Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku, Dumangar Hutauruk mengatakan pada Agustus 2019 dari 81 Kota IHK di Indonesia, Kita Ambon mengalami Deflasi sementara kota Tual mengalami Inflasi.
Demikian antara lain penjelasan Hutauruk kepada wartawan dalam konferensi pers di kantor BPS Provinsi Maluku, 2/9.
Dikatakan, pada Agustus 2019 dari 82 Kota IHK di Indonesia, tercatat 44 Kota mengalami inflasi dan 38 Kota mengalami deflasi dimana Kota Ambon mengalami deflasi sebesar 0,18 persen dengan IHK 134,17 dan Kota Tual mengalami inflasi sebesar 0,34 persen dengan IHK 158,88.
Menurutnya, 10(Sepuluh) komoditas yang dominan memicu deflasi di Kota Ambon : angkutan udara, ikan layang/benggol, bawang merah, sawi hijau, tomat buah, bayam, kangkung, bawang putih, wortel, dan buncis.
Swmwngara 10 (sepuluh) komoditas yang dominan memicu inflasi di Kota Tual : ikan cakalang/sisik, ikan kembung, ikan baronang, ikan layang/mumar, ikan kakap putih, ikan selar, cabai rawit, ketela pohon, ikan bubara, dan ketela rambat.
Disebutkan pula Inflasi tertinggi terjadi di Kota Kudus sebesar 0,82 persen dengan IHK 144,56. Inflasi terendah terjadi di Kota Pare-Pare, Kota Madiun, dan Kota Tasikmalaya sebesar 0,04 dengan IHK masing-masing sebesar 132,02,134,52 dan 134,58. Deflasi tertinggi terjadi di Kota Bau-Bau sebesar 2,10 persen dengan IHK 136,38. Deflasi terendah terjadi di Kota Tegal dan Kota Palopo dengan IHK masing-masing sebesar 134,22 dan 136,35.
Selanjutnya pada Agustus 2019 dari 82 Kota IHK di Indonesia, IHK Kota Ambon menduduki peringkat 66, inflasi bulanan Kota Ambon masih tetap menduduki peringkat 58, inflasi tahun kalender Kota Ambon menduduki peringkat 15, dan inflasi tahun ke tahun Kota Ambon masih tetap pada peringkat 4.
Kemudian pada Agustus 2019 dari 82 Kota IHK di Indonesia, IHK Kota Tual menduduki peringkat 1, inflasi bulanan Kota Tual menduduki peringkat 19, inflasi tahun kalender Kota Tual menduduki peringkat 43, dan inflasi tahun ke tahun Kota Tual menduduki peringkat 9.(CN-07)

