Ambon,cahayanusantara12.com
Institut Agama dan Keagamaan Oikumene Indonesia Timur Ambon (IAKOINTIM
Ambon) adalah satu – satunya lembaga Pendidikan Tinggi Formal di bawah naungan Kementerian Agama
RI yang berada di kawasan Indonesia Timur
Indonesia, sebagai sosok Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan Pendidikan Akademik, Profesi dan Vokasi Terapan.
Kampus merah putih IAKO INTIM
Ambon inilah yang sanggup menolong dan menyelamatkan studi kami. Demikian
antara lain pesan dan kesan yang disampaikan oleh Fenny Lekatompessy,S.PDK, perwakilan wisudawan Kristen
“Kami benar – benar tidak berdaya dan tidak
mampu berbuat apa – apa, selain
bermenung, berpasrah diri serta menerima segala konsekwensi yang tidak menggembirakan serta membahagiakan, karena
putus kuliah (drop out) gagal dan
jatuh terkulai tak berdaya karena banyak masalah yang menghambat proses penyelesaian studi seperti terlambat
membayar SPP, Seminar Proposal,
Ikut PPL, Ujian Skripsi, sakit dan halangan serta rintangan lainnya dari dalam maupun dari luar”.
Kata Lekatompessy sambil
menambahkan walaupun demikian, almamater Perguruan Tinggi asal dimana mereka semula tidak mau tahu,
bahkan tidak ada kompromi tentang
hal – hal tersebut. Sehingga mereka hanya menerima nasib buruk sedemikian sambil bermenung dan berserah
diri, seraya mencucurkan air mata
sebagai ungkapan kesedihan yang sangat dalam, karena hancur dan gagalnya suatu cita – cita dan
perjuangan untuk meraih gelar
Sarjana (S1) pada Perguruan Tinggi asal tersebut seperti : UNPATTI, UKIM, UNIDAR, IAIN, STAIN, STAKPN, IQRA
BURU, STIKIP GOTONG ROYONG,
Universitas Cendrawasih dan lainnya. Sambil mengutip sebuah ungkapan yang telah lasim di kalangan
masyarakat Lekatompessy selanjutnya mengatakan
tepat sekali ungkapan “Malang
tidak dapat ditolak untung tak dapat diraih”, kami para wisudawan / wisudawati telah mengalami danmerasakan
hal tersebut. Saat ini, kami benar
– benar patut mengucap syukur dan berterima
kasih yang tak terhingga atas rahmat dan kasih Tuhan yang begitu besar, sehingga kami dapat berkumpul di bawah
sayap IAKO INTIM Ambon
sebagai induk semang yang menolong dan menyelamatkan kami ratusan bahkan ribuan dari kegagalan studi”.
Terasa seakan dibangkitkan kembali dengan
penyelesaian studi di IAKO Intim,
Lekatompessy selanjutnya mengatakan “saat ini juga kami para wisudawan / wisudawati boleh bebahagia dan bersukacita
dalam Tuhan bersama orang tua,
keluarga kami juga Civitas Akademika IAKO INTIM Ambon dalam sukacita wisudawan dan meraih gelar
Sarjana (S1) dengan menyelesaikan sekian
banyak SKS tersisa pada Perguruan Tinggi asal dan memenuhinya sesuai ketetapan dan ketentuan akademik pada
setiap Perguruan Tinggi”. Ujarnya
Menurutnya, Kampus Merah Putih IAKO inilah yang
kembali memberikan nuansa
kehidupan baru,mengembalikan rasa percaya diri mereka dan mengangkat harkat serta martabat kami setara dengan
para Wisudawan / Wisudawati pada
perguruan Tinggi Lainnya, serta lebih mempertebal Iman dan percaya mereka terhadap kehidupan Akademik,
Emosional dan Spiritual demi
menyelesaikan studi mereka pada Almamater tercinta IAKO INTIM Ambon. Selain wakil wisudawan Kristen, tampil pula wakil wisudawan Muslim,
yang diwakili oleh Suratmi Soamole, S.Pd yang
menyampaikan pesan dan kesannya
yang juga sama dengan yang disampaikan oleh wakil wisudawan Kristen.(CN-01).
