Ambon,cahayanusantara12.com
Bertempat di Kampus Institut Agama dan Keagamaan Oikumene Indonesia Timur (IAKO INTIM) Ambon
melantik dan mewisuda 4 orang sarjana Strata Dua (S2) Sains Theologia Terapan dan 147 orang Sarjana
Strata Satu (S1) dari berbagai
Adapun wisuda kali ini diselenggarakan bersamaan
dengan pelaksana syukuran atas
Dies Natalis ke-33 dan Pencanangan Akademi Teknologi Bubu IAKO Intim Ambon. Hadir dalam acara tersebut antara lain, Direktur
Pendidikan Dirjen Bimas Kristen
Kementrian Agama RI, Yan Kedang, Staf Ahli Gubernur Maluku, Bakry Lumbessy, Kakanwil Kementrian Agama
Provinsi Maluku, Fesal Musaad,
Kasat Serse Polres PP. Ambon dan Lease, AKP. F. Djamal, S.Sos mewakili Kapolda Maluku, Piet Rahaor mewakili
Uskup Diosis Amboina, serta salah
satu Anggota DPRD asal Kabupaten Seram Bagian Timur. Adapun
kehadiran staf Ahli Gubernur Maluku, Bakry Lumbessy dalam rangka membacakan sambutan tertulis Gubernur Maluku
yang tidak berkesempatan Hadir.
Demikian halnya Direktur Pendidikan Bimas Kristen Kementrian Agama RI juga memberikan sambutan pada
kesempatan itu. Acara wisuda dan syukuran
Dies Natalis diawali dengan Doa Syukur Dies Natalis ke-33 dan syukur atas wisuda Sarjana strata stu dan
strata dua serta pencanangan Akademi Teknologi
Bubu dilanjutkan dengan acara
wisuda sarjana dan pelantikan ahli bubu serta pencanangan akademi Teknologi Bubu IAKO Intim Ambon dan diakhiri
dengan foto bersama.
Pantauan media ini menyebutkan persiapan acara
Dies Natalis dan Wisuda kali ini
dilakukan dengan baik sehingga acaranya mengalir dengan lancar diiringi dengan sejumlah lagu-lagu khas IAKO
dan menariknya semua lagu tersebut
bernafaskan sebuah kehidupan bersama antara muslim dan kristen serta menampung berbagai suku dan bangsa
di Indonesia yang ditandai dengan
adanya lagu-lagu bernuansa kristen, disamping ada pula yang bernuansa muslim bahkan ada lagu-lagu khas Papua
dan Maluku yang dinyanyikan silih
berganti oleh pada wisudawan. Hal ini mengundang banyak tangis dari orangtua peserta wisudawan, bahkan
Kakanwil Agama Provinsi Malukupun
sempat meneteskan air mata keharuan menyaksikan adanya sebuah kampus yang berlebel Kampus Merah Putih
yang sarat dengan kehidupan umat
beragama yang menyatu di bawah naungan Kementrian Agama yakni kampus Institut Agama dan Keagamaan Oikumene
Indonesia Timur Ambon.(CN-03)
melantik dan mewisuda 4 orang sarjana Strata Dua (S2) Sains Theologia Terapan dan 147 orang Sarjana
Strata Satu (S1) dari berbagai
Adapun wisuda kali ini diselenggarakan bersamaan
dengan pelaksana syukuran atas
Dies Natalis ke-33 dan Pencanangan Akademi Teknologi Bubu IAKO Intim Ambon. Hadir dalam acara tersebut antara lain, Direktur
Pendidikan Dirjen Bimas Kristen
Kementrian Agama RI, Yan Kedang, Staf Ahli Gubernur Maluku, Bakry Lumbessy, Kakanwil Kementrian Agama
Provinsi Maluku, Fesal Musaad,
Kasat Serse Polres PP. Ambon dan Lease, AKP. F. Djamal, S.Sos mewakili Kapolda Maluku, Piet Rahaor mewakili
Uskup Diosis Amboina, serta salah
satu Anggota DPRD asal Kabupaten Seram Bagian Timur. Adapun
kehadiran staf Ahli Gubernur Maluku, Bakry Lumbessy dalam rangka membacakan sambutan tertulis Gubernur Maluku
yang tidak berkesempatan Hadir.
Demikian halnya Direktur Pendidikan Bimas Kristen Kementrian Agama RI juga memberikan sambutan pada
kesempatan itu. Acara wisuda dan syukuran
Dies Natalis diawali dengan Doa Syukur Dies Natalis ke-33 dan syukur atas wisuda Sarjana strata stu dan
strata dua serta pencanangan Akademi Teknologi
Bubu dilanjutkan dengan acara
wisuda sarjana dan pelantikan ahli bubu serta pencanangan akademi Teknologi Bubu IAKO Intim Ambon dan diakhiri
dengan foto bersama.
Pantauan media ini menyebutkan persiapan acara
Dies Natalis dan Wisuda kali ini
dilakukan dengan baik sehingga acaranya mengalir dengan lancar diiringi dengan sejumlah lagu-lagu khas IAKO
dan menariknya semua lagu tersebut
bernafaskan sebuah kehidupan bersama antara muslim dan kristen serta menampung berbagai suku dan bangsa
di Indonesia yang ditandai dengan
adanya lagu-lagu bernuansa kristen, disamping ada pula yang bernuansa muslim bahkan ada lagu-lagu khas Papua
dan Maluku yang dinyanyikan silih
berganti oleh pada wisudawan. Hal ini mengundang banyak tangis dari orangtua peserta wisudawan, bahkan
Kakanwil Agama Provinsi Malukupun
sempat meneteskan air mata keharuan menyaksikan adanya sebuah kampus yang berlebel Kampus Merah Putih
yang sarat dengan kehidupan umat
beragama yang menyatu di bawah naungan Kementrian Agama yakni kampus Institut Agama dan Keagamaan Oikumene
Indonesia Timur Ambon.(CN-03)
