Ambon,Cahayanusantara12.com
Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy, SH, kemarin
siang membuka kegiatan Karnaval budaya Multi Etnik Nusantara Daerah Maluku
bertempat di lokasi Gong Perdamaian Maluku. Dalam sambutannya Louhenapessy
berharap lewat karnaval ini akan jadi media informasi dan komunikasi bagi
masyarakat kota Ambon untuk mengikuti dan melihat perkembangan yang ada
di kota Ambon, tetapi
sekaligus juga untuk mempererat hubungan persatuan dan kesatuan lewat pendekatan
kultur dan budaya yang dimiliki warga kota. Oleh sebab itu Wali kota
mengajak seluruh warga kota Ambon untuk mendukung kegiatan ini sebagai kegiatan
bersama warga kota Ambon.
siang membuka kegiatan Karnaval budaya Multi Etnik Nusantara Daerah Maluku
bertempat di lokasi Gong Perdamaian Maluku. Dalam sambutannya Louhenapessy
berharap lewat karnaval ini akan jadi media informasi dan komunikasi bagi
masyarakat kota Ambon untuk mengikuti dan melihat perkembangan yang ada
di kota Ambon, tetapi
sekaligus juga untuk mempererat hubungan persatuan dan kesatuan lewat pendekatan
kultur dan budaya yang dimiliki warga kota. Oleh sebab itu Wali kota
mengajak seluruh warga kota Ambon untuk mendukung kegiatan ini sebagai kegiatan
bersama warga kota Ambon.
Selanjutnya Walikota mengatakan Ambon termasuk
salah satu kota yang memiliki potensi pariwisata ke depan, oleh karena itu
menurut Louhenapessy kalau kali ini bisa memenace kegiatan karnaval ini secara baik
maka ke depan tidak tertutup kemungkinan kegiatan ini menjadi agenda tetap
unbtuk memberikan Ambon sebagai kota wisata, paling tidak di wilayah Timur
Indonesia.
salah satu kota yang memiliki potensi pariwisata ke depan, oleh karena itu
menurut Louhenapessy kalau kali ini bisa memenace kegiatan karnaval ini secara baik
maka ke depan tidak tertutup kemungkinan kegiatan ini menjadi agenda tetap
unbtuk memberikan Ambon sebagai kota wisata, paling tidak di wilayah Timur
Indonesia.
Oleh karena itu Louhenapessy mengatakan atas nama
pemerintah kota dan seluruh masyarakat kota Ambon dirinya menyampaikan terima
kasih banyak kepada Pak Nus Tiwery sebagai kepala Balai Pelestarian Nilai
Budaya Nasional yang telah berpartisipasi secara maksimal untuk mendukung
kegiatan Indian juga terima kasih bagi seluruh paguyuban yang ada di Ambon,
dimana ternyata Ambon menjadi rumah bersama lewat seluruh paguyuban yang ada.
pemerintah kota dan seluruh masyarakat kota Ambon dirinya menyampaikan terima
kasih banyak kepada Pak Nus Tiwery sebagai kepala Balai Pelestarian Nilai
Budaya Nasional yang telah berpartisipasi secara maksimal untuk mendukung
kegiatan Indian juga terima kasih bagi seluruh paguyuban yang ada di Ambon,
dimana ternyata Ambon menjadi rumah bersama lewat seluruh paguyuban yang ada.
Wali kota juga menyampaikan terima kasih kepada
Polda Maluku serta Kodim 1504 yang berpartisipasi dalam mengawal dan
menyukseskan kegiatan karnaval. Satu hal yang menarik adalah pemukulan tipa
pertanda kegiatan dimulai bukan dilakukan oleh Walikota Ambon melainkan
dilakukan oleh seorang warga Maluku “ Pak Ferdinandus” yang cukup
berperan di Batak dan hadir di kota Ambon sebagai tamu yang “mangente Kota
Ambon” yang secara khusus dipersilahkan oleh Wali kota untuk memukul tifa.
Polda Maluku serta Kodim 1504 yang berpartisipasi dalam mengawal dan
menyukseskan kegiatan karnaval. Satu hal yang menarik adalah pemukulan tipa
pertanda kegiatan dimulai bukan dilakukan oleh Walikota Ambon melainkan
dilakukan oleh seorang warga Maluku “ Pak Ferdinandus” yang cukup
berperan di Batak dan hadir di kota Ambon sebagai tamu yang “mangente Kota
Ambon” yang secara khusus dipersilahkan oleh Wali kota untuk memukul tifa.
Sesudah memberi sambutan, wali kota Ambon
kemudian didampingi para SKPD Pemkot Ambon menyaksikan kendaraan Karnaval dan paguyuban-paguyupan
yang melakukan perjalanan karnaval melintasi sejumlah ruas JALAN DI KOTA Ambon
sebelum nantinya kembali lagi dan finis di Gong Perdamaian.(CN-01)
kemudian didampingi para SKPD Pemkot Ambon menyaksikan kendaraan Karnaval dan paguyuban-paguyupan
yang melakukan perjalanan karnaval melintasi sejumlah ruas JALAN DI KOTA Ambon
sebelum nantinya kembali lagi dan finis di Gong Perdamaian.(CN-01)

