
AMBON, cahaya-nusantara.com
DPRD Kota Ambon mendorong Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Negeri Laimu (IPPMAL) menjadikan organisasi sebagai wadah kaderisasi untuk mencetak generasi muda yang siap mengambil peran dalam kepemimpinan di Maluku.
Hal tersebut disampaikan Ketua DPRD Kota Ambon, Morits Tamaela, usai menghadiri pelantikan pengurus IPPMAL periode 2026–2030 di Kota Ambon.
Morits memberikan apresiasi dan penghormatan kepada jajaran pengurus IPPMAL yang baru dilantik. Menurutnya, keberadaan organisasi kepemudaan seperti IPPMAL dapat menjadi kekuatan tambahan bagi pemerintah daerah dalam mempersiapkan generasi penerus.
Ia menilai generasi muda asal Negeri Laimu memiliki potensi untuk tampil dan mengambil bagian dalam berbagai bidang, termasuk pemerintahan maupun legislatif.
“Bagaimana mempersiapkan generasi-generasi muda asal Negeri Laimu untuk bisa tampil mengambil tongkat estafet kepemimpinan ke depan, baik itu di pemerintahan maupun di legislatif. Ini hal penting,” ujar Morits.
Menurutnya, pelantikan kepengurusan IPPMAL periode 2026–2030 bukan hanya menjadi momentum organisasi, tetapi juga bagian dari upaya membangun semangat pengabdian generasi muda kepada daerah dan masyarakat.
Morits juga menyoroti kontribusi Negeri Laimu bersama enam negeri gandongnya yang selama ini turut mengambil bagian dalam pembangunan di Maluku. Ia berharap potensi tersebut terus dikembangkan melalui peran aktif generasi muda.
Ia mengingatkan agar peningkatan kapasitas dan kemampuan generasi muda tetap dibarengi dengan nilai adat, etika, dan moral. Hal tersebut dinilai penting agar para pemuda tidak hanya memiliki kemampuan dalam bidang akademik dan organisasi, tetapi juga memiliki karakter sebagai anak negeri adat dari Pulau Seram.
“Kita orang Seram, tetapi kita bisa berdedikasi, berkontribusi langsung kepada bangsa, negara, terutama kepada Maluku dan Kota Ambon, dan juga Negeri Laimu,” katanya.
Untuk memperkuat peran pemuda dalam pembangunan, DPRD Kota Ambon membuka ruang kolaborasi dengan IPPMAL. Morits mengatakan sinergi juga perlu dibangun bersama Pemerintah Kota Ambon dan Pemerintah Provinsi Maluku.
Menurutnya, kolaborasi antara organisasi kepemudaan dan pemerintah dapat membuka ruang bagi pemuda untuk terlibat secara langsung dalam berbagai proses pembangunan daerah.
Morits berharap kepengurusan IPPMAL periode 2026–2030 dapat menjalankan amanah organisasi dengan baik, memperkuat kaderisasi, serta terus memberikan kontribusi positif bagi Negeri Laimu, Kota Ambon, dan Maluku.
“Kami membuka ruang kolaborasi antara DPRD dengan IPPMAL, begitu juga Pemerintah Kota Ambon, agar kita sinergi dalam proses pembangunan Kota Ambon ke depan,” pungkasnya.(CNmy)
