
AMBON, cahaya-nusantara.com
SMKN 5 Ambon sebagai salah satu sekolah pusat keunggulan kembali melepas sebanyak 83 siswa-siswi terbaiknya untuk mengikuti kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) Tahun Pelajaran 2025/2026. Acara pelepasan berlangsung khidmat di Aula SMKN 5 Ambon pada Senin (30/6/2025), ditandai dengan penyerahan simbolis siswa kepada perwakilan dunia industri.
Pelaksana harian (Plh) Kepala SMKN 5 Ambon, Viktor R. Titahena, S.Pd, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia PKL, dewan guru, pihak industri, serta orang tua siswa yang telah turut mendukung kelancaran program ini. Ia menegaskan bahwa PKL bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi ajang pembuktian karakter dan kompetensi siswa di dunia kerja sesungguhnya.
“Kalian tidak hanya membawa nama pribadi atau keluarga, tapi membawa nama besar lembaga SMKN 5 Ambon. Kehormatan sekolah ada di tangan kalian. Jaga karakter, jaga nama baik,” tegas Titahena di hadapan peserta dan tamu undangan.
Ia juga menyoroti pentingnya aspek karakter dalam dunia industri. Menurutnya, dunia usaha dan industri kini lebih mendahulukan etika dan sikap kerja dibanding kemampuan teknis semata.
“Banyak masukan dari dunia industri yang kami terima. Mereka katakan, ‘Pak, karakter nomor satu’. Skill bisa dipelajari, tapi karakter butuh waktu dan proses,” ujarnya.
PKL kali ini akan berlangsung selama enam bulan, mulai 1 Juli hingga 16 Desember 2025. Sebanyak 83 siswa dari lima program keahlian telah terdistribusi ke berbagai mitra industri. Rinciannya antara lain: Perhotelan (19 siswa), Usaha Layanan Wisata (7 siswa), Kuliner (16 siswa), Tata Kecantikan Kulit dan Rambut (13 siswa), dan Desain dan Produksi Busana (28 siswa).
Dukungan dunia industri juga terbilang luas, dengan total 50 industri terlibat sebagai tempat pelaksanaan PKL. Program Perhotelan didukung oleh 13 industri, Usaha Layanan Wisata oleh 5 industri, Kuliner 8 industri, Tata Kecantikan 12 industri, dan Desain Busana 12 industri.

Dalam kesempatan itu, Ketua Panitia PKL, M. Alfons menjelaskan bahwa kegiatan PKL merupakan bagian integral dari Kurikulum Merdeka yang kini diterapkan di seluruh SMK. PKL ditetapkan sebagai mata pelajaran wajib dengan minimal durasi 792 jam pelajaran atau setara 6 bulan.
“PKL ini bukan pilihan, tapi syarat kelulusan. Oleh karena itu, setiap siswa wajib menjaga komitmen, disiplin, dan menyelesaikan jurnal kegiatan sebagai bukti keterlibatan mereka di dunia kerja,” jelas Alfons.
Ia menambahkan, anggaran PKL tahun ini Rp 300.000 bukan 400.000 ,lebih rendah dibandingkan sekolah yang lain ,dan 100.000 untuk BPJS Ketenagakerjaan sebagai syarat utama mengikuti PKL.

Menutup sambutannya, Plh. Kepala Sekolah berpesan agar siswa dapat memanfaatkan PKL sebagai gerbang awal menuju masa depan yang lebih cerah.
“Fokuslah pada tujuan. Kalian sekolah bukan untuk sekadar senang-senang, tapi untuk menciptakan peluang kerja dan membangun masa depan. Buktikan kalian layak direkrut, bahkan sebelum lulus,” pungkasnya.
Acara ditutup dengan penyerahan simbolis siswa PKL kepada dunia industri dan sesi foto bersama seluruh peserta, guru, dan mitra industri.(CN-02)