Ambon) adalah satu – satunya lembaga Pendidikan Tinggi Formal di bawah naungan Kementerian Agama
RI yang berada di kawasan Indonesia Timur
Indonesia, sebagai sosok Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan Pendidikan Akademik, Profesi dan Vokasi Terapan.
Kampus merah putih IAKO INTIM
Ambon inilah yang sanggup menolong dan menyelamatkan studi kami. Demikian
antara lain pesan dan kesan yang disampaikan oleh Fenny Lekatompessy,S.PDK, perwakilan wisudawan Kristen
“Kami benar – benar tidak berdaya dan tidak
mampu berbuat apa – apa, selain
bermenung, berpasrah diri serta menerima segala konsekwensi yang tidak menggembirakan serta membahagiakan, karena
putus kuliah (drop out) gagal dan
jatuh terkulai tak berdaya karena banyak masalah yang menghambat proses penyelesaian studi seperti terlambat
membayar SPP, Seminar Proposal,
Ikut PPL, Ujian Skripsi, sakit dan halangan serta rintangan lainnya dari dalam maupun dari luar”.
Kata Lekatompessy sambil
menambahkan walaupun demikian, almamater Perguruan Tinggi asal dimana mereka semula tidak mau tahu,
bahkan tidak ada kompromi tentang
hal – hal tersebut. Sehingga mereka hanya menerima nasib buruk sedemikian sambil bermenung dan berserah
diri, seraya mencucurkan air mata
sebagai ungkapan kesedihan yang sangat dalam, karena hancur dan gagalnya suatu cita – cita dan
perjuangan untuk meraih gelar
Sarjana (S1) pada Perguruan Tinggi asal tersebut seperti : UNPATTI, UKIM, UNIDAR, IAIN, STAIN, STAKPN, IQRA
BURU, STIKIP GOTONG ROYONG,
Universitas Cendrawasih dan lainnya. Sambil mengutip sebuah ungkapan yang telah lasim di kalangan
masyarakat Lekatompessy selanjutnya mengatakan
tepat sekali ungkapan “Malang
tidak dapat ditolak untung tak dapat diraih”, kami para wisudawan / wisudawati telah mengalami danmerasakan
hal tersebut. Saat ini, kami benar
– benar patut mengucap syukur dan berterima
kasih yang tak terhingga atas rahmat dan kasih Tuhan yang begitu besar, sehingga kami dapat berkumpul di bawah
sayap IAKO INTIM Ambon
sebagai induk semang yang menolong dan menyelamatkan kami ratusan bahkan ribuan dari kegagalan studi”.
Terasa seakan dibangkitkan kembali dengan
penyelesaian studi di IAKO Intim,
Lekatompessy selanjutnya mengatakan “saat ini juga kami para wisudawan / wisudawati boleh bebahagia dan bersukacita
dalam Tuhan bersama orang tua,
keluarga kami juga Civitas Akademika IAKO INTIM Ambon dalam sukacita wisudawan dan meraih gelar
Sarjana (S1) dengan menyelesaikan sekian
banyak SKS tersisa pada Perguruan Tinggi asal dan memenuhinya sesuai ketetapan dan ketentuan akademik pada
setiap Perguruan Tinggi”. Ujarnya
Menurutnya, Kampus Merah Putih IAKO inilah yang
kembali memberikan nuansa
kehidupan baru,mengembalikan rasa percaya diri mereka dan mengangkat harkat serta martabat kami setara dengan
para Wisudawan / Wisudawati pada
perguruan Tinggi Lainnya, serta lebih mempertebal Iman dan percaya mereka terhadap kehidupan Akademik,
Emosional dan Spiritual demi
menyelesaikan studi mereka pada Almamater tercinta IAKO INTIM Ambon. Selain wakil wisudawan Kristen, tampil pula wakil wisudawan Muslim,
yang diwakili oleh Suratmi Soamole, S.Pd yang
menyampaikan pesan dan kesannya
yang juga sama dengan yang disampaikan oleh wakil wisudawan Kristen.(CN-01).

