Ambon,
cahaya-nusantara.co.id
cahaya-nusantara.co.id
Berbagai permasalahan yang
terjadi dalam masyarakat negeri Alang seperti penanganan soal Dana Desa (DD)
serta Alokasi Dana Desa (ADD) yang tidak transparan yang tidak tepat sasaran
serta adanya penyaluran dana yang dinilai tidak bermanfaat , di samping masa
kepemimpinan raja negeri itu yang telah berlangsung lebih dari10 tahun menyebabkan sejumlah warga negeri Alang
Kecamatan Salahutu Barat Kabupaten Maluku Tengah Provinsi Maluku menghendaki
agar terjadi perubahan dalam tubuh pemerintahan desa atau negeri tersebut.
terjadi dalam masyarakat negeri Alang seperti penanganan soal Dana Desa (DD)
serta Alokasi Dana Desa (ADD) yang tidak transparan yang tidak tepat sasaran
serta adanya penyaluran dana yang dinilai tidak bermanfaat , di samping masa
kepemimpinan raja negeri itu yang telah berlangsung lebih dari10 tahun menyebabkan sejumlah warga negeri Alang
Kecamatan Salahutu Barat Kabupaten Maluku Tengah Provinsi Maluku menghendaki
agar terjadi perubahan dalam tubuh pemerintahan desa atau negeri tersebut.
Demikian antara lain
pernyataan dari sekelompok masyarakat yang menamakan kelompoknya sebagai Tim
Pemerhati Desa Alang. Kepada wartawan di Alang,
Selasa, 13/3, salah satu anggota kelompok, R.S, mengatakan sebagai raja yang
telah diwariskan oleh orang tua secara turun temurun itu harus dijaga dan
diatur secara baik, jangan dipakai untuk kepentingan pribadi. bahkan menurutnya
kalau sebagai pimpinan seorang raja harus melihat masyarakatnya secara baik dan
merata, jangan memandang masyarakat dengan sebelah mata, bahkan main mata
dengan pihak lain . Lebih dari itu seorang pimpinan harus juga mengingat sumpah
jabatannya yang mana saat disumpah seorang pimpinan telah berjanji bukan dengan
manusia tetapi berjanji kepada Allah. Karena Firman Tuhan juga mengatakan yang
terikat di bumi akan terikat pula di Surga dan yang terurai di bumi akan
terurai juga di surge, oleh sebab itu apa yang telah pemimpin janji di muka
masyarakat agar dapat dipegang, artinya jika ada yang salah harus dikatakan
salah dan apa yang benar harus pula dikatakan yang benar.
pernyataan dari sekelompok masyarakat yang menamakan kelompoknya sebagai Tim
Pemerhati Desa Alang. Kepada wartawan di Alang,
Selasa, 13/3, salah satu anggota kelompok, R.S, mengatakan sebagai raja yang
telah diwariskan oleh orang tua secara turun temurun itu harus dijaga dan
diatur secara baik, jangan dipakai untuk kepentingan pribadi. bahkan menurutnya
kalau sebagai pimpinan seorang raja harus melihat masyarakatnya secara baik dan
merata, jangan memandang masyarakat dengan sebelah mata, bahkan main mata
dengan pihak lain . Lebih dari itu seorang pimpinan harus juga mengingat sumpah
jabatannya yang mana saat disumpah seorang pimpinan telah berjanji bukan dengan
manusia tetapi berjanji kepada Allah. Karena Firman Tuhan juga mengatakan yang
terikat di bumi akan terikat pula di Surga dan yang terurai di bumi akan
terurai juga di surge, oleh sebab itu apa yang telah pemimpin janji di muka
masyarakat agar dapat dipegang, artinya jika ada yang salah harus dikatakan
salah dan apa yang benar harus pula dikatakan yang benar.
