Ambon,cahayanusatara12.com
Walikota Ambon Richard Louhenapessy, SH Sabtu, 26/9 berkenan meresmikan hadirnya PT.
Pelangi Nelayan Mandiri di Maluku umumnya dan di kota Ambon khususnya yang ditandai dengan membuka
selubung papan nama perusahaan yang
diawali denngan pemberian sambutan. Kepada
wartawan seusai acara peresmian perusahaan, kepada wartawan presiden Directur PT. Pelangi Nelayan Mandiri Deviana
Siauta mengatakan produk yang
dijual oleh perusahaan ini adalah produk pertama di dunia dan juga perusahaannya mendapat Hak paten untuk
menjadi distributor lampu-lampu di bawah air dan
merupakan pertama kali di dunia
dimana memiliki kualitas yang luar biasda. Menurutnya keberadaan lampu-lampu tersebut memiliki
jangka waktu hidup selama 30 jam
di dalam air. Bahkan produknya ini sudah melewati riset dan teknologi jadi sudah benar-benar sangat luar biasa
sebelum dikirim ke Indonesia.
Menurutnya alasan memilih Maluku dan nkota Ambon
sebagai kantor pusat dari
perusahaannya bermula dari pertemuannya dengan Pak Walikota di Jakarta dalam rangka mengajak untuk program mengente
Ambon serta sesuai juga dengan
program dari Pemerintah yakni Indonesia akan menjadi poros maritim dunia dan juga selaras dengan
program pemerintah menjadikan
Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional. Selain itu dirinya bersama timnya memilih Ambon dengan alasan laut
Ambon luar biasa luas dan hasil ikannya juga
banyak. Sementara itu di tempat
sama Wakil dari pabrik produksi lampu-lampu berteknologi tinggi, terutama lampu di bawah air dari
Taiwan, Teh Liong yang sekaligus
menjadi kerja perusahaan ini mengatakan yang penting lampu-lampunya ini menggunakan teknologi yang
tinggi dimana pihaknya memilih
spektrum yang menarik plankton sehingga saat ikan melihat plankton ikannya datang mendekati lampu. Jadi
palntonnya banyak, maka ikannya
juga banyak”. Meskipun demikian menurutnya penggunaan lampu-lampu tersebut tidak merusakan lingkungan,
bahkan jika ikan yang kecil yang
tidak tertangkap jaring masih berkesempatan untuk hidup terus. Menariknya bahwa di dalam sambutannya Walikota
menjanjikan akan membeli 100 buah
lampu lewat kadis Perikanannya untuk membagikan kepada para nelayan di kota Ambon. Sementara itu Direktur PT. Pelangi Nelayan Mandiri
dalam sambutannya mengatakan
dirinya yakin dengan adanya lampu-lampu nelayanyang berteknologi tinggi pasti mendatangkan tangkapan yang
lebih banyak yang tentu akan dapat
meningkatkan taraf hidup dan ekonomi masyarakat nelayan dan masyarakat pesisir. Menurutnya selain lampu-lampu ini digunakan oleh
nelayan bisa juga dipergunakan
oleh para pencinta diving untuk melihat pemandangan laut di dalam air pada waktu malam.(CN-01)
Pelangi Nelayan Mandiri di Maluku umumnya dan di kota Ambon khususnya yang ditandai dengan membuka
selubung papan nama perusahaan yang
diawali denngan pemberian sambutan. Kepada
wartawan seusai acara peresmian perusahaan, kepada wartawan presiden Directur PT. Pelangi Nelayan Mandiri Deviana
Siauta mengatakan produk yang
dijual oleh perusahaan ini adalah produk pertama di dunia dan juga perusahaannya mendapat Hak paten untuk
menjadi distributor lampu-lampu di bawah air dan
merupakan pertama kali di dunia
dimana memiliki kualitas yang luar biasda. Menurutnya keberadaan lampu-lampu tersebut memiliki
jangka waktu hidup selama 30 jam
di dalam air. Bahkan produknya ini sudah melewati riset dan teknologi jadi sudah benar-benar sangat luar biasa
sebelum dikirim ke Indonesia.
Menurutnya alasan memilih Maluku dan nkota Ambon
sebagai kantor pusat dari
perusahaannya bermula dari pertemuannya dengan Pak Walikota di Jakarta dalam rangka mengajak untuk program mengente
Ambon serta sesuai juga dengan
program dari Pemerintah yakni Indonesia akan menjadi poros maritim dunia dan juga selaras dengan
program pemerintah menjadikan
Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional. Selain itu dirinya bersama timnya memilih Ambon dengan alasan laut
Ambon luar biasa luas dan hasil ikannya juga
banyak. Sementara itu di tempat
sama Wakil dari pabrik produksi lampu-lampu berteknologi tinggi, terutama lampu di bawah air dari
Taiwan, Teh Liong yang sekaligus
menjadi kerja perusahaan ini mengatakan yang penting lampu-lampunya ini menggunakan teknologi yang
tinggi dimana pihaknya memilih
spektrum yang menarik plankton sehingga saat ikan melihat plankton ikannya datang mendekati lampu. Jadi
palntonnya banyak, maka ikannya
juga banyak”. Meskipun demikian menurutnya penggunaan lampu-lampu tersebut tidak merusakan lingkungan,
bahkan jika ikan yang kecil yang
tidak tertangkap jaring masih berkesempatan untuk hidup terus. Menariknya bahwa di dalam sambutannya Walikota
menjanjikan akan membeli 100 buah
lampu lewat kadis Perikanannya untuk membagikan kepada para nelayan di kota Ambon. Sementara itu Direktur PT. Pelangi Nelayan Mandiri
dalam sambutannya mengatakan
dirinya yakin dengan adanya lampu-lampu nelayanyang berteknologi tinggi pasti mendatangkan tangkapan yang
lebih banyak yang tentu akan dapat
meningkatkan taraf hidup dan ekonomi masyarakat nelayan dan masyarakat pesisir. Menurutnya selain lampu-lampu ini digunakan oleh
nelayan bisa juga dipergunakan
oleh para pencinta diving untuk melihat pemandangan laut di dalam air pada waktu malam.(CN-01)
