Bupati Maluku Tengah, Tuasikal Abua yang
diwakili oleh Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Pendidikan,
Kebudayaan dan Olahraga Kecamatan
Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Drs. A. Lestaluhu Sabtu, 17/9
mencanangkan pelestarian budaya minum teh cengkeh
Maluku di SMA Negeri 2 Salahutu Kabupaten Maluku Tengah yang dihadiri oleh para Kepala Sekolah di Kecamatan
Salahutu. Dalam sambutannya sebelum melakukan pencanangan
budaya minum teh cengkeh, Lestaluhu mengatakan,
dewasa ini orang Maluku hampir kehilangan
jati dirinya, para ibu sudah enggan menggunakan kain kebaya yang merupakan pakaian khas Maluku, para
ibu juga telah meninggalkan budaya
makan siri dan makan cengkeh untuk menghilangkan sakit perut dan lain sebagainya, bahkan budaya meminum
teh cengkeh sudah lama ditinggalkan, padahal justru kain
kebaya dan cengkehlah yang
menyebabkan orang Eropa berlomba-lomba datang menguasai dan menjajah Maluku bahkan menjajah Indonesia.
Demikian antara lain penegasan Lestaluhu dalam
sambutannya pada kegiatan
sosialisasi dan pencanangan teh cengkeh, Sabtu kemarin. Dikatakan, seiring dengan pencanangan ini maka di
seluruh sekolah di Kecamatan
Salahutu akan dilaksanakan program muatan lokal yang berisikan pemanfaatan cengkeh untuk kesehatan dan
kesejahteraan masyarakat.
diwakili oleh Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Pendidikan,
Kebudayaan dan Olahraga Kecamatan
Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Drs. A. Lestaluhu Sabtu, 17/9
mencanangkan pelestarian budaya minum teh cengkeh
Maluku di SMA Negeri 2 Salahutu Kabupaten Maluku Tengah yang dihadiri oleh para Kepala Sekolah di Kecamatan
Salahutu. Dalam sambutannya sebelum melakukan pencanangan
budaya minum teh cengkeh, Lestaluhu mengatakan,
dewasa ini orang Maluku hampir kehilangan
jati dirinya, para ibu sudah enggan menggunakan kain kebaya yang merupakan pakaian khas Maluku, para
ibu juga telah meninggalkan budaya
makan siri dan makan cengkeh untuk menghilangkan sakit perut dan lain sebagainya, bahkan budaya meminum
teh cengkeh sudah lama ditinggalkan, padahal justru kain
kebaya dan cengkehlah yang
menyebabkan orang Eropa berlomba-lomba datang menguasai dan menjajah Maluku bahkan menjajah Indonesia.
Demikian antara lain penegasan Lestaluhu dalam
sambutannya pada kegiatan
sosialisasi dan pencanangan teh cengkeh, Sabtu kemarin. Dikatakan, seiring dengan pencanangan ini maka di
seluruh sekolah di Kecamatan
Salahutu akan dilaksanakan program muatan lokal yang berisikan pemanfaatan cengkeh untuk kesehatan dan
kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya selama ini cengkeh hanya digunakan
untuk bumbu masak dan selebihnya untuk rokok akan tetapi pemanfaatan secara maksimal tanaman
khas Maluku ini belum diusahakan. Sementara itu kepala SMA Negeri 2 Kecamatan Salahutu
Kabupaten Maluku Tengah, Onny
Sumeru selaku penyelenggara Sosialisasi dan pencanangan dalam laporannya mengatakan tujuan dari pelaksanaan
kegiatan ini adalah untuk
memperkenalkan cengkeh sebagai tanaman asli khas Maluku yang dikenal sebagai emas hitam dari Maluku dan
memiliki manfaat yang sangat
penting, baik untuk meningkatkan ekonomi keluarga juga sangat berkhasiat
bagi kesehatan, disamping memotivasi anak daerah Maluku untuk menjadikan cengkeh sebagai minuman
kesehatan.(CN-02)
untuk bumbu masak dan selebihnya untuk rokok akan tetapi pemanfaatan secara maksimal tanaman
khas Maluku ini belum diusahakan. Sementara itu kepala SMA Negeri 2 Kecamatan Salahutu
Kabupaten Maluku Tengah, Onny
Sumeru selaku penyelenggara Sosialisasi dan pencanangan dalam laporannya mengatakan tujuan dari pelaksanaan
kegiatan ini adalah untuk
memperkenalkan cengkeh sebagai tanaman asli khas Maluku yang dikenal sebagai emas hitam dari Maluku dan
memiliki manfaat yang sangat
penting, baik untuk meningkatkan ekonomi keluarga juga sangat berkhasiat
bagi kesehatan, disamping memotivasi anak daerah Maluku untuk menjadikan cengkeh sebagai minuman
kesehatan.(CN-02)

