
AMBON, cahaya-nusantara.com
Semarak budaya dan keberagaman mewarnai hari pertama Festival Benteng Nieuw Victoria 2026 di Kota Ambon. Sebanyak 28 kelompok budaya dan paguyuban Nusantara ambil bagian dalam Karnaval Budaya yang dilepas Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XX Provinsi Maluku, Dodi Wiranto, S.Sos., M.Hum., dari depan Gong Perdamaian Dunia, Senin (7/9/2026).

Karnaval budaya menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian Festival Nieuw Victoria 2026. Beragam peserta tampil memeriahkan kegiatan, mulai dari kelompok budaya Maluku, paguyuban Nusantara, sanggar seni, komunitas Jukulele, Marching Band Terompet, hingga kelompok Bambu Gila.
Kehadiran berbagai kelompok ini tidak hanya menampilkan keragaman seni dan budaya, tetapi juga memperlihatkan semangat kebersamaan masyarakat dalam menjaga dan melestarikan budaya di Kota Ambon.
Saat melepas peserta karnaval, Dodi mengajak seluruh pihak untuk mensyukuri cuaca cerah yang turut mendukung pelaksanaan kegiatan.
“Bapak, Ibu, marilah kita ucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena telah diberi kelimpahan hari yang cerah dengan Ambon yang sangat indah,” ujar Dodi.
Ia juga mengajak seluruh peserta mengikuti karnaval dengan damai dan penuh sukacita. Menurutnya, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat semangat bersama untuk melestarikan budaya Ambon.
“Semoga semuanya akan memperkuat, melestarikan budaya Ambon. Dengan mengucap puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karnaval ini kita buka,” katanya.
Dalam kegiatan kepala BPK wilayah XX Dodi didampingi Kepala Subbagian Umum BPK Wilayah XX Iwaulini, S.T., serta Pamong Budaya Ahli Muda Mesak Wakim, S.Pd.

Selain karnaval, rangkaian hari pertama Festival Nieuw Victoria 2026 juga ditandai dengan pembukaan stan UMKM. Bazar ini memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan berbagai produk kuliner, kriya, fesyen, serta produk ekonomi kreatif berbasis budaya.

Saat peserta karnaval masih bergerak menyusuri jalan, kemeriahan juga berlangsung di Lapangan Merdeka Ambon. Di lokasi tersebut, masyarakat disuguhkan permainan tradisional rakyat, di antaranya Asen dan Gici-Gici. Penampilan live music Hawaiian Band turut menambah semarak suasana festival.
Festival Benteng Nieuw Victoria 2026 diselenggarakan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XX Provinsi Maluku sebagai ruang untuk memperkenalkan, menghidupkan, dan memperkuat keberadaan budaya Maluku di tengah masyarakat.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum mempertemukan berbagai kelompok budaya dan paguyuban Nusantara yang hidup berdampingan di Kota Ambon. Kehadiran mereka dalam satu rangkaian festival memperlihatkan kekayaan keberagaman budaya sekaligus semangat kebersamaan yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Maluku.
Dalam kegiatan tersebut, turut terpantau kehadiran Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Maluku Utara beserta Kepala Subbagian Umum BPK Maluku Utara.(CNmy)
