar di Maluku
maupun Indonesia, banyak Madrasah yang berstatus Swasta, untuk itu ada dua
Dimensi yang mempengaruhi Akreditasi Madrasah, di antaranya Kepala Madrasah
dan Niat mendirikan Madrasah.
Madrasah yang belum terakreditasi, itu merupakan pukulan telak bagi Madrasah tersebut
, karena inti Akreditasi tersebut untuk melihat kelayakan sekolah tersebut dalam
kerangka mencerdaskan bangsa. Diakuinya kalau Madrasah yang tersebar di Maluku
maupun Indonesia, banyak Madrasah yang berstatus Swasta, untuk itu ada dua
Dimensi yang mempengaruhi Akreditasi Madrasah, di antaranya Kepala Madrasah
dan Niat mendirikan Madrasah.
Menurutnya kalau pimpinan Madrasah kuat atau
mempunyai power maka Madrasah tersebut akan bisa diakreditasi, kalau pimpinan
tidak mempunyai power, tidak mampu mempengaruhi, memberdayakan, menggerakan maka
tidak akan pernah terakreditasi, sementara Kalau niat untuk mendirikan
Madrasah hanya untuk mencari uang dirinya yakin tidak akan pernah bisa di
akreditasi. Untuk itu menurutnya sedahsyat apapun inovasi yang dilakukan
di madrasah tergantung sedahsyat kepala Madrasah memenets apa bagi Madrasahnya
sehingga bisa mendongkrak Akreditasi Madrasah di Maluku. (CN-03)
mempunyai power maka Madrasah tersebut akan bisa diakreditasi, kalau pimpinan
tidak mempunyai power, tidak mampu mempengaruhi, memberdayakan, menggerakan maka
tidak akan pernah terakreditasi, sementara Kalau niat untuk mendirikan
Madrasah hanya untuk mencari uang dirinya yakin tidak akan pernah bisa di
akreditasi. Untuk itu menurutnya sedahsyat apapun inovasi yang dilakukan
di madrasah tergantung sedahsyat kepala Madrasah memenets apa bagi Madrasahnya
sehingga bisa mendongkrak Akreditasi Madrasah di Maluku. (CN-03)