Menurutnya pihaknya melihat
negeri Alang sudah sangat prihatin. Oleh sebab itu dirinya bersama dengan
sejumlah masyarakat mau melihat kembali kehidupan orang basudara yang telah
diatur oleh orangtua-tua. Kepada wartawan, R.S.
mengatakan banyak program DD dan ADD di Alang tidak dibahas secara transparan
dan banyak pula yang tidak sesuai dengan hasil musrembang yang dibahas secara
bersama. Bahkan beberapa program yang menggunakan dana APBD dan APBN itu
terkesan dibangun secara sepihak oleh raja dan stafnya sehingga pada gilirannya
menjadi mubazir. Salah satu contoh disebutkan adanya pembangunan pasar pada
tahun 2014 yang akhirnya mubazir dan telah dibongkar, ada pula pembangunan
jalan setapak yang hanya dikerjakan di atas konblok serta ada pula pembangunan
kebun PKK yang diduga menggunakan dana sebesar Rp.200juta akan tetapi kebun
tersebut hanya fiktif dan tidak ada serta beberapa pembangunan lainnya yang
pada akhirnya tidak menjawab kebutuhan masyarakat Dan yang paling terakhir
adalah pembangunan lapangan futsal dalam tahun 2017 lalu dengan anggaran di
atas 170 juta akan tetapi diduga sejumlah komponen lapangan tersebut tidak
menggunakan material baru akan tetapi menggunakan material atau pipa bekas air
bersih yang hanya dicat saja sehingga terlihat seakan-akan material baru.
negeri Alang sudah sangat prihatin. Oleh sebab itu dirinya bersama dengan
sejumlah masyarakat mau melihat kembali kehidupan orang basudara yang telah
diatur oleh orangtua-tua. Kepada wartawan, R.S.
mengatakan banyak program DD dan ADD di Alang tidak dibahas secara transparan
dan banyak pula yang tidak sesuai dengan hasil musrembang yang dibahas secara
bersama. Bahkan beberapa program yang menggunakan dana APBD dan APBN itu
terkesan dibangun secara sepihak oleh raja dan stafnya sehingga pada gilirannya
menjadi mubazir. Salah satu contoh disebutkan adanya pembangunan pasar pada
tahun 2014 yang akhirnya mubazir dan telah dibongkar, ada pula pembangunan
jalan setapak yang hanya dikerjakan di atas konblok serta ada pula pembangunan
kebun PKK yang diduga menggunakan dana sebesar Rp.200juta akan tetapi kebun
tersebut hanya fiktif dan tidak ada serta beberapa pembangunan lainnya yang
pada akhirnya tidak menjawab kebutuhan masyarakat Dan yang paling terakhir
adalah pembangunan lapangan futsal dalam tahun 2017 lalu dengan anggaran di
atas 170 juta akan tetapi diduga sejumlah komponen lapangan tersebut tidak
menggunakan material baru akan tetapi menggunakan material atau pipa bekas air
bersih yang hanya dicat saja sehingga terlihat seakan-akan material baru.
Oleh sebab itu pihak meminta
pemerintah Kabupaten Maluku Tengah dan Pemda Provinsi Maluku untuk segera
meninjau kembali pengangkatan Rudy Patty sebagai raja di Alang apalagi yang
bersangkutan telah menjabat lebih dari 12 tahun. Sementara itu di kediamannya
di Mardika Ambon, raja Alang, Rudy Patty kepada wartawan membantah semua
tudingan tim pemerhati desa Alang
tersebut sambil mengatakan semua tudingan tersebut tidak benar karena lebih bersifat
pembelaan diri dan upaya untuk merusakan reputasinya sebagai Raja yang dinilai
berhasil di Kabupaten Maluku Tengah dalam mengelola dana Desa atau DD dan juga
Alokasi Dana Desa atau ADD.
pemerintah Kabupaten Maluku Tengah dan Pemda Provinsi Maluku untuk segera
meninjau kembali pengangkatan Rudy Patty sebagai raja di Alang apalagi yang
bersangkutan telah menjabat lebih dari 12 tahun. Sementara itu di kediamannya
di Mardika Ambon, raja Alang, Rudy Patty kepada wartawan membantah semua
tudingan tim pemerhati desa Alang
tersebut sambil mengatakan semua tudingan tersebut tidak benar karena lebih bersifat
pembelaan diri dan upaya untuk merusakan reputasinya sebagai Raja yang dinilai
berhasil di Kabupaten Maluku Tengah dalam mengelola dana Desa atau DD dan juga
Alokasi Dana Desa atau ADD.
