AMBON,cahaya-nusantara.com

Penguatan peran Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat kembali ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Posyandu Tingkat Provinsi Maluku Tahun 2026 yang digelar di Kantor PKK Maluku, Minggu (18/4/2026).

Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Maluku, Maya Baby Lewerissa, menekankan bahwa Posyandu kini tidak lagi terbatas pada layanan kesehatan dasar seperti penimbangan bayi dan imunisasi.

Menurutnya, Posyandu telah berkembang menjadi lembaga kemasyarakatan desa yang terintegrasi dan melayani seluruh siklus hidup masyarakat.

Ia menjelaskan, layanan Posyandu saat ini mencakup berbagai kelompok usia, mulai dari ibu hamil, bayi, remaja hingga lanjut usia. Perubahan ini, kata dia, merupakan bagian dari transformasi besar dalam sistem pelayanan publik yang harus dijaga dan diperkuat secara bersama.

Dalam rakor yang mengangkat tema penguatan transformasi Posyandu untuk mendukung enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), Maya menyoroti pentingnya peran strategis Posyandu dalam berbagai sektor layanan dasar. Enam sektor tersebut meliputi pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketentraman dan ketertiban umum, serta sosial.

Ia menilai, kondisi geografis Maluku sebagai daerah kepulauan menjadikan Posyandu memiliki posisi yang sangat penting karena mampu menjangkau masyarakat hingga ke wilayah terpencil. Posyandu, lanjutnya, menjadi garda terdepan yang paling dekat dengan kebutuhan warga.
Lebih jauh, Maya mengingatkan pentingnya kolaborasi lintas sektor, khususnya antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota yang menangani enam SPM tersebut.

Ia menegaskan, keberhasilan pelayanan dasar tidak dapat dicapai jika masing-masing sektor berjalan sendiri-sendiri.

Dalam arahannya, ia menggarisbawahi tiga hal utama yang perlu menjadi perhatian bersama, yakni menghapus ego sektoral, memaksimalkan penggunaan data berbasis masyarakat, serta meningkatkan dukungan pembinaan dan alokasi anggaran untuk Posyandu.

Menurutnya, pencapaian target SPM sangat ditentukan oleh kuatnya integrasi layanan di tingkat Posyandu. Karena itu, semua pihak diharapkan memiliki pandangan yang sama bahwa Posyandu merupakan instrumen bersama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Selain itu, ia juga mendorong para Ketua Tim Pembina Posyandu di kabupaten/kota untuk memperkuat koordinasi dengan OPD teknis dan memastikan pembinaan dilakukan secara berkelanjutan di wilayah masing-masing.

Rapat koordinasi ini, lanjutnya, harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk merumuskan langkah konkret dalam memperkuat peran Posyandu, bukan sekadar agenda seremonial tahunan.

Di akhir sambutannya, Maya mengajak seluruh pihak untuk terus mengedepankan semangat gotong royong dalam membangun Maluku, dengan menjadikan Posyandu sebagai pusat pelayanan masyarakat.
Ia optimistis, melalui kerja bersama dan komitmen yang kuat, kualitas hidup masyarakat Maluku akan terus meningkat, sejalan dengan upaya menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan sejahtera. (CNmy)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *