AMBON,cahaya-nusantara.com

Kota Ambon terus menunjukkan perannya sebagai pusat penggerak digitalisasi ekonomi di Provinsi Maluku. Peralihan masyarakat ke sistem pembayaran nontunai kini semakin nyata, dengan lebih dari 60 persen transaksi di ibu kota provinsi tersebut telah dilakukan secara digital.

Capaian ini disampaikan Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, usai menghadiri kegiatan Salam Fest X Moluccas Digifest 2026 yang berlangsung di Pattimura Park, Kamis (16/4/2026).

Menurutnya, angka tersebut menjadi bukti bahwa transformasi ekonomi digital di Ambon berkembang pesat dan mulai menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat sehari-hari.

Bodewin menilai, keberhasilan itu tidak terlepas dari upaya edukasi literasi keuangan yang terus digencarkan pemerintah bersama berbagai mitra, termasuk lembaga perbankan.

Sosialisasi yang berkelanjutan dinilai efektif mendorong masyarakat agar semakin akrab dengan layanan transaksi digital, baik untuk kebutuhan konsumsi maupun aktivitas usaha.

“Perubahan pola transaksi ini menunjukkan bahwa masyarakat Ambon semakin siap beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Ini penting untuk membangun ekonomi daerah yang lebih modern, efisien, dan kompetitif,” ujarnya.

Selain memperkuat digitalisasi pembayaran, Pemerintah Kota Ambon juga mulai mengembangkan potensi ekonomi syariah. Status Ambon sebagai Kota Wakaf disebut membuka peluang besar bagi pertumbuhan sektor tersebut, asalkan didukung dengan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan syariah.

Menurut Bodewin, penguatan literasi perbankan syariah menjadi langkah penting agar ekosistem ekonomi berbasis syariah dapat tumbuh secara sehat dan memberi manfaat luas bagi masyarakat.

Di sisi lain, Pemkot Ambon juga memberi perhatian serius kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dalam waktu dekat, sistem pembayaran digital akan diperluas ke berbagai sentra UMKM agar para pelaku usaha lokal dapat lebih mudah mengakses transaksi modern dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Langkah ini diyakini mampu meningkatkan efisiensi usaha sekaligus memperkuat daya saing UMKM di tengah perubahan pola ekonomi masyarakat yang semakin terdigitalisasi.

Sebagai bentuk nyata percepatan digitalisasi, pada ajang Salam Fest X Moluccas Digifest 2026, Pemerintah Kota Ambon bersama Bank Indonesia turut meluncurkan zona pembayaran digital di tiga ruang publik, masing-masing di kawasan Amahusu, Air Salobar, dan Wainitu.

Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi memperluas penggunaan transaksi nontunai di ruang publik sekaligus menegaskan posisi Ambon sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi digital di Maluku.(CNmy)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *