
MASOHI, cahaya-nusantara.com
Upaya memperkuat ekonomi masyarakat berbasis kerakyatan kembali ditunjukkan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui penyelenggaraan kegiatan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar di Kabupaten Maluku Tengah, Senin (20/4/2026). Mengusung tema “Nasabah Berdaya, Ekonomi Daerah Berjaya”, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen PNM dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Kegiatan yang dihadiri oleh Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir, Kepala OJK Provinsi Maluku, Kepala BPS Maluku Tengah, serta perwakilan perbankan dan lembaga keuangan lainnya.
Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat peran pelaku usaha ultra mikro, khususnya perempuan, sebagai penggerak ekonomi daerah.
Pemimpin Cabang PNM Ambon, Taufiq Marsuki, menegaskan bahwa PNM tidak hanya berfokus pada penyaluran pembiayaan, tetapi juga menghadirkan pendampingan usaha secara berkelanjutan.

Menurutnya, pemberdayaan nasabah, terutama ibu-ibu pelaku usaha, memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan keluarga hingga pertumbuhan ekonomi daerah.
“Ketika nasabah berdaya melalui akses pembiayaan dan pendampingan, maka manfaatnya tidak hanya dirasakan secara individu, tetapi juga mampu menggerakkan roda ekonomi di tingkat lokal,” ujar Taufiq.
Ia menjelaskan, melalui pendekatan tersebut, PNM terus mendorong nasabah untuk mengembangkan usaha secara mandiri dan meningkatkan daya saing. Hingga saat ini, PNM Cabang Ambon tercatat telah memberdayakan sebanyak 21.731 nasabah di Kabupaten Maluku Tengah yang tergabung dalam 1.263 kelompok usaha, melalui 8 unit Mekaar dan 1 unit ULaMM.
Apresiasi terhadap peran PNM juga disampaikan Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir. Ia menilai program pemberdayaan yang dilakukan PNM sangat membantu masyarakat, terutama perempuan, dalam mengembangkan usaha produktif.
“Kami menyampaikan apresiasi atas kontribusi PNM dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Program seperti ini sangat penting untuk memperkuat ekonomi keluarga yang pada akhirnya berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah,” ungkapnya.
Sejalan dengan itu, kegiatan PKU Akbar ini juga menjadi bagian dari upaya memperluas inklusi keuangan di daerah, sekaligus meningkatkan kapasitas usaha para nasabah agar lebih adaptif dan inovatif dalam menghadapi tantangan ekonomi.
Menutup kegiatan tersebut, Taufiq kembali menegaskan bahwa PNM berkomitmen membangun tidak hanya modal finansial, tetapi juga modal intelektual dan sosial bagi nasabah.
“Kami ingin nasabah tidak hanya memiliki akses permodalan, tetapi juga kemampuan dan kepercayaan diri untuk berkembang secara berkelanjutan,” tandasnya.
Melalui momentum ini, PNM berharap para nasabah terus meningkatkan kapasitas usaha, menjaga kedisiplinan, serta berinovasi, sehingga manfaat pemberdayaan dapat dirasakan secara luas dan berkelanjutan bagi masyarakat serta perekonomian daerah.(CNmy)