Menurutnya berbagai
keberhasilan yang diraihnya menyebabkan desa Alang termasuk desa yang maju di
kawasan Kecamatan tersebut bahkan di Kabupaten Maluku Tengah. Menurutnya setiap perolehan
DD dirinya selalu secara transparan membaginya kepada soa-soa yang ada di desa
itu sesuai dengan hasil musrembang tingkat desa, bahkan dirinya tidak pernah
memegang uang. Ironisnya dirinya hanya mengambil gajinya saja tanpa mengambil
sedikitpun dari dana desa untuk dipakainya, apalagi untuk pencairan dana
tersebut selalu dilakukan secara bertahap dan yang mencairkannya pun adalah
Bendahara.
keberhasilan yang diraihnya menyebabkan desa Alang termasuk desa yang maju di
kawasan Kecamatan tersebut bahkan di Kabupaten Maluku Tengah. Menurutnya setiap perolehan
DD dirinya selalu secara transparan membaginya kepada soa-soa yang ada di desa
itu sesuai dengan hasil musrembang tingkat desa, bahkan dirinya tidak pernah
memegang uang. Ironisnya dirinya hanya mengambil gajinya saja tanpa mengambil
sedikitpun dari dana desa untuk dipakainya, apalagi untuk pencairan dana
tersebut selalu dilakukan secara bertahap dan yang mencairkannya pun adalah
Bendahara.
Patty juga mengatakan soal
dirinya diangkat menjadi raja hal itu disebabkan karena dirinya berasal dari
mata rumah parentah sehingga tidak perlu dipilih oleh masyarakat. Oleh sebab
itu jabatan tersebut akan dijabatnya sampai ia memegang tongkat.
dirinya diangkat menjadi raja hal itu disebabkan karena dirinya berasal dari
mata rumah parentah sehingga tidak perlu dipilih oleh masyarakat. Oleh sebab
itu jabatan tersebut akan dijabatnya sampai ia memegang tongkat.
Sedangkan untuk dana Rp.200
juta yang disebut sebagai anggaran pembangunan kebun PKK, isteri raja, Karolina
Patty di tenpat yang sama membantah kalau jumlahnya bukan 200 juta menlainkan
hanya 6 juta rupiah dan benar-benar telah membangun kebun PKK dan telah pula
memanen dan saat ini masih dalam pengolahan kembali setelah memanen hasilnya.
juta yang disebut sebagai anggaran pembangunan kebun PKK, isteri raja, Karolina
Patty di tenpat yang sama membantah kalau jumlahnya bukan 200 juta menlainkan
hanya 6 juta rupiah dan benar-benar telah membangun kebun PKK dan telah pula
memanen dan saat ini masih dalam pengolahan kembali setelah memanen hasilnya.
Sedangkan untuk pasar yang
konon mubazir, kata raja dirinya sendiri yang memerintahkan untuk dibongkar
karena dibangun oleh kelompok PM-PM di tempat adat yang merupakan tempat
singgahan orang-orang tua-tua di jaman dulu sehingga pembangunannya
mengakibatkan ada banyak bencana di desa itu karena dianggap menutupi mata
jalan para leluhur. Kepada wartawan Patty
berjanji dalam waktu dekat akan menggelar konferensi pers bersama staf negerinya untuk menjelaskan
berbagai permasalahan di desanya yang mengakibatkan sebagian warga menjadi
resah.(CN-03)
konon mubazir, kata raja dirinya sendiri yang memerintahkan untuk dibongkar
karena dibangun oleh kelompok PM-PM di tempat adat yang merupakan tempat
singgahan orang-orang tua-tua di jaman dulu sehingga pembangunannya
mengakibatkan ada banyak bencana di desa itu karena dianggap menutupi mata
jalan para leluhur. Kepada wartawan Patty
berjanji dalam waktu dekat akan menggelar konferensi pers bersama staf negerinya untuk menjelaskan
berbagai permasalahan di desanya yang mengakibatkan sebagian warga menjadi
resah.(CN-03)
